SIPA 2025 Usung Tema “Nifty, Artful & Visionary”

Bagi Anda pemerhati dan penikmat budaya berkualitas, bersiap-siaplah mencatat tanggal event yang satu ini: Solo International Performing Arts (SIPA). Event tahunan ini akan digelar awal September 2025, tepatnya tanggal 4, 5, dan 6, di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah.

Seperti hajat SIPA tahun-tahun sebelumnya, maka SIPA 2025 pun akan menampilkan penari, pemusik, dan pemain teater dalam dan luar negeri. Sejak pertama diselenggarakan, SIPA tahun ini merupakan event yang ke-17. Tak kurang dari 50.000 penonton setiap tahun menyaksikan pergelaran tiga malam berturut-turut.

SIPA terselenggara berkat kerjasama apik antara SIPA Community, Pura Mangkunegaran, dan Pemerintah Kota Surakarta. “SIPA 2025 digelar di panggung terbuka. Di sana juga aka nada SIPA Show Case Stage yakni pertunjukan di berbagai titik keramaian kota Solo, seperti pusat perbelanjaan, car free day, taman  kota, dan juga pasar tradisional,” ujar Direktur SIPA, Dra Irawati Kusumorasri, M.Sn kepada Jayakarta News, hari ini.

Dokumen pertunjukan SIPA 2024.

Ira menambahkan, pembukaan SIPA akan dimeriahkan pertunjukan koreografi yang memukau dan kembang api spektakuler. Sedangkan pada penutupan, panitia merencanakan penampilan istimewa dari Guest Star Nasional, diiringi penyalaan kembang api yang pasti akan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh penonton.

Sejauh ini, event SIPA telah menjadi destinasi wisata budaya di kota Solo. Hal ini sekaligus meneguhkan posisi kota Solo sebagai kota seni pertunjukan. Setiap tahunnya, SIPA mengusung ide dan tema yang berbeda, unik dan inovatif.  Tahun ini, tagline yang diusung adalah “Nifty, Artful & Visionary”.

“Setidaknya, ini adalah bentuk sumbangsih kami putra-putri Solo dalam ikut melestarikan dan mengembangkan seni budaya Tanah Air,” pungkas Irawati seraya menambahkan, “penyelenggaraan SIPA 2025 bersifat hybrid. Selain bisa disaksikan secara offline juga bisa menyaksikan secara daring”. (*)

Kemeriahan SIPA 2024.

IMO, yang Baru di International Mask Festival 2021

JAYAKARTA NEWS – Ada yang baru pada International Mask Festival (IMF) tahun 2021, yaitu peluncuran Indonesia Mask Organization (IMO). IMO merupakan salah satu keunggulan IMF 2021. IMO diluncurkan secara perdana bertepatan dengan pembukaaan IMF 2021, yaitu pada Jumat 11 Juni 2021 di nDalem Purwohawijayan. IMO merupakan wadah silahturahmi baik bagi seniman, kolektor topeng, pengrajin topeng, komunitas, sekaligus bagi individu pecinta topeng di Indonesia.

Founder IMO, R. Ay. Irawati Kusumorasri mengatakan, “Saya berharap dengan hadirnya IMO di Indonesia, dapat menjadi salah satu sarana pelestarian topeng sebagai salah satu kebudayaan di Indonesia. Terima kasih atas antusias pecinta topeng Indonesia yang telah mendaftar menjadi bagian IMO. Pendaftaran IMO masih terbuka lebar melalui http://bit.ly/daftar-IMO.”

SakSak Dance Production (NTB), Tari Cupak Gurantang. (foto: IMF)

Salah satu tujuan diluncurkannya IMO yaitu membuat kegiatan yang disepakati bersama dengan anggota IMO. Hingga saat ini sudah tercatat 51 pendaftar IMO, baik individu maupun kelompok. Beberapa diantaranya mengikuti Zoom Virtual Meeting yang disiarkan pada pagelaran IMF 2021.

Nuryanto (Solo), Topeng Panji Kembar. (foto: IMF)

Program IMO mendatang yaitu menyelenggarakan pertemuan rutin yang akan dilaksanakan selama 4 bulan sekali, dengan pertemuan pertama akan dilaksanakan secara hybrid pada bulan Oktober 2021. Namun tidak menutup kemungkinan adanya perubahan rentang waktu pertemuan rutin berdasarkan kesepakatan bersama.

IMF 2021 bertema “PANJI: Road to Jalan Rempah” diselenggarakan secara hybrid yaitu daring dan luring. IMF merupakan pagelaran seni pertunjukan untuk menggali kekayaan kesenian topeng di Indonesia sejak tahun 2014. IMF 2021 ditayangkan secara live streaming pada kanal You Tube SIPA Festival pada Jumat dan Sabtu 11 dan 12 Juni 2021 sejak pukul 14.00 WIB.

Miroto Dance (Yogyakarta), Penumbra. (foto; IMF)

IMF menampilkan 45 video pertunjukkan delegasi Indonesia dan manca negara dan 13 penampilan langsung delegasi Indonesia. Tari pembuka IMF 2021 oleh Semarak Candra Kirana. Penampilan live lainnya di nDalem Purwohawijayan yaitu Fajar Dance Group, Solo; Rumah Lengger, Banyumas; Nuryanto, S. Kar., M.Sn, Solo; SakSak Dance, NTB dan Selendang Merah, Jayakarta. Guest star hari pertama yaitu Dr. Martinus Miroto, M.F.A, Yogyakarta yang menampilkan tari berjudul “Penumbra.”

Pada hari pertama, terdapat 28 penampil berasal dari Indonesia dan mancanegara yang turut memeriahkan acara IMF 2021. Para pendukung dan stakeholders IMF turut memberikan ucapan selamat atas terselenggaranya IMF secara hybrid, antara lain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf); Pemerintah Kota Surakarta; Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah; delegasi mancanegara dari Perancis dan Malaysia; dan masih banyak lagi lainnya. (*/rr)

Foto bersama. (foto: IMF)

SIPA Menangkan Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2020

JAYAKARTA NEWS – Langkah inovasi yang dilakukan Solo International Performing Arts (SIPA) 2020 dengan melaksanakan event secara virtual menuai apresiasi. Kali ini, SIPA 2020 memenangkan Anugerah Bangga Buatan Indonesia (ABBI) 2020 kategori event yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

SIPA 2020 menjadi pemenang setelah memperoleh 4200 votes disusul Papermoon 1277 votes dan ArtJog dengan 417 votes.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Malam ABBI 2020 yang disiarkan langsung oleh Trans 7 dari ICE BSD Tangerang, Minggu (6/12/2020) malam.

Irawati Kusumorasri selaku Direktur SIPA saat didaulat pembawa acara untuk tampil ke atas panggung menerima penghargaan, mengucapkan terima kasih kepada pecinta SIPA yang telah memilih SIPA sebagai pemenang kategori event. Menurut Irawati, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras tim SIPA Community bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta yang tetap konsisten menyelenggarakan SIPA 2020 walaupun di tengah kondisi pandemi.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Kemenparekraf dan Kementerian terkait atas apresiasinya. Anugerah ini saya persembahkan untuk Kota Solo, SIPA di Solo, saya persembahkan untuk masyarakat di Kota Solo. Terima kasih saya ucapkan kepada Pemerintah Kota Surakarta, SIPA Community dan para voters pecinta SIPA. Saya bangga selalu buatan Indonesia”, pungkasnya.

Irawati menyampaikan, penghargaan itu akan menjadi motivasi dan semangat baginya untuk konsisten serta berkomitmen memberikan hiburan seni pertunjukkan berskala internasional kepada masyarakat indonesia dan masyarakat dunia.

“Dengan penghargaan ini, kami lebih termotivasi dan semangat untuk menggelar SIPA tahun-tahun selanjutnya,” pungkasnya. (*/rr)

Irawati Kusumorasri bersama Menparekraf Wishnutama.
https://youtu.be/u7otANQnXp8