Global
4 Kedai Kopi Legendaris di Indonesia, Tetap Kokoh di Tengah Gempuran Modernisasi dan Mesin Kopi Canggih
JAYAKARTA NEWS – Di tengah gempuran gerai kopi modern dan canggih, di Indonesia masih bertahan beberapa kedai kopi lawas.
Kedai kopi ini tidak pernah sepi peminat dan terus melegenda dari masa ke masa.
Keberadaan kedai kopi yang berusia puluhan tahun ini menjadi bukti keampuhan pelayanan dan cita rasanya.
1. Kedai Kopi Es Tak Kie
Kedai kopi Es Tak Kie terbilang kedai kopi tua dan legendaris yang paling populer di Jakarta.
Kedai kopi ini berdiri sejak tahun 1927 dan terus menjadi favorit pecinta kopi sederhana.
Menunya masih sama seperti dulu, yaitu es kopi, dengan dua pilihan: hitam atau dengan susu.
Tempat ini menggunakan biji kopi Lampung yang digiling sendiri dengan mesin penggiling tua.
Soal bangunan, interior kedai tidak pernah berubah. Masih dengan bangku dan meja kayu sederhana.
Lokasinya di Gang Gloria Glodok, jalan Pintu Besar Selatan III no 4-6, Taman Sari, Jakarta Barat.
2. Warung Kopi Ake
Masyarakat Belitung tentu sangat mengenal Warung Kopi Ake.
Warung ini berdiri sejak 1911 oleh Ake (Thien Cu) dan sekarang diteruskan generasi keempat.
Bagi masyarakat Belitung, tradisi ngopi merupakan warisan para penambang Timah Tionghoa.
Di zaman Hindia Belanda dulu bahkan ada istilah kopi kuli.
Di Warung Kopi Ake suasana jadul sangat terasa. Alat-alat masak kopinya masih bergaya kuno.
Salah satu signature Warung Kopi Ake adalah kopi hitamnya yang harum dan rasanya yang kental.
Selain kopi hitam tempat ini juga menyediakan teh susu dan teh tarik.
Warung Kopi Ake beralamat di jalan KV Senang no 57 Tanjungpandan, Belitung.
3. Warung Kopi Kong Djie
Masih di Belitung, juga terdapat warung kopi legendaris lainnya, Warung Kopi Kong Djie.
Tempat ini didirikan Hong Kong Djie pada tahun 1943.
Karena kondisi keluarganya sangat miskin, ketika membuat warung, modalnya hanya kopi dan gula.
Ternyata racikan kopinya disukai dan bertahan hingga sekarang.
Keunggulan segelas kopi di warung ini adalah pengguna kopi yang campuran 70% robusta dan 30% arabika.
Selain kopi yang sudah diseduh, Warung Kopi Kong Djie juga sekarang menjual bubuk kopi.
Warung kopi ini juga sudah punya sejumlah cabang karena membuka sistem franchise.
Warung Kopi Kong Djie berada di kawasan Pecinan, di jalan Siburik Barat no 4 Tanjungpandan, Belitung.
4. Warung Kopi Asiang
Warung kopi yang satu ini lokasinya berada di Pontianak dan berdiri sejak 1958.
Banyak warga Pontianak menikmati sarapan pagi di Warung Kopi Asiang.
Pemiliknya Yohanes Fendi atau Asiang yang mendapat julukan Naked Barista.
Julukan ini diberikan karena saat meracik kopi selalu bertelanjang dada.
Dua minuman kopi hasil racikan Asiang yang paling terkenal adalah kopi hitam dan kopi susu.
Asiang menggunakan teknik seduh yang ditarik dari atas. Kopi yang digunakan robusta Kalimantan.
Selain kopi, tersedia pula menu lain seperti sate kuah, pastel, bolu kukus dan gado-gado siram.***/mel
