Connect with us

Komunitas

4 Gereja Tua dan Unik di Pulau Jawa yang Semuanya Dibangun di Masa Penjajahan

Published

on

Gereja Bleduk Semarang (indonesia.travel)

JAYAKARTA NEWS – Di Pulau Jawa cukup banyak berdiri gereja yang dibangun sejak masa pemerintahan Hindia Belanda.

Untuk memenuhi kebutuhan ibadah pejabat dan pekerja Belanda di Pulau Jawa itulah banyak dibangun gereja.

Kemudian misionaris Belanda datang sehingga jumlah gereja di Pulau Jawa pun ikut bertambah.

Hingga sekarang sebagian besar gereja ini masih terpelihara dan digunakan dengan baik.

1. Gereja Bleduk
Portugis membangun gereja Kristen Protestan ini di Semarang tahun 1753.

Tahun 1787 dibangun ulang HPA de Wildedan W Westman di bawah pemerintahan Hindia Belanda.

Saat renovasi inilah ditambahkan dengan dua menara dan satu kubah.

Nama bleduk diberikan karena adanya kubah yang menonjol atau dalam bahasa Jawa, mbleduk.

Bangunan Gereja Bleduk yang bergaya Neo Klasik ini mirip dengan gereja di Eropa abad 17-18.

Di dalam gereja terdapat orgel setinggi 6 meter berusia lebih dari 200 tahun.

2. Gereja Tamansari Salatiga
Selain tempat pembinaan misionaris, di Salatiga juga terdapat gereja tua cantik, Gereja Tamansari.

Gereja ini dulu digunakan sebagai tempat ibadah keluarga besar Batalyon A II Bg.

Ini merupakan gereja tertua yang dibangun tahun 1823 dengan gaya Ghotik.

Gaya tersebut terlihat pada hiasan molding di setiap sudut gereja dua lantai ini.

Gereja ini sempat diperbaiki tahun 1867. Genteng sirap seng diganting dengan sirap kayu lilin.

Sementara kusennya diganti dengan kayu jati tebal dan bergaya Romantisme.

Di sini ada lonceng yang dibuat sejak tahun 1828 dan masih terawat baik.

Gereja Santo Antonius Padova masih terawat dengan baik hingga sekarang. (jadwal-misa.info)

3. Gereja Santo Antonius Padova
Gereja Katolik ini berada di Pasuruan, Jawa Timur.

Dibangun pada 1825 atas sumbangan dari Alexander Manuel Anthoijs, pengusaha Belanda.

Gereja ini mengalami beberapa kali renovasi karena jumlah jemaatnya semakin banyak.

Tahun 1975 ditambah bangunan di sebelah timur. Kursi gereja dari besi pun diganti dengan kursi kayu.

4. Gereja Santo Yusuf
Gereja Santo Yusuf di Cirebon ini bisa dibilang gereja katolik pertama di Jawa Barat.

Gereja ini didirikan tahun 1880 setelah kedatangan pengusaha gula Louis Theodorus Gonsalves.

Saat itu belum ada paroki di Cirebon.

Satu tahun setelah menjadi paroki barulah datang pastor, dilanjutkan pembangunan gereja.

Gereja Santo Yusuf Cirebon ini memiliki taman doa yang dihiasi dengan patung Bunda Maria.

Patung ini diletakkan di tengah kolam.***/mel

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement