Perjamuan Delegasi Topeng

SOLO, JAYAKARTA NEWS – International Mask Festival (IMF) 2023 menjamu delegasi penampil dari dalam luar negeri serta rekan media dalam “Dinner IMF 2023” Kamis, (16/11/2023). Makan malam dilangsungkan di Loji Gandrung, Surakarta, tepat sehari sebelum acara utama digelar.

Dinner IMF 2023 dihadiri oleh sejumlah penampil yang akan menyuguhkan pertunjukan seni topeng dalam IMF 2023 di antaranya dari Jakarta, Cirebon, Mataram, Kutai Kartanegara, Lumajang, Palangka Raya, Banjarmasin, Kapuas, Palopo, Korea Selatan dan Kamboja. Turut hadir pula beberapa rekan media di Soloraya dalam welcome dinner tersebut.

Agenda penyambutan delegasi IMF 2023 ini memberikan waktu kepada delegasi yang hadir untuk memperkenalkan diri dan berbagi pengalaman kepada delegasi lainnya serta rekan media, dan dilanjutkan dengan sesi jamuan makanan khas Solo serta foto bersama.

Chief Executive International Mask Festival 2023, Mimi Zulaikha, menyampaikan bahwa International Mask Festival tahun ini merupakan perhelatan yang kesepuluh dan terinspirasi oleh festival serupa dari Korea Selatan.

“International Mask Festival is the tenth this year, tenth festival since 2014. This year we are very honored because there is a representative from the Andong Mask Dance Festival. So, in 2013 we visited Andong City and we were inspired to have a mask festival also in Solo City,”jelas Mimi kepada para tamu undangan.

Mimi juga berharap acara inti IMF 2023 yang menyajikan penampilan dari berbagai sanggar seni dapat dinikmati oleh penonton.

“Kami berharap Bapak ibu sekalian menikmati hidangan malam ini beserta menikmati rangkaian acara IMF tahun ini dan kami berharap penampilan dari sanggar seni indonesia maupun mancanegara di IMF 2023 akan dinikmati oleh penonton setia IMF 2023,” ungkap Mimi.

Acara inti IMF 2023 akan berlangsung selama dua malam yang bertempat di nDalem Djojokoesoeman, Surakarta, pada 17-18 November 2023. Festival topeng ini dapat disaksikan oleh masyarakat umum secara gratis mulai pukul 19.00 WIB dan akan disiarkan pada kanal YouTube International Mask Festival. (*)

Ahli Topeng Dunia Kumpul di Solo

SURAKARTA, JAYAKARTA NEWS – Pada pergelaran kesepuluh International Mask Festival, IMF 2023 bersinergi dengan Indonesia Mask Organization (IMO) menggelar Konferensi Nasional Indonesia Mask Organization (IMO). Konferensi nasional ini mendatangkan seniman dari dalam dan luar negeri sebagai narasumber serta diikuti peserta dari berbagai daerah.

Acara tersebut dilangsungkan Sabtu, (18/11/2023) pagi di nDalem Djojokoesoeman, Surakarta. Selaras dengan tema besar IMF 2023, konferensi ini mengusung tema “The Power of Mask” yang merangkum kekuatan estetika, visual, dan emosional dari seni topeng dalam mempengaruhi dan mewarnai kehidupan manusia.

Topeng sebagai bagian penting dari warisan budaya di seluruh dunia telah dikenal dengan kekayaan dan keindahannya. Seni topeng bukan hanya sekadar bentuk seni visual, tetapi juga mengandung makna mendalam, kreativitas, dan ekspresi budaya yang memukau.

Konferensi Nasional IMO 2023 menghadirkan para ahli dalam seni topeng yang mengulas berbagai aspek seni topeng, mulai dari nilai estetika hingga pengaruhnya dalam memperkaya budaya. Hadir tiga narasumber dalam konferensi ini, yakni Mr. Chanborey Soy, Matheus Wasi Bantolo, dan H. Raden Mohammed Ronny, S.E., M.Si.

Mr. Chanborey Soy, Artistic Assistant Director of Lakhaon Khaol Youth of Cambodia & Dancer, menjadi pembicara pertama dalam Konferensi Nasional IMO 2023. Ia memperkenalkan tentang Lakhaon Khaol Youth of Cambodia yang didirikan sejak tahun 2016 dan berkembang dalam bidang seni kerajinan tangan, musik dan teater, seni lukis untuk anak, seni fotografi, dan cabang seni lainnya.

Seorang koreografer, seniman, dan juga dosen, Matheus Wasi Bantolo, turut berbagi materi dengan judul “Embodied Mask: The Body Journey of Topeng Dancer”. Dalam paparannya, Ia menekankan tentang representasi tubuh topeng dan topeng tubuh yang memiliki nilai artistic dan estetik untuk merujuk pada kebaikan manusia.

H. Raden Mohammed Ronny, S.E., M.Si. yang merupakan Koordinator Musik dan Koreografer Tari dari Yayasan Songkoh Piatu, menjadi narasumber terakhir dalam konferensi ini. Ronny mengulas tentang pengaruh budaya Jawa masuk ke Kutai dan konsistensi seni topeng di Kutai yang masih eksis hingga sekarang.

Acara ini diikuti oleh peserta dari Soloraya dan sekitarnya serta berbagai daerah di Indonesia, dan tak ketinggalan para delegasi penampil IMF 2023 dari dalam negeri maupun mancanegara. Selain menjadi kesempatan berharga untuk mengeksplorasi, memahami, dan merayakan kekayaan seni topeng dalam budaya masyarakat, peserta juga mendapat fasilitas berupa e-certificate sebagai pengakuan atas partisipasi dalam konferensi yang menjadi salah satu rangkaian IMF 2023 ini. (*)

IMO, yang Baru di International Mask Festival 2021

JAYAKARTA NEWS – Ada yang baru pada International Mask Festival (IMF) tahun 2021, yaitu peluncuran Indonesia Mask Organization (IMO). IMO merupakan salah satu keunggulan IMF 2021. IMO diluncurkan secara perdana bertepatan dengan pembukaaan IMF 2021, yaitu pada Jumat 11 Juni 2021 di nDalem Purwohawijayan. IMO merupakan wadah silahturahmi baik bagi seniman, kolektor topeng, pengrajin topeng, komunitas, sekaligus bagi individu pecinta topeng di Indonesia.

Founder IMO, R. Ay. Irawati Kusumorasri mengatakan, “Saya berharap dengan hadirnya IMO di Indonesia, dapat menjadi salah satu sarana pelestarian topeng sebagai salah satu kebudayaan di Indonesia. Terima kasih atas antusias pecinta topeng Indonesia yang telah mendaftar menjadi bagian IMO. Pendaftaran IMO masih terbuka lebar melalui http://bit.ly/daftar-IMO.”

SakSak Dance Production (NTB), Tari Cupak Gurantang. (foto: IMF)

Salah satu tujuan diluncurkannya IMO yaitu membuat kegiatan yang disepakati bersama dengan anggota IMO. Hingga saat ini sudah tercatat 51 pendaftar IMO, baik individu maupun kelompok. Beberapa diantaranya mengikuti Zoom Virtual Meeting yang disiarkan pada pagelaran IMF 2021.

Nuryanto (Solo), Topeng Panji Kembar. (foto: IMF)

Program IMO mendatang yaitu menyelenggarakan pertemuan rutin yang akan dilaksanakan selama 4 bulan sekali, dengan pertemuan pertama akan dilaksanakan secara hybrid pada bulan Oktober 2021. Namun tidak menutup kemungkinan adanya perubahan rentang waktu pertemuan rutin berdasarkan kesepakatan bersama.

IMF 2021 bertema “PANJI: Road to Jalan Rempah” diselenggarakan secara hybrid yaitu daring dan luring. IMF merupakan pagelaran seni pertunjukan untuk menggali kekayaan kesenian topeng di Indonesia sejak tahun 2014. IMF 2021 ditayangkan secara live streaming pada kanal You Tube SIPA Festival pada Jumat dan Sabtu 11 dan 12 Juni 2021 sejak pukul 14.00 WIB.

Miroto Dance (Yogyakarta), Penumbra. (foto; IMF)

IMF menampilkan 45 video pertunjukkan delegasi Indonesia dan manca negara dan 13 penampilan langsung delegasi Indonesia. Tari pembuka IMF 2021 oleh Semarak Candra Kirana. Penampilan live lainnya di nDalem Purwohawijayan yaitu Fajar Dance Group, Solo; Rumah Lengger, Banyumas; Nuryanto, S. Kar., M.Sn, Solo; SakSak Dance, NTB dan Selendang Merah, Jayakarta. Guest star hari pertama yaitu Dr. Martinus Miroto, M.F.A, Yogyakarta yang menampilkan tari berjudul “Penumbra.”

Pada hari pertama, terdapat 28 penampil berasal dari Indonesia dan mancanegara yang turut memeriahkan acara IMF 2021. Para pendukung dan stakeholders IMF turut memberikan ucapan selamat atas terselenggaranya IMF secara hybrid, antara lain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf); Pemerintah Kota Surakarta; Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah; delegasi mancanegara dari Perancis dan Malaysia; dan masih banyak lagi lainnya. (*/rr)

Foto bersama. (foto: IMF)

Ibarat Topeng, Dory Harsa adalah Panji

Jayakarta News – Bagi “sobat ambyar” (fans alm Didi Kempot), nama Dory Harsa tentu sudah sangat familiar. Pengendang Lord Didi yang muda dan ganteng itu, makin populer ketika Didi Kempot menggubah lagu Kangen Nickerie spesial buat dia.

Sepeninggal Didi Kempot, Dori dikabarkan mulai mengibarkan bendera sendiri. Sebagai musisi muda, ia tentu saja mewakili generasinya. Tak salah jika kemudian panitia Solo International Performing Arts (SIPA) 2020 Recognition and Acceleration, menunjuk Dory sebagai maskot event.

Duda anak satu yang dikabarkan punya hubungan khusus dengan biduanita Nella Kharisma ini, merepresentasikan kaum milenial dalam pengembangan kesenian tradisional atau kerakyatan. Atas penunjukan dirinya menjadi maskod SIPA 2020, Dory mengatakan, “Saya bangga sekaligus kaget terpilih menjadi maskot dan SIPA 2020. Ini benar-benar penghargaan luar biasa di mana saya menjadi musisi lokal, bisa turut serta mengisi SIPA.”

SIPA 2020 digelar selama tiga hari pada tanggal 10, 11, dan 12 September 2020. Acara ini dapat disaksikan secara gratis dan massal melalui Youtube channel SIPA FESTIVAL mulai pukul 17.00 hingga 21.00 WIB.

Kehadiran sosok Dory Hrasa, niscaya mampu mengarahkan pendulum perhatian para para remaja dan anak-anak untuk terhadap seni tradisi, khususnya topeng. SIPA selalu berkomitmen untuk terus menyuguhkan acara seni yang menarik dan berkualitas.

Suasana Jumpa Pers, SIPA 2020 di Solo, Kamis (27/8/2020). (foto: SIPA 2020)

Popularitas Dory Harsa pada pelestarian seni tradisi yang turut membawanya ke dalam seni industri tentu sejalan dengan semangat SIPA. Sosok Dory Harsa layak untuk diangkat sebagai maskot dan diberikan penghormatan melalui panggung festival kelas dunia ini.

Dunia topeng, memiliki tradisi dan filosofi tinggi. Karakter-karakter dalam topeng, menyiratkan karakter serta “piwulang” kehidupan. Ibarat topeng, Dory Harsa tentulah topeng Panji. Kedoknya berwarna putih. Matanya liyep, pandangannya merunduk dan senyumnya dikulum. Raut wajahnya (wanda) menunjukan seorang yang alim, tuturkatanya lemah-lembut dan gerakannya halus. Topeng panji ditarikan dalam karakter alusan (halus) seperti halnya tokoh Arjuna dalam cerita wayang.

Dory lahir di Kota Solo pada 27 November 1992 dengan nama lengkap Dory Haryanto Eka Saputra. Ia kini merajut karier sebagai solois di bidang tarik suara dengan genre Pop Jawa-campursari. Dengan etos dan misi mengangkat budaya daerah, maka mayoritas karya yang dirilis Dory menggunakan Bahasa Jawa.

Dory berhasil mendapat urutan pertama pada Trending Chart di kanal Youtube selama satu pekan, serta menduduki 20 Trending Chart Worldwide di platform yang sama.

“Semoga SIPA bisa memberikan pertunjukan yang baik, yang mendidik, dan tentunya bisa mendorong kreativitas teman-teman pelaku seni yang terlibat di dalamnya. Saya harap konser SIPA tahun ini bisa menjadi tolok ukur untuk event-event yang lain. Meski digelar secara virtual karena pandemi, tapi saya harap bisa menjadi yang terbaik. Muaranya bisa membangun semangat teman-teman lain yang bergerak dalam event virtual,” ungkap Dory. (*/rr)

Gelar Topeng Daring

International Mask Festival 2020

Jayakarta News – Tidak mudah ketika panitia International Mask Festival (IMF) memutuskan “tidak menyerah” terhadap wabah. Betapa pun, event IMF adalah event tahunan berskala internasional, yang sudah dikenal luas sebagai ajang pertunjukan seni topeng dan pameran kerajinan topeng.

Tak mau menyerah dengan keadaan (adanya pandemi Covid-19), SIPA Community yang menaungi IMF memutuskan tetap menyelenggarakan event tahunan itu secara daring (virtual) dari kota Solo, Jawa Tengah. Demikian press release yang diterima Jayakarta News dari panitia IMF, hari ini (16/6/2020).

Adalah Dra. Irawati Kusumorasri yang di tahun 2014 mencetuskan IIMF (Indonesia International Mask Festival). Namun beberapa tahun belakangan, IIMF berganti nama menjadi IMF seperti yang dikenal masyarakat Solo hingga saat ini.

Dalam enam tahun perjalanannya, IMF telah menjadi ajang tahunan yang terbilang sukses. Alhasil, ketika virus corona muncul akhir 2019, lalu mewabah hingga hari ini, mau-tidak-mau, panitia harus memanfaatkan teknologi informasi sebagai ajang menggelar event.

Perubahan dan penyesuaian masif yang mengiringi peralihan ini, menjadi tantangan tersendiri baik bagi penyelenggara maupun bagi seniman yang terlibat. Meski demikian, komitmen untuk terus mampu menyajikan acara seni yang berkualitas selalu menjadi semangat utama dari penyelenggaran virtual event ini.

Melalui tema “Face Mask of Global Society”, IMF 2020 hadir dengan menggaet seniman dalam dan luar negeri untuk menampilkan karya seninya secara daring pada 19-20 Juni 2020 pukul 17.00-21.00 WIB melalui platform Youtube SIPA Festival.

Dipilihnya tema tersebut merujuk pada topeng sebagai salah satu penyalur nilai-nilai penting dalam kehidupan manusia, khususnya di Indonesia. Topeng adalah artefak seni yang sudah dikenal manusia sejak zaman prasejarah. Dengan usianya yang menembus batas, seni topeng telah mampu ditempatkan menjadi sebuah karya agung dan sakral.

Berbekal peran masker sebagai pelindung diri bagi masyarakat, IMF membawa topeng bersama fungsi dan bentuknya untuk menunjukkan era baru dari dunia. Pada tahun ketujuh, penyelenggaraan IMF secara virtual akan mengenalkan topeng secara lebih mendalam kepada masyarakat dunia digital.

Acara tersebut hadir sebagai wujud penggambaran perkembangan topeng klasik ke kontemporer melalui sebuah media baru. Melalui impian untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap seni topeng, kehadiran IMF diharapkan mampu memberikan edukasi tentang apresiasi seni bagi masyarakat, sekaligus sebagai sarana penjagaan nilai dari kehidupan seni yang merupakan bagian dari kehidupan budaya yang menjadi karakter bangsa.

Selama dua hari, IMF menghadirkan pertunjukan topeng dari berbagai daerah. Para seniman dan seniwati dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia seperti Solo, Semarang, Pati, Malang, Cirebon, Banyumas, Ponorogo, Yogyakarta, Pamekasan, Sukabumi, Bali, Kalimantan Tengah, dan NTB akan berpartisipasi dalam IMF tahun ini.

Selain itu, delegasi luar negeri datang dari Malaysia, Zambia, Bhutan, Perancis, Korea, Belgia, Ecuador, dan Jepang. Pada acara ini, akan ditayangkan pula video dokumenter pembuat topeng dari masyarakat lintas budaya. (*/rr)