Drama Musikal ‘Keumalahayati’ Dipentaskan – Berbasis Sendratari dan Musik Tradisi Aceh

 Drama Musikal ‘Keumalahayati’ Dipentaskan – Berbasis Sendratari dan Musik Tradisi Aceh

Adegan ‘Keumalahayati’ (foto ipik)

JAYAKARTA NEWS – Laksamana (admiral) Keumalahayati adalah pahlawan nasional asal Nangroe Aceh Darussalam. Tokoh ini sosok pahlawan wanita modern yang hidup pada abad 16  yang berperan sebagai Panglima Armada Angkatan Laut, diplomat dan kepala protokol kesultanan Aceh.

Perjuangannya sangat menginspirasi pada upaya pengembangan pertahanan keamanan negara di laut saat ini.  Karena itulah, Gema Citra Nusantara (GCN) bekerjasama dengan Papatong Artspace mementaskan drama musikal ‘Keumalahayati’ – Laskar Inong Balee the Music di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Sabtu (19/3).

Teuku Rifnu Wikana, sutradara (foto ipik)

“Kami mengangkat kisah sejarah ini berbasis  sendratari dan musik tradisi Aceh,” ujar Mira Marina Arismunandar selaku pimpinan GCN dan produser eksekutif.

Hal ini bertujuan sebagai sarana sosialisasi dan edukasi kepada generasi muda Indonesia terhadap pahlawan-pahlawan bangsa sendiri. “Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah,” imbuh Mira.

Berawal dari tewasnya suami Keumalahayati, Laksamana Zainal di Teluk Haru, Aceh, hal ini menyulutkan api peperangan kepada bangsa Portugis yang hendak menguasai perdagangan di NAD. Hayati kemudian meminta kepada Sultan Aceh, Alauddin Riayat Syah al Mukammil  (1589-1604) guna membentuk armada wanita sebanyak 2000an prajurit janda yang disebut Laskar Inong Balee, yang suaminya gugur di medan perang.

Hayati juga dipercaya memimpin kapal perang Aceh. Dalam pertempuran dahsyat, Hayati herhasil membunuh Cornelis de Houtman dan menahan adiknya, Cornelis de Frederick.

Produser, sutradara dan pemain ‘Keumalahayati’ (foto ipik)

“Setelah ini, kami merencanakan pentas daring yang dikemas dalam film yang tayang di aplikasi digital. Pengambilan gambar akan dilakukan 20 Maret,” papar sutradara Keumalahayati,  aktor teater dan film, Teuku Rifnu Wikana yang juga ikut main.

Pemain lain adalah Haikal AFI sebagai laksamana Zainal Abidin) dan Karissa  Soerjanatamihardja yang berperan sebagai Keumalahayati, Junio Fernandez, Kamal Nasuti, Yan Wibisono, dan puluhan anggota Sanggar GCN serta dibantu penari dan pemain teater dari Universitas Negeri Jakarta dan tentara TNI Angkatan Laut.

Penata musik ditangan Loedet Tambunan yang mengiringi vokal lantang Haikal AFI mendendangkan beberapa lagu daerah Aceh. Tari Rapai Kisah,  Ranup Lampuan dan tari Rencong di ending pertunjukan ini benar-benar menohok hati penonton. (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.