Ubhara Beri Bantuan IPAL Tenaga Surya ke Warga Desa Paseseh Tanjung Bumi Bangkalan

 Ubhara Beri Bantuan IPAL Tenaga Surya ke Warga Desa Paseseh Tanjung Bumi Bangkalan

IPAL buatan Ubhara yang diberikan kepada warga Madura (foto: istimewa)

JAYAKARTA NEWS— Universitas Bhayangkara Surabaya memberikan bantuan instalasi pengolahan air limbah bertenaga surya kepada pengrajin batik tulis di Desa Paseseh Tanjung Bumi Bangkalan Madura.

Bantuan tersebut diberikan LPPM Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) lewat Program Produk Teknologi yang Didesiminasikan ke Masyarakat (PTDM) pada Tahun 2021.

Melalui dukungan dana hibah BRIN, Tim LLPM Ubhara Surabaya yang dipimpin Dr. Amirullah, ST, MT, dari Program Studi (Prodi) Teknik Elektro dengan anggota Ir. Tri Wardoyo, MT, dan Ir. Achmad Yulianto, MT dari Prodi Teknik Sipil membikin IPAL untuk proses produksi batik tulis berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

IPAL tersebut selanjutnya diberikan kepada dua mitra pengrajin batik tulis di Dusun Kramat Desa Paseseh Kecamatan Tanjung Bumi Bangkalan.
Teknologi IPAL berbasis tenaga surya tersebut sekaligus menjadi jawaban atas persoalan lingkungan yang selalu menjadi kendala dalam pengolahan limbah batik khususnya limbah cair. Limbah cair batik yang dibuang umumnya berasal dari proses pewarnaan, pencucian dan pelepasan malam atau lilin (pelorodan).

Limbah tersebut mengandung zat-zat pencemar yang kadarnya melebihi baku mutu.
Kondisi lapangan menunjukkan lapangan hampir semua UMKM batik tulis di Kecamatan Tanjung Bumi tidak mempunyai instalasi pengolahan limbah batik.

Pasca proses produksi batik tulis yang menggunakan bahan-bahan kimia kurang ramah lingkungan, pengrajin biasanya langsung membuang air limbah begitu saja ke selokan atau sungai terdekat.

Padahal pembuangan limbah batik langsung ke lingkungan tanpa proses pengolahan limbah terlebih dahulu, bisa mencemari lingkungan sekitarnya yaitu air dan tanah.

Amirullah selaku Ketua Tim saat ditemui di lokasi Mitra UMKM Batik Zulpah Madura di Desa Paseseh Kecamatan Tanjung Bumi Bangkalan pada Jumat (19/11) siang mengatakan, salah satu kelebihan dari IPAL buatannya adalah penggunaan sinar matahari sebagai sumber energi.

“Ini karena di wilayah Desa Paseseh Kecamatan Tanjung Bumi seringkali mengalami pemadaman listrik. Apalagi frekuensi pemadaman semakin meningkat pada musim penghujan”, ujarnya.

Karena itu, dalam proses pengolahan limbah batik, pihaknya memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi listrik melalui Pembangkit Photovoltaic (PV) atau PLTS. IPAL tersebut sudah selesai diujicoba dan saat ini sudah bisa digunakan dengan baik.

Secara teknis, lanjut Amirullah, PLTS menggunakan panel surya dengan daya total 900 Watt, Inverter Hibrid 1000 Watt, dan empat buat batere masing-masing berkapasitas 100 Ah dengan tegangan 12 Volt. Energi yang dihasilkan dari panel surya tersebut dipakai untuk mengerakkan pompa yang berfungsi menaikkan air limbah dari bak pengendap menuju bak koagulasi IPAL.

Total ada delapan bak IPAL batik tulis yang dibangun antara-lain: tiga buah bak pengendap dan perata aliran limbah, satu buah bak koagulasi, tiga buah bak absorbsi karbon aktif, dan satu buah bak kontrol akhir.
Kelebihan lainnya,

PLTS juga bisa dipakai sebagai sumber penerangan di malam hari dan sumber daya untuk canting listrik supaya pembatik di Desa Paseseh masih mampu membatik walaupun terjadi pemadaman listrik PLN. Apalagi ada dua mode operasi PLTS yang dipasang di Mitra.

Mode pertama bersifat mandiri (standalone) pada siang hari cuaca cerah, kapasitas batere penuh, dan beban listrik sesuai dengn kapasitas PV, sehingga PLTS mampu lepas (off-grid) dari jaringan listrik PLN 220 Volt.

Mode kedua bersifat on-grid pada siang hari cuaca mendung atau malam hari, sehingga panel PV tidak mampu mengisi batere secara penuh dan sebagian energi beban disuplai oleh sumber listrik PLN melalui inverter hibrid.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pelatihan desain motif batik-tulis baru motif kontemporer, dan motif ukiran khas Tanjung Bumi.

Pelatihan desain pola jahit desain baru terhadap baju berbahan kain batik tulis Tanjung-Bumi. Terakhir adalah pelatihan promosi penjualan kain batik tulis secara online.

“Kegiatan ini juga menggandeng mitra kelompok pembatik rumahan, pemasok bahan, dan bebera penjahit di Dusun Kramat Desa Paseseh,” pungkasnya. (poedji)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *