TIKI, Tua-tua Keladi

 TIKI, Tua-tua Keladi

Pelayanan TIKI yang mengutamakan pelayanan prima. (foto: tiki.id)

Jayakarta News – Ibarat pepatah, tua-tua kelapa, semakin tua semakin bersantan. Pepatah ini pas disandangkan untuk TIKI. Bahkan jika diibaratkan dengan pepatah tua-tua keladi, semakin tua, semakin menjadi, boleh juga untuk menggambarkan geliat nan mempesona perusahaan jasa pengiriman yang tengah memasuki usia setengah abad ini.

Di usianya yang ke-50, September 2020 ini, TIKI tetap kuat, kokoh, dan makin berkibar. Perusahaan ekspedisi dan kurir ini hadir nyaris di seluruh pelosok nusantara, dari ujung Sabang hingga ujung Merauke.

Perusahaan dengan nama lengkap PT Citra Van Titipan Kilat (“TIKI”), telah membuktikan diri sebagai jasa pengiriman yang bonafid. Bahkan, saat Indonesia terkena pandemi Covid-19 yang berdampak serius terhadap semua lini bisnis, TIKI nyaris tak tergoyahkan. Ia bahkan turut serta dan senantisa ikut menggerakkan perekonomian di pelosok Nusantara.

Dimulai 1 September 1970, perusahaan jasa pengiriman barang ini mengawali usahanya hanya dengan dua cabang utama yaitu di Pangkalpinang – Bangka Belitung dan Semarang – Jawa Tengah. Kini, TIKI telah menjadi berkembang menjadi ribuan gerai di hampir seluruh pelosok Indonesia.

Adalah Soeprapto Soeparno, bersama istrinya, Nuraini Soeprapto, yang merintis usaha ini. Ide mendirikan TIKI terinspirasi dari aktivitas seringnya Soeprapto bepergian ke luar kota. Ia sering dititipi barang oleh rekannya. Di samping, sering melihat penumpang di bandara membawa titipan barang dari luar kota.

Apa yang dilihat dan dialaminya itu dijadikannya sebagai peluang bisnis. Sejarah singkat berdirinya TIKI ini dipaparkan Ester Wiraseputra, Vice President Director PT Citra Van Titipan Kilat (“TIKI”) kepada Jayakarta News melalui surat elektronik (surel).

Kantor Pusat TIKI, Jl. Raden Saleh Raya No. 2 Jakarta Pusat. (foto: tiki.id)

Bermanfaat bagi Masyarakat

Soeprapto dan Nuraini sebagai pendiri dan pemegang saham TIKI, menjadikan rasa “kepedulian” sebagai landasan yang kuat untuk mencapai tujuan utama TIKI, yaitu selalu bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, sejak berdirinya TIKI, sudah dibuka kesempatan bagi masyarakat untuk bermitra. “Sejak awal berdiri, Bapak Soeprapto telah membuka kesempatan untuk bermitra. Membangun bisnis kurir bersama, masyarakat dengan TIKI,” papar Ester.

Hingga saat ini, TIKI telah memiliki jaringan operasional yang meliputi 65 kota besar di Indonesia, didukung oleh lebih dari 500 kantor perwakilan, lebih dari 3200 gerai dan lebih dari 12.000 karyawan di seluruh Indonesia.

Menurut Ester, ke depan TIKI ingin tetap bisa mengembangkan bisnis ini dan sebagai perusahaan asli Indonesia ingin agar tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Keberhasilan bisnis TIKI tidak lagi kami ukur dari materi yang kami peroleh tetapi lebih kepada seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat dengan kehadiran TIKI, banyak atau sedikitnya materi bukan menjadi indikator keberhasilan kami tetapi keberkahan merupakan indikator kami,” papar Ester.

Ester menjelaskan bahwa TIKI terus berkomitmen untuk menggerakkan roda perekonomian Tanah Air dan menghubungkan komunitas dari seluruh pelosok Indonesia melalui akses distribusi yang luas serta layanan yang inovatif berbasis teknologi. “Dalam menjalankan komitmen tersebut, kami menjalankan bisnis ini dengan berpegang pada budaya perusahaan yang telah mengakar,” jelasnya.

Budaya perusahaan yang dimaksud Ester ialah (1) Amanah: bisa dipercaya dalam melaksanakan tugas dengan jujur dan penuh tanggung jawab; (2) Komunikasi: menyampaikan dan menerima informasi dalam rangka menyamakan persepsi; (3) Komitmen: kesungguhan dalam melaksanakan kesepakatan. Kemudian (4) Kerja Sama: interaksi yang saling menghargai untuk mencapai tujuan perusahaan dan (5) Pikiran Terbuka: menerima perbedaan untuk perbaikan. Ke-5 hal inilah yang menjadi landasan manajemen TIKI dalam menjalankan kepemimpinan di TIKI dan menjadi teladan bagi seluruh karyawan.

Dijelaskannya juga, dalam era digital saat ini, berbagai produk dan layanan berbasis teknologi yang menjadi unggulan TIKI antara lain layanan JEMPOL(Jemput Online). Layanan ini, memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan dimanapun dan kurir TIKI akan datang menjemput barang kiriman di lokasi yang ditetapkan pelanggan tanpa dikenakan biaya tambahan; Aplikasi TIKIdimana konsumen dapat mengetahui besaran biaya kiriman, mengetahui kode pos, melakukan pemesanan dan melakukan pelacakan secara real time status barang kiriman dalam satu aplikasi; TIKI Online Booking (TOB) memungkinkan pelanggan melakukan pemesanaan melalui website; dan SMS Notificationdimana TIKI secara proaktif mengirimkan notifikasi secara otomatis terkait status kiriman kepada pengirim dan penerima. E-Signature dimana pelanggan dapat mengetahui siapa penerima barang dan kapan barang diterima yang diakses secara online dan real time.

“Seluruh fasilitas teknologi informasi yang dimiliki TIKI dikembangkan secara internal sehingga sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia,” papar Ester lagi. Selama 5 dekade ini, menurut Ester, menjadi bukti nyata bagaimana TIKI selalu berkomitmen untuk bertransformasi mengikuti perkembangan kebutuhan pelanggan di tiap eranya dengan berpegang pada tiga (3) area yaitu operational excellences (kualitas pelayanan terbaik dengan kapabilitas operasional yang mumpuni), customer intimacy (selalu mengutamakan kebutuhan dan kepentingan konsumen) dan product leadership (inovasi layanan).

Petugas TIKI siap mengantar paket. (foto: tiki.id)

Gerai Baru Terus Bermunculan

Karena itu tidak heran, jika di masa pandemi ini pun, TIKI masih terus diminati sebagai mitra untuk masyarakat dapat berusaha. Gerai baru bermunculan. Sebagai contoh di Jakarta, sampai saat ini hampir 500 gerai sebagai mitra. Namun, dalam beberapa bulan terakhir ini, masih ada puluhan gerai yang baru diresmikan.

Menurut Hamka Rasya, Marketing Keagenan TIKI DKI Jakarta, di masa pandemi ini ada sekitar 50 gerai yang baru diresmikan di Jakarta. “Agustus ini saja ada 6 gerai baru yang kami resmikan,” ujar Hamka kepada Jayakarta News.

Hamka mengakui bahwa animo masyarakat cukup besar untuk ikut dalam usaha ini sekalipun dalam masa pandemi ini. “Animonya meledak. Hampir setiap hari kami melakukan visit survey ke 4-5 lokasi pengajuan. Bahkan, saat ini, jadwal survei yang kosong itu adanya di awal September,” ujar Hamka lagi.

Dengan bangga Hamka menambahkan, besarnya keinginan masyarakat untuk bermitra dengan TIKI, “Tentu saja karena TIKI adalah brand jasa kurir yang ternama, terlama dan peluang usaha yang aman.” Untuk menjadi mitra agen penjualan di wilayah DKI Jakarta, TIKI memberikan harga Rp 17.500.000. Info lengkap Franchise Gerai TIKI DKI Jakarta bisa dilihat di https://tiki.id/id/sales-agent.

Dari enam gerai yang baru diresmikan pertengahan Agustus ini, ada dua milik Maya Hendrika Marika. Kedua gerai itu adalah gerai 712 dan 713 yang terletak di wilayah Jakarta Selatan. Namun, bagi Maya Hendrika Marika, dua gerai baru itu bukanlah “dunia” baru baginya.

Kisah Para Mitra

Maya, 18 Tahun Bermitra dengan TIKI

Wanita yang akrab dipanggil Maya ini, ternyata telah 18 tahun bermitra dengan TIKI. Dalam 18 tahun ini, wanita berusia 49 ini telah memiliki empat gerai. Usaha awal dimulai tahun 2003, dengan gerai pertamanya G-141 di Jl. Raya Srengseng Sawah No.12. Pada tahun 2010, Maya menambah usahanya yaitu gerai G-237 di Jl. Raya Moh. Kahfi 2:47 Jagakarsa. Dan tahun 2020 ini, tepatnya di bulan Agustus, gerainya bertambah lagi yaitu G-712 di Raya Moh. Kahfi 1 No 18, Cipedak, Jakarta Selatan dan G-713 di Jl. Moh. Kahfi 2 No.18, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Maya terjun dalam usaha ini, awalnya terinspirasi karena sering menggunakan jasa TIKI. “Saya membaca prospek itu, lalu saya mengajukan permohonan utk pembukaan gerai baru, dan saya sangat direspon baik oleh pihak TIKI Pusat, sehingga terjadi kerjasama ini,” ujar Maya melalui pesan WhatsApp.

Untuk usahanya itu, Maya mempersiapkan lokasi, perangkat komputer, dua orang staf. “Saya pakai mobil pribadi jika ada barang besar untuk mengantarnya dan ada satu unit motor.”

Menurut Maya, ia memilih TIKI, karena ini adalah bisnis yang paling menjanjikan untuk masa depan. “Selain sudah dikenal masyarakat Indonesia ke seluruh pelosok negeri, sistem kerjasamanya sangat baik, dengan semua fasilitas program IT, SOP yang di terapkan, serta payung hukum yang dibuat secara matang dan baik, maka kami selaku owner merasa terlindungi. Masing-masing divisi, mulai dari marketing keagenan, kordinator wilayah, dan lainnya, sangat pro aktif membina semua gerainya,” papar Maya lagi.

Maya mengakui jarang terjadi kendala. Bahkan, katanya, “Hampir mendekati 100 persen sempurna penyampaian paket, sesuai estimasi yang dijanjikan. Jika pun ada masalah, biasanya, keterlambatan penyampaian, itu pun biasanya karena alamat yang diberikan pelanggan tidak lengkap atau si penerima sudah pindah rumah, bisa juga karena rumah kosong dan tidak mencantunkan no telepon.” Dan, untuk mengatasi masalah tersebut, kata Maya, “Kami mempunyai customer service yang selalu siap melayani keluhan, dan biasanya terselesaikan dengan baik.”

Jika ada barang hilang, menurutnya, Tiki pusat sudah bekerjasama dengan pihak asuransi. “Dan, di gerai saya hampir 99 persen tidak pernah terjadi,” ujarnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Maya mengakui kalau gerainya tidak terimbas sama sekali. “Kondisi gerai saya tidak ada imbasnya dengan pandemi covid -19. Bahkan, semakin ramai.”

Sugianto, Dua Tahun Bermitra dengan Tiki

Gerai 503 di Karang Anyar Raya, Jakarta Pusat adalah milik Sugianto yang dibuka sejak 23 September 2017. Hampir setiap hari, setidaknya ada 50 pelanggan datang memakai jasa TIKI di gerai milik Sugianto ini.

“Kami memilih bermitra dengan TIKI, karena TIKI itu pelopor, perintis, pioner, terdepan di bidang logistik. Merk dagang Tiki sudah sejak lama dikenal di Indonesia. Suatu perusahan bisa tetap eksis selama 50 tahun, bukti bahwa TIKI mempunyai tempat tersendiri di hati masyarakat luas penguna jasa logistik,” papar Sugianto masih melelui pesan WhatsApp.

Kepercayaan masyarakat kepada TIKI yang memang sudah ada dan terbentuk, menurutnya harus dijaga dan bahkan harus dibangun juga oleh para pemilik gerai. Sugianto menjelaskan, dalam dua tahun ini, bukan berarti semua berjalan mulus.

“Pastilah, setiap hari menghadapi pelangan, ada saja pertanyaan, misalnya terkait tarif, estimasi waktu, komplain asuransi, salah tujuan, alamat tidak jelas, dan lain-lain. Itu semua wajar kaitannya dengan logistik,” papar Sugianto lagi. Namun ujarnya, “Kami siap dan senang hati melayani semua itu. Bilamana masalahnya urgent, kami berkoordinasi dengan Kordinator Wilayah dan Costumer Service yang selama ini telah sangat membantu.”

Berbagai jenis barang dikirim melalui gerainya dari spare part mobil sampai bumbu masakan. “Wah, segala macem dikirim,” ujar Sugianto. “Dari spare part (mobil, motor, onderdil mesin, alat-alat berat), alat-alat teknik, alat-alat dental, asesoris aquaium, stempel, pedagang online pakaian, sampai bumbu masakan. Semua kami kirim dengan hati-hati dan bertanggung jawab,” tandasnya.

Baik Maya maupun Sugianto, para pemilik gerai, dalam menjalani usaha ekspedisi dan kurir ini, melaksanakan kiat usaha yaitu memberikan layanan yang ramah, komitmen waktu, dan jika terjadi komplain harus lebih diperhatikan dan diservis supaya tidak kecewa. Sehingga pelanggan akan kembali lagi ke gerai tersebut untuk bertransaksi.

Maya dan Sugianto adala contoh pemilik gerai yang sukses dalam usaha ekspedisi dan kurir setelah bermitra dengan TIKI. Ada banyak Maya dan Sugianto lainnya, tersebar di pelosok Tanah Air, ikut merasakan peranan TIKI dalam menggerakkan roda perekonomian yang merata di seluruh pelosok wilayah Indonesia.

TIKI, semula hanya dua cabang utama di Pangkalpinang dan Semarang pada September 1970. Kini, usianya 50 tahun, TIKI memiliki jaringan operasional yang meliputi 65 kota besar di Indonesia, didukung lebih dari 500 kantor perwakilan, lebih dari 3.200 gerai dan lebih dari 12.000 karyawan di seluruh Indonesia. Dan, angka ini akan terus bertambah. Seperti kelapa, semakin tua, semakin banyak santannya, maka TIKI akan semakin berumur, semakin banyak gerainya di seluruh Indonesia.

Ingin mengikuti jejak sukses Maya dan Sugianto? Pelajari link di bawah ini. (Melva Tobing)

https://tiki.id/id/sales-agent

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *