TIKI Targetkan Pertumbuhan 20-25 Persen pada 2021

JAYAKARTA NEWS – Perusahaan ekspedisi terkemuka  PT. Citra Van Titipan Kilat (“TIKI”) mentargetkan angka pertumbuhan sebesar 20-25 persen pada tahun 2021.  Angka ini naik dibanding pertumbuhan tahun 2020 yang mencapai 10-15 persen.   

“Di tahun 2021 ini, TIKI akan fokus mengembangkan berbagai layanan digital untuk kemudahan transaksi, dan menggarap pasar berbasis komunitas dengan tetap konsisten meningkatkan kepemimpinan TIKI dalam keandalan distribusi, dan inovasi produk,” kata Yulina Hastuti, Direktur Utama “TIKI” pada acara peresmian fasilitas Drive Thru dan peluncuran SOBATIKI di Jakarta, Rabu (17/3).

Yulina menegaskan perusahaan akan terus melayani negeri dalam memenuhi kebutuhan distribusi yang merata ke seluruh wilayah Indonesia dengan secara konsisten melakukan inovasi fasilitas dan layanan, serta perluasan jaringan yang tersebar dan menjangkau hingga seluruh pelosok negeri. 

Fasilitas Drive Thru

Pada Rabu (17/3) TIKI membuka fasilitas layanan Drive Thru di TB Simatupang Jakarta Selatan. Sebelumnya TIKI telah memiliki dua  fasilitas DRIVE THRU di Jakarta yaitu di TIKI Pemuda dan TIKI Duren Tiga. Fasilitas Drive Thru ini  juga sudah dibuka di  kota Pekanbaru.

“Fasilitas DRIVE THRU merupakan fasilitas unggulan TIKI yang makin banyak diminati para pelanggan terutama di masa pandemi. Pelanggan dapat mengirim paketnya tanpa perlu turun dari kendaraan sehingga mengurangi kontak fisik,” kata Yulina yang didampingi oleh Wakil Direktur Utama TIKI Esther Wiraseputra dan Direktur Operasional dan Jaringan, Ahmad Ferwito.

TIKI memiliki fasilitas Drive Thru  sejak 2003 yaitu di Jalan Pemuda Jakarta. TIKI merupakan pionir dan satu-satunya jasa kurir yang memiliki fasilitas ini. Penambahan fasilitas Drive Thru di TB. Simatupang  bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan akan berbagai pilihan layanan yang semakin memudahkan dan mengurangi terjadinya kontak fisik di masa pandemi ini. Jempol (Jemput Online) dan Drive Thru  menjadi pilihan layanan yang paling banyak diminati oleh pelanggan saat ini.

“Kami akan melihat potensi replikasi fasilitas DRIVE THRU ini di kota-kota lainnya bersama para mitra keagenan kami dengan tujuan untuk memberikan pengalaman lebih bagi para pelanggan dalam bertransaksi bersama TIKI,” tutur Yulina.

Yulina Hastuti, Direktur Utama TIKI (tengah); Ester Wiraseputra, Wakil Direktur Utama TIKI (kiri); dan Ahmad Ferwito, Direktur Operasional & Jaringan TIKI (kanan) meresmikan pembukaan fasilitas DRIVE THRU di TB Simatupang – Jakarta Selatan, dan peluncuran program loyalitas SOBATIKI. (foto: TIKI)

SOBATIKI

Bersamaan dengan pembukaan fasilitas Drive Thru TB Simatupang di kawasan Jakarta Selatan kemarin, TIKI juga meluncurkan  SOBATIKI.  Program  ini akan memberikan pengalaman lebih bagi pelanggan dalam hal kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi, sekaligus menikmati berbagai keuntungan lebih.

“Hari ini, kami juga meluncurkan program loyalitas dengan nama SOBATIKI dan dalam format digital yang akan menawarkan lebih banyak keuntungan dan fasilitas khusus bagi para pelanggan setia TIKI. Salah satunya, pemilik e-card SOBATIKI akan mendapatkan poin dalam setiap transaksi yang nantinya dapat ditukarkan voucher diskon dari berbagai merchant menarik, serta memperoleh berbagai promo eksklusif. SOBATIKI dapat diakses di Aplikasi TIKI – satu aplikasi untuk seluruh kebutuhan pengiriman,” kata Yulina.

Untuk mendaftarkan diri di SOBATIKI, pelanggan dapat mengisi formulir pendaftaran di Aplikasi TIKI dengan cara unduh di google play lalu masukan email dan nomor kontak, pelanggan dapat menukarkan poin dengan voucher gratis ongkir dan voucher merchant. Aplikasi TIKI merupakan aplikasi digital yang memudahkan pengaturan pengiriman paket cukup melalui telepon genggam, mulai dari cek tarif, cek lokasi gerai TIKI terdekat, info produk, permintaan layanan JEMPOL (Jemput Online), hingga cek status kiriman. TIKI juga baru-baru ini menambahkan fitur Games Mas TIKI di Aplikasi TIKI untuk menambah hiburan dan mempererat interaksi TIKI dengan pelanggan. (Ernaningtyas)

“TIKI” Ajak Pelanggan Dukung Gerakan Literasi “BuKa BuKa”

JAYAKARTA NEWS – PT. Citra Van Titipan Kilat (“TIKI”), perusahaan jasa pengiriman terkemuka Indonesia menyelenggarakan program “Buku Kamu Buat mereKa” (BuKa BuKa). Lewat program ini TIKI mengajak para pelanggan dan masyarakat Indonesia umumnya untuk mendukung budaya berbagi dan gerakan budaya baca anak Indonesia.

BuKa BuKa merupakan salah satu program tanggung jawab perusahaan yang dilakukan setiap tahun untuk menggalang pengumpulan buku-buku bekas layak pakai yang diperuntukkan bagi anak-anak usia SD dan SMP untuk meningkatkan minat baca, menambah pengetahuan anak-anak Indonesia dan memfasilitasi mereka dengan buku-buku yang berkualitas.

“TIKI menaruh perhatian besar terhadap pendidikan terutama menumbuhkan minat dan budaya baca anak-anak Indonesia. Sejak 5 tahun terakhir TIKI melakukan penggalangan buku bacaan untuk anak mengingat salah satu kendala dalam membangun minat baca adalah kurangnya akses terhadap buku-buku bacaan yang berkualitas. Melalui inisiatif ini, kami berharap dapat membantu menjembatani kebutuhan anak-anak akan buku-buku bacaan,” kata Yulina Hastuti, President Director TIKI dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (9/3).

Yulina menyatakan bahwa sebelumnya program Buka Buka terpusat di wilayah Jabodetabek. Namun tahun ini, program tersebut diselenggarakan secara lebih luas di seluruh jaringan operasional TIKI di 66 kota besar di Indonesia. Harapannya akan lebih banyak pelanggan TIKI dan masyarakat Indonesia yang berpartisipasi dan lebih banyak buku yang terkumpul. Buku-buku yang terkumpul tersebut nantinya akan disalurkan melalui berbagai taman baca dan didistribusikan kepada anak-anak di masing-masing kota tersebut.

Para pelanggan maupun masyarakat yang ingin  berpartisipasi dapat menyerahkan donasi buku melalui gerai TIKI. Adapun kategori buku yang dapat didonasikan antara lain buku bacaan baru/bekas, buku pendidikan karakter, buku kurikulum yang masih berlaku untuk usia SD hingga SMP, buku non-SARA, dan buku tulis atau buku gambar baru. Periode pengumpulan dibuka mulai 15 Februari hingga 30 April 2021 di seluruh gerai TIKI.

“Mengutip Daoed Joesoef dalam karyanya Bukuku, Kakiku tahun 2004, Demokrasi hanya akan berkembang di suatu masyarakat yang para warganya adalah pembaca, maka mari kita dukung gerakan literasi dengan ikut terlibat dan berbagi buku-buku bacaan yang kita miliki untuk anak-anak Indonesia lainnya yang membutuhkan,” tutup Yulina. (nin)

Promo Awal Tahun “TIKI”

Kirim Paket Esok Hari Sampai Dari dan Ke Jabodetabek Hanya Rp 12 Ribu/Kg

JAYAKARTA NEWS – PT. Citra Van Titipan Kilat (“TIKI”), perusahaan jasa pengiriman terkemuka di Indonesia, menggenjot transaksi pengiriman di awal tahun 2021 ini dengan memberikan promo  tarif city courier.  Promo ini khusus  untuk pengiriman paket dari dan ke wilayah Jabodetabek, yaitu sebesar Rp 8 ribu/kg untuk produk REG (Regular) dan Rp 12 ribu/kg untuk produk ONS (Over Night Service).

“Jabodetabek merupakan salah satu wilayah dengan volume pengiriman terbesar dengan kontribusi 50% terhadap volume pengiriman TIKI untuk wilayah Jawa. Aktivitas industri, e-commerce, farmasi dan hobi merupakan penunjang transaksi pengiriman di wilayah ini. Produk Regular dan Over Night Service menjadi produk yang paling banyak diminati oleh para pelanggan kami di wilayah ini. Hal inilah yang melatarbelakangi diluncurkannya promo produk REG dan ONS untuk memberikan keuntungan lebih bagi para pelanggan kami,”  kata Yulina Hastuti, President Director TIKI dalam siaran pers di Jakarta (8/1).

Periode promo ini berlaku mulai dari 4 Januari 2021 hingga 3 Februari 2021 untuk transaksi baik melalui sales counter dan gerai TIKI di seluruh Jabodetabek, maupun pemesanan melalui layanan JEMPOL (Jemput Online) di aplikasi TIKI dan TIKI Online Booking yang dapat di akses di website tiki.id.

Untuk pengiriman yang membutuhkan kecepatan waktu, produk Over Night Service memberikan jaminan paket tiba esok hari. Sementara itu untuk pengiriman yang tidak membutuhkan kecepatan, produk Regular dapat menjadi pilihan pengiriman dengan biaya yang lebih ekonomis. Adapun untuk wilayah Jabodetabek, jenis-jenis barang yang paling banyak dikirimkan antara lain dokumen, pakaian, kosmetik, obat-obatan, ikan hias dan aksesoris.(Ernaningtyas)

TIKI Dukung Bisnis Ikan dan Tanaman Hias dengan Layanan Pengiriman Terintegrasi

JAYAKARTA NEWS – PT Citra Van Titipan Kilat (“TIKI”) perusahaan jasa pengiriman terkemuka di Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra pengiriman terpercaya bagi para penggemar dan pebisnis ikan dan tanaman hias. Dukungan itu diwujudkan dalam rupa-rupa layanan yakni  pengemasan khusus, pengurusan surat karantina, serta pilihan pengiriman via udara, laut dan darat yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

“Meningkatnya hobi ikan dan tanaman hias yang terjadi selama pandemi ini, perlu dibarengi dengan pemahaman terkait keamanan pengiriman dan kebijakan yang berlaku terutama dari otoritas angkutan udara. Mengingat ikan dan tanaman hias termasuk dalam kategori Special Cargo yang membutuhkan penanganan khusus. Hal ini sangat penting agar proses pengiriman dapat berjalan dengan lancar, aman dan diterima dalam kondisi yang baik,” kata Yulina Hastuti dalam Virtual Media Briefing “Bisnis Ikan dan Tamanam Hias Mendulang Untung di Tengah Pandemi, Kamis (26/11).

Tak sekadar urusan pengiriman barang, TIKI juga berinisiatif melakukan edukasi kepada para pebisnis ikan dan tanaman hias. Ini terkait aspek-aspek penting yang harus diperhatikan dalam pengiriman ikan dan tanaman hias, serta kebijakan yang berlaku untuk pengiriman jalur udara antara lain terkait biaya surcharge, batas minimum berat kiriman dan surat karantina.

Volume pengiriman ikan dan tanaman hias meningkat signifikan selama masa pandemi. Pada bulan Agustus dan Oktober 2020 peningkatan mencapai lebih dari 100 persen dari total volume pada periode Januari hingga Juli 2020. Beberapa komoditas ikan hias yang mengalami peningkatan pengiriman antara lain ikan cupang, ikan guppy, louhan, cichlid, discus. Sementara tanaman hias mencakup philodendron, monstera, caladium, syingonium. Tujuan pengiriman terbesar di wilayah Jawa, diikuti Pontianak, Tarakan, Makassar, Batam, Medan dan beberapa kota lainnya di Sumatera.

Aspek Penting

Berikut adalah aspek yang perlu diperhatikan dan tips ketika pebisnis melakukan pengiriman ikan dan tanaman hias. Pertama, Kebijakan berat minimal kiriman Special Cargo untuk penerbitan Surat Muatan Udara (SMU) adalah minimal 10 Kg. Untuk menyiasati tarif pengurusan Surat Muatan Udara ini, biasanya jasa kurir akan membantu menggabungkan pengiriman dari beberapa pengusaha budidaya ikan / tanaman hias dengan tujuan yang sama agar dikirim dalam satu SMU. Atau biasanya anggota komunitas budidaya ikan / tanaman hias juga sering berkomunikasi satu sama lain untuk menggabungkan pengirimannya.

Kedua, biaya surcharge adalah biaya penanganan, mengingat ikan dan tanaman membutuhkan penanganan khusus dan tidak bercampur dengan barang lainnya dalam kategori genco (general cargo).

Ketiga, pengurusan surat karantina. Ikan dan tanaman hias merupakan jenis kargo dengan kategori Special Cargo sehingga dibutuhkan surat karantina sebagai surat jalan yang menjadi persyaratan untuk pengiriman ikan dan tanaman hias ke luar pulau. TIKI memiliki layanan pengurusan surat karantina yang akan semakin memudahkan pelanggan.

Keempat, perhatikan kerapian dan ketepatan penggunaan media untuk pengemasan produk yang akan dikirim agar menjaga kondisi produk tetap aman. Penting juga untuk mengondisikan ikan dan tanaman tersebut agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi selama dalam pengiriman. Contohnya untuk media pengiriman tanaman sebaiknya memperhatikan ukuran tanaman tersebut apakah cukup menggunakan kardus atau harus menggunakan kayu pallet. Akar tanaman juga sebaiknya dibungkus tanah yang telah diberi nutrisi. Untuk pengiriman ikan, periksa ph air dan oksigen dalam air cukup selama pengiriman. Lapisi plastik ikan dengan koran dan gunakan styrofoam.

Pilihan Layanan

Adapun untuk pengiriman ikan dan tanaman hias ini, TIKI menyediakan berbagai pilihan produk layanan. Untuk pengiriman yang mengutamakan kecepatan, TIKI memiliki produk Over Night Service (ONS) dan Two Days Service (TDS). Sementara untuk pengiriman dengan biaya yang ekonomis, TIKI memiliki produk Regular (REG) dan Economy (ECO).

“Dengan berbagai pilihan produk layanan ini, penjual maupun pembeli memiliki fleksibilitas disesuaikan dengan kebutuhan pengirimannya. Tentunya dengan kualitas layanan yang terbaik,” kata Yulina.

Hadir dalam acara Media Briefing TIKI dua pebisnis muda, Muhammad Rizky Rakayanto Founder Fishkinianofficial dan Anjar Founder Delfawood.  Keduanya mengakui selama bisnis masing-masing mengalami lonjakan di kala pandemi ini.

“Bulan Maret 2020, bisnis cupang mengalami penurunan, tetapi setelah PSBB diberlakukan dan orang bekerja di rumah, bisnis saya melonjak sepuluh kali lipat,” aku Rizky yang berbisnis ikan cupang sejak 2016.  Kreatif dan selalu menampilkan hal baru menjadi resep Rizky agar bisnis ikannya terus bertahan bahkan berkembang.

Anjar, wanita muda yang menekuni bisnis tananam hias utamanya philodendron juga mengaku bahwa di masa pandemi ini bisnisnya mengalami lonjakan permintaan. Bahkan, di saat permintaan naik dan persediaan kosong, ia mendatangkan tanaman dari luar negeri.  “Kita harus menciptakan tren, jangan hanya ikut arus pasar agar berbeda dari yang lain,” kata Anjar memberikan tips agar bisnis tetap langgeng. 

Baik Rizky maupun Anjar selama ini mengandalkan pengiriman barang ke konsumen melalui jasa TIKI.  Menurut pengakuan keduanya, baru TIKI yang memberikan layanan pengiriman benda hidup, ikan cupang dan tanaman hias dengan berbagai fasilitas kemudahannya. (Ernaningtyas)

Dukung Transaksi Daring di Jabodetabek, TIKI Luncurkan Promo Eco Libas

Jayakarta News – PT Citra Van Titipan Kilat (“TIKI”) meluncurkan promo Eco Libas (lima kilo bayar satu kilo) untuk pengiriman menggunakan produk ekonomi dengan rute tujuan dari dan ke seluruh wilayah Jabodetabek. Setiap pengiriman barang dengan berat minimal 1 kg dan maksimal 5 kg pertama, pelanggan berhak mendapatkan harga flat sebesar Rp 8.000. Promo ini berlaku selama periode 15 Oktober hingga 14 November 2020.

Tiki meluncurkan fasilitas Eco Libas untuk mendukung transaksi daring yang kian marak selama pandemi. “Sepanjang Bulan Oktober dan November ini banyak pelapak online yang mengadakan promo diskon. Promo Eco Libas menyasar salah satunya adalah transaksi daring yang selama pandemi ini meningkat cukup signifikan. Dalam rangka menggairahkan transaksi daring ini, TIKI ikut berbagi promo diskon ongkos kirim yang akan semakin memeriahkan pesta diskon belanja online Anda,” kata Yulina Hastuti, President Director TIKI.

Dalam siaran pers TIKI (19/10), Yulina menyatakan bahwa promo Eco Libas ini akan memberikan ketenangan pikiran bagi konsumen untuk berbelanja tanpa harus khawatir dengan ongkos kirim yang tinggi. Promo ini  memberikan pilihan pengiriman yang super hemat dari dan ke seluruh wilayah Jabodetabek.

Promo Eco Libas berlaku untuk transaksi pengiriman melalui sales counter, gerai TIKI, layanan JEMPOL, dan TIKI Online Booking. Dengan memanfaatkan Layanan JEMPOL (Jemput Online) dan TIKI Online Booking, pelapak juga akan mendapatkan kemudahan proses booking tanpa harus antri. (Ernaningtyas)

Peringati Ulang Tahun Emas, TIKI Luncurkan Buku “Pelopor Kurir di Tanah Air”

Jayakarta News – Dalam rangka memperingati Ulang Tahun Emas yang jatuh pada tanggal 1 September 2020,  PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI)  meluncurkan buku “Pelopor Kurir di Tanah Air”.  Buku ini berisi perjalanan dan transformasi perusahaan selama 50 tahun berada di kancah bisnis kurir dan ekspedisi Indonesia.  Pencapaian  TIKI di usianya yang ke-50 ini menjadi pengalaman dan pengetahuan yang layak untuk dibagikan kepada masyarakat terutama generasi muda Indonesia.

“Terima kasih kepada para mitra waralaba, karyawan, para konsumen, pemangku kebijakan dan rekan-rekan media atas dukungan dan kepercayaannya kepada kami. Target kami 3-5 tahun ke depan  dapat terus mempertahankan kepemimpinan kami di industri ini dengan fokus dalam pengembangan jaringan distribusi agar dapat menjangkau hingga lebih dari 90% wilayah Indonesia,”  kata Ester Wiraseputra, Vice President Director PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) pada acara Ulang Tahun Emas TIKI yang dihadiri jajaran manajemen  dan disiarkan secara daring  untuk kalangan media di seluruh Indonesia.

Pada ulang tahunnya yang ke 50 itu TIKI juga meluncurkan promo cash back 50 % dan berbagi dengan anak yatim yang diinisiasi oleh seluruh kantor cabang TIKI. Promo cashback 50% berlaku untuk produk ONS, REG dan ECO dengan berat minimal 3 kg untuk wilayah Jawa – Bali – Sumatera mulai dari 27 Agustus hingga 26 September 2020.

Ester menyatakan bahwa perusahaannya terus melakukan inovasi layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Pengembangan dan perluasan cakupan produk dan layanan TIKI di seluruh Indonesia antara lain layanan TIKI Drive Thru 24  hours, TIKI PUTAR, TIKI SERLOK, inovasi untuk layanan korporat serta memperkuat infrastruktur  operasional dengan mengutamakan teknologi otomasi dan teknologi digital.              

“TIKI secara konsisten menjadi pionir dalam berbagai produk dan layanan yang menjadi unggulan tiap masanya dan hingga saat ini. Pertengahan tahun ini kami kembali meluncurkan produk dan layanan baru untuk wilayah DKI Jakarta yaitu TIKI PUTAR (Jemput Antar) yang memberikan pilihan pengantaran dalam hitungan jam di hari yang sama, dan lebih cepat dari produk Same Day Service, serta TIKI SERLOK (Seller Online Booking) – Layanan baru bagi para online seller yang menawarkan berbagai kemudahan dalam melakukan transaksi pengiriman dengan TIKI mulai dari gratis pick up, diskon, fasilitas COD hingga pelunasan H+2 setelah transaksi,” ungkap Ester.

Diawali dengan dua cabang utama di Pangkalpinang dan Semarang, saat ini TIKI memiliki jaringan operasional yang meliputi 66 kota besar di Indonesia, didukung oleh lebih dari 500 kantor perwakilan, lebih dari 3700 gerai dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Indonesia. TIKI membangun kemitraan dengan para wirausaha lokal, bertumbuh bersama dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kemitraan waralaba dengan lebih dari 3.000 mitra keagenan/waralaba di seluruh Indonesia.

Selama 5 dekade, TIKI semakin memantapkan posisinya sebagai pionir dan pemimpin di industri jasa kurir dan logistik yang telah terbukti menjadi mitra yang tangguh dan dapat diandalkan oleh para pelaku bisnis di berbagai situasi ekonomi termasuk kondisi pandemi seperti saat ini. Ke depannya, TIKI akan terus berkomitmen melayani negeri dan menggerakkan roda aktivitas ekonomi di Indonesia melalui jaringan yang tersebar di seluruh pelosok negeri, serta inovasi layanan pengiriman yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha, baik besar maupun UMKM baik korporasi maupun perorangan. (Ernaningtyas)

TIKI, Tua-tua Keladi

Jayakarta News – Ibarat pepatah, tua-tua kelapa, semakin tua semakin bersantan. Pepatah ini pas disandangkan untuk TIKI. Bahkan jika diibaratkan dengan pepatah tua-tua keladi, semakin tua, semakin menjadi, boleh juga untuk menggambarkan geliat nan mempesona perusahaan jasa pengiriman yang tengah memasuki usia setengah abad ini.

Di usianya yang ke-50, September 2020 ini, TIKI tetap kuat, kokoh, dan makin berkibar. Perusahaan ekspedisi dan kurir ini hadir nyaris di seluruh pelosok nusantara, dari ujung Sabang hingga ujung Merauke.

Perusahaan dengan nama lengkap PT Citra Van Titipan Kilat (“TIKI”), telah membuktikan diri sebagai jasa pengiriman yang bonafid. Bahkan, saat Indonesia terkena pandemi Covid-19 yang berdampak serius terhadap semua lini bisnis, TIKI nyaris tak tergoyahkan. Ia bahkan turut serta dan senantisa ikut menggerakkan perekonomian di pelosok Nusantara.

Dimulai 1 September 1970, perusahaan jasa pengiriman barang ini mengawali usahanya hanya dengan dua cabang utama yaitu di Pangkalpinang – Bangka Belitung dan Semarang – Jawa Tengah. Kini, TIKI telah menjadi berkembang menjadi ribuan gerai di hampir seluruh pelosok Indonesia.

Adalah Soeprapto Soeparno, bersama istrinya, Nuraini Soeprapto, yang merintis usaha ini. Ide mendirikan TIKI terinspirasi dari aktivitas seringnya Soeprapto bepergian ke luar kota. Ia sering dititipi barang oleh rekannya. Di samping, sering melihat penumpang di bandara membawa titipan barang dari luar kota.

Apa yang dilihat dan dialaminya itu dijadikannya sebagai peluang bisnis. Sejarah singkat berdirinya TIKI ini dipaparkan Ester Wiraseputra, Vice President Director PT Citra Van Titipan Kilat (“TIKI”) kepada Jayakarta News melalui surat elektronik (surel).

Kantor Pusat TIKI, Jl. Raden Saleh Raya No. 2 Jakarta Pusat. (foto: tiki.id)

Bermanfaat bagi Masyarakat

Soeprapto dan Nuraini sebagai pendiri dan pemegang saham TIKI, menjadikan rasa “kepedulian” sebagai landasan yang kuat untuk mencapai tujuan utama TIKI, yaitu selalu bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, sejak berdirinya TIKI, sudah dibuka kesempatan bagi masyarakat untuk bermitra. “Sejak awal berdiri, Bapak Soeprapto telah membuka kesempatan untuk bermitra. Membangun bisnis kurir bersama, masyarakat dengan TIKI,” papar Ester.

Hingga saat ini, TIKI telah memiliki jaringan operasional yang meliputi 65 kota besar di Indonesia, didukung oleh lebih dari 500 kantor perwakilan, lebih dari 3200 gerai dan lebih dari 12.000 karyawan di seluruh Indonesia.

Menurut Ester, ke depan TIKI ingin tetap bisa mengembangkan bisnis ini dan sebagai perusahaan asli Indonesia ingin agar tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Keberhasilan bisnis TIKI tidak lagi kami ukur dari materi yang kami peroleh tetapi lebih kepada seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat dengan kehadiran TIKI, banyak atau sedikitnya materi bukan menjadi indikator keberhasilan kami tetapi keberkahan merupakan indikator kami,” papar Ester.

Ester menjelaskan bahwa TIKI terus berkomitmen untuk menggerakkan roda perekonomian Tanah Air dan menghubungkan komunitas dari seluruh pelosok Indonesia melalui akses distribusi yang luas serta layanan yang inovatif berbasis teknologi. “Dalam menjalankan komitmen tersebut, kami menjalankan bisnis ini dengan berpegang pada budaya perusahaan yang telah mengakar,” jelasnya.

Budaya perusahaan yang dimaksud Ester ialah (1) Amanah: bisa dipercaya dalam melaksanakan tugas dengan jujur dan penuh tanggung jawab; (2) Komunikasi: menyampaikan dan menerima informasi dalam rangka menyamakan persepsi; (3) Komitmen: kesungguhan dalam melaksanakan kesepakatan. Kemudian (4) Kerja Sama: interaksi yang saling menghargai untuk mencapai tujuan perusahaan dan (5) Pikiran Terbuka: menerima perbedaan untuk perbaikan. Ke-5 hal inilah yang menjadi landasan manajemen TIKI dalam menjalankan kepemimpinan di TIKI dan menjadi teladan bagi seluruh karyawan.

Dijelaskannya juga, dalam era digital saat ini, berbagai produk dan layanan berbasis teknologi yang menjadi unggulan TIKI antara lain layanan JEMPOL(Jemput Online). Layanan ini, memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan dimanapun dan kurir TIKI akan datang menjemput barang kiriman di lokasi yang ditetapkan pelanggan tanpa dikenakan biaya tambahan; Aplikasi TIKIdimana konsumen dapat mengetahui besaran biaya kiriman, mengetahui kode pos, melakukan pemesanan dan melakukan pelacakan secara real time status barang kiriman dalam satu aplikasi; TIKI Online Booking (TOB) memungkinkan pelanggan melakukan pemesanaan melalui website; dan SMS Notificationdimana TIKI secara proaktif mengirimkan notifikasi secara otomatis terkait status kiriman kepada pengirim dan penerima. E-Signature dimana pelanggan dapat mengetahui siapa penerima barang dan kapan barang diterima yang diakses secara online dan real time.

“Seluruh fasilitas teknologi informasi yang dimiliki TIKI dikembangkan secara internal sehingga sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia,” papar Ester lagi. Selama 5 dekade ini, menurut Ester, menjadi bukti nyata bagaimana TIKI selalu berkomitmen untuk bertransformasi mengikuti perkembangan kebutuhan pelanggan di tiap eranya dengan berpegang pada tiga (3) area yaitu operational excellences (kualitas pelayanan terbaik dengan kapabilitas operasional yang mumpuni), customer intimacy (selalu mengutamakan kebutuhan dan kepentingan konsumen) dan product leadership (inovasi layanan).

Petugas TIKI siap mengantar paket. (foto: tiki.id)

Gerai Baru Terus Bermunculan

Karena itu tidak heran, jika di masa pandemi ini pun, TIKI masih terus diminati sebagai mitra untuk masyarakat dapat berusaha. Gerai baru bermunculan. Sebagai contoh di Jakarta, sampai saat ini hampir 500 gerai sebagai mitra. Namun, dalam beberapa bulan terakhir ini, masih ada puluhan gerai yang baru diresmikan.

Menurut Hamka Rasya, Marketing Keagenan TIKI DKI Jakarta, di masa pandemi ini ada sekitar 50 gerai yang baru diresmikan di Jakarta. “Agustus ini saja ada 6 gerai baru yang kami resmikan,” ujar Hamka kepada Jayakarta News.

Hamka mengakui bahwa animo masyarakat cukup besar untuk ikut dalam usaha ini sekalipun dalam masa pandemi ini. “Animonya meledak. Hampir setiap hari kami melakukan visit survey ke 4-5 lokasi pengajuan. Bahkan, saat ini, jadwal survei yang kosong itu adanya di awal September,” ujar Hamka lagi.

Dengan bangga Hamka menambahkan, besarnya keinginan masyarakat untuk bermitra dengan TIKI, “Tentu saja karena TIKI adalah brand jasa kurir yang ternama, terlama dan peluang usaha yang aman.” Untuk menjadi mitra agen penjualan di wilayah DKI Jakarta, TIKI memberikan harga Rp 17.500.000. Info lengkap Franchise Gerai TIKI DKI Jakarta bisa dilihat di https://tiki.id/id/sales-agent.

Dari enam gerai yang baru diresmikan pertengahan Agustus ini, ada dua milik Maya Hendrika Marika. Kedua gerai itu adalah gerai 712 dan 713 yang terletak di wilayah Jakarta Selatan. Namun, bagi Maya Hendrika Marika, dua gerai baru itu bukanlah “dunia” baru baginya.

Kisah Para Mitra

Maya, 18 Tahun Bermitra dengan TIKI

Wanita yang akrab dipanggil Maya ini, ternyata telah 18 tahun bermitra dengan TIKI. Dalam 18 tahun ini, wanita berusia 49 ini telah memiliki empat gerai. Usaha awal dimulai tahun 2003, dengan gerai pertamanya G-141 di Jl. Raya Srengseng Sawah No.12. Pada tahun 2010, Maya menambah usahanya yaitu gerai G-237 di Jl. Raya Moh. Kahfi 2:47 Jagakarsa. Dan tahun 2020 ini, tepatnya di bulan Agustus, gerainya bertambah lagi yaitu G-712 di Raya Moh. Kahfi 1 No 18, Cipedak, Jakarta Selatan dan G-713 di Jl. Moh. Kahfi 2 No.18, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Maya terjun dalam usaha ini, awalnya terinspirasi karena sering menggunakan jasa TIKI. “Saya membaca prospek itu, lalu saya mengajukan permohonan utk pembukaan gerai baru, dan saya sangat direspon baik oleh pihak TIKI Pusat, sehingga terjadi kerjasama ini,” ujar Maya melalui pesan WhatsApp.

Untuk usahanya itu, Maya mempersiapkan lokasi, perangkat komputer, dua orang staf. “Saya pakai mobil pribadi jika ada barang besar untuk mengantarnya dan ada satu unit motor.”

Menurut Maya, ia memilih TIKI, karena ini adalah bisnis yang paling menjanjikan untuk masa depan. “Selain sudah dikenal masyarakat Indonesia ke seluruh pelosok negeri, sistem kerjasamanya sangat baik, dengan semua fasilitas program IT, SOP yang di terapkan, serta payung hukum yang dibuat secara matang dan baik, maka kami selaku owner merasa terlindungi. Masing-masing divisi, mulai dari marketing keagenan, kordinator wilayah, dan lainnya, sangat pro aktif membina semua gerainya,” papar Maya lagi.

Maya mengakui jarang terjadi kendala. Bahkan, katanya, “Hampir mendekati 100 persen sempurna penyampaian paket, sesuai estimasi yang dijanjikan. Jika pun ada masalah, biasanya, keterlambatan penyampaian, itu pun biasanya karena alamat yang diberikan pelanggan tidak lengkap atau si penerima sudah pindah rumah, bisa juga karena rumah kosong dan tidak mencantunkan no telepon.” Dan, untuk mengatasi masalah tersebut, kata Maya, “Kami mempunyai customer service yang selalu siap melayani keluhan, dan biasanya terselesaikan dengan baik.”

Jika ada barang hilang, menurutnya, Tiki pusat sudah bekerjasama dengan pihak asuransi. “Dan, di gerai saya hampir 99 persen tidak pernah terjadi,” ujarnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Maya mengakui kalau gerainya tidak terimbas sama sekali. “Kondisi gerai saya tidak ada imbasnya dengan pandemi covid -19. Bahkan, semakin ramai.”

Sugianto, Dua Tahun Bermitra dengan Tiki

Gerai 503 di Karang Anyar Raya, Jakarta Pusat adalah milik Sugianto yang dibuka sejak 23 September 2017. Hampir setiap hari, setidaknya ada 50 pelanggan datang memakai jasa TIKI di gerai milik Sugianto ini.

“Kami memilih bermitra dengan TIKI, karena TIKI itu pelopor, perintis, pioner, terdepan di bidang logistik. Merk dagang Tiki sudah sejak lama dikenal di Indonesia. Suatu perusahan bisa tetap eksis selama 50 tahun, bukti bahwa TIKI mempunyai tempat tersendiri di hati masyarakat luas penguna jasa logistik,” papar Sugianto masih melelui pesan WhatsApp.

Kepercayaan masyarakat kepada TIKI yang memang sudah ada dan terbentuk, menurutnya harus dijaga dan bahkan harus dibangun juga oleh para pemilik gerai. Sugianto menjelaskan, dalam dua tahun ini, bukan berarti semua berjalan mulus.

“Pastilah, setiap hari menghadapi pelangan, ada saja pertanyaan, misalnya terkait tarif, estimasi waktu, komplain asuransi, salah tujuan, alamat tidak jelas, dan lain-lain. Itu semua wajar kaitannya dengan logistik,” papar Sugianto lagi. Namun ujarnya, “Kami siap dan senang hati melayani semua itu. Bilamana masalahnya urgent, kami berkoordinasi dengan Kordinator Wilayah dan Costumer Service yang selama ini telah sangat membantu.”

Berbagai jenis barang dikirim melalui gerainya dari spare part mobil sampai bumbu masakan. “Wah, segala macem dikirim,” ujar Sugianto. “Dari spare part (mobil, motor, onderdil mesin, alat-alat berat), alat-alat teknik, alat-alat dental, asesoris aquaium, stempel, pedagang online pakaian, sampai bumbu masakan. Semua kami kirim dengan hati-hati dan bertanggung jawab,” tandasnya.

Baik Maya maupun Sugianto, para pemilik gerai, dalam menjalani usaha ekspedisi dan kurir ini, melaksanakan kiat usaha yaitu memberikan layanan yang ramah, komitmen waktu, dan jika terjadi komplain harus lebih diperhatikan dan diservis supaya tidak kecewa. Sehingga pelanggan akan kembali lagi ke gerai tersebut untuk bertransaksi.

Maya dan Sugianto adala contoh pemilik gerai yang sukses dalam usaha ekspedisi dan kurir setelah bermitra dengan TIKI. Ada banyak Maya dan Sugianto lainnya, tersebar di pelosok Tanah Air, ikut merasakan peranan TIKI dalam menggerakkan roda perekonomian yang merata di seluruh pelosok wilayah Indonesia.

TIKI, semula hanya dua cabang utama di Pangkalpinang dan Semarang pada September 1970. Kini, usianya 50 tahun, TIKI memiliki jaringan operasional yang meliputi 65 kota besar di Indonesia, didukung lebih dari 500 kantor perwakilan, lebih dari 3.200 gerai dan lebih dari 12.000 karyawan di seluruh Indonesia. Dan, angka ini akan terus bertambah. Seperti kelapa, semakin tua, semakin banyak santannya, maka TIKI akan semakin berumur, semakin banyak gerainya di seluruh Indonesia.

Ingin mengikuti jejak sukses Maya dan Sugianto? Pelajari link di bawah ini. (Melva Tobing)

https://tiki.id/id/sales-agent

Spirit Ekspedisi TIKI, Penggerak Ekonomi di Seluruh Pelosok Negeri

Jayakarta News – Ekspedisi dan kurir adalah sektor bisnis yang terus bertumbuh. Data Asperindo (Asosiasi Asosiasi Perusahaan Nasional Pengiriman dan Pengantaran Barang Indonesia) menunjukkan pertumbuhan sektor logistik nasional sebesar 14-15 persen per tahun. Angka itu jauh di atas peningkatan ekonomi nasional yang berada di kisaran 6 persen.

PT Citra Van Titipan Kilat (“TIKI”) turut menikmati angka pertumbuhan sektor logistik itu. “Peningkatan pendapatan TIKI per tahun mencapai 20-25 persen,” kata Ester Wiraseputra, Vice President Director PT Citra Van Titipan Kilat (“TIKI”) kepada JayakartaNews lewat surat elektronik (surel).

Angka fantastik itu bisa dicapai sebab TIKI adalah pemain lama yang telah malang melintang selama 50 tahun di bidang jasa pengiriman barang. Perusahaan yang kini dipimpin Presiden Direktur Yulina Hastuti ini memiliki reputasi tinggi dan telah mendapatkan kepercayaan dari para pelanggannya.

Ester menyatakan bahwa TIKI tak mematok keberhasilan usaha dari keuntungan materi semata, tetapi menggunakan keberkahan sebagai indikator kesuksesannya. Untuk itu, TIKI terus berusaha memberikan arti kehadirannya bagi masyarakat luas. Perusahaan asli Indonesia ini tak pernah setop mengambil peran menggerakkan roda ekonomi di seluruh pelosok negeri, dari Sabang sampai Merauke dari Talaud hingga Pulau Rote.

TIKI di Kancah Ekspedisi Indonesia

Nama besar TIKI diraih lewat perjuangan panjang dari titik nol. Selama kurun waktu 50 tahun terakhir ini TIKI membangun reputasi cemerlang. Belasan penghargaan telah diraihnya, antara lain “Indonesia Business Development Award 2018” kategori “The Best Freight Forwarding Company in Service and Customer Satisfaction of the Year 2018” oleh Indonesia Development Achievement Foundation dan Netizen Courier Service Choice 2017 dari Majalah Warta Ekonomi.

Ester Wiraseputra, Vice President Director PT Citra Van Titipan Kilat (“TIKI”). (Foto: tiki.id)

Ester berkisah tentang awal mula kelahiran TIKI.

Sampai dengan awal dasawarsa 70-an, hanya ada dua pelaku bisnis ekspedisi di Indonesia, satu milik pemerintah, yang lainnya kepunyaan swasta. TIKI hadir pada tanggal 1 September 1970 sebagai aktor ketiga di kancah bisnis ekspedisi tanah air.

Adalah Soeprapto Soeparno yang sering bepergian ke luar kota. Mobilitas itu dimanfaatkan oleh para kawan dan koleganya sebagai ajang penitipan barang. Soeprapto tidak keberatan dan untunglah ia sosok yang peduli situasi. Di bandara, indera penglihatannya selalu digampari gelagat banyak calon penumpang yang juga ribet menenteng rupa-rupa barang bawaan seperti dirinya.

Tiga ihwal -bandara, penumpang dan barang titipan- ditangkap Soeprapto sebagai peluang bisnis ekspedisi yang menjanjikan. Melihat ada pasar sepotensial itu Soeprapto lantas bergerak. Bersama istri tersayang Nuraini Soeprapto, ia mendirikan jasa pengiriman barang. Jakarta kantor pusatnya, sementara Semarang dan Pangkalpinang menjadi dua biro cabang utama generasi pertama. Keduanya sepakat memberi nama TIKI untuk usaha baru ini.

Ada kisah unik di seputar penamaannya. TIKI bukanlah singkatan dari titipan kilat. Nama yang kesannya akronim dari titipan kilat ini ternyata merupakan kosa kata asli milik Suku Aborigin yang mempunyai arti menyampaikan. “Pendiri TIKI kemudian mengambil kata tiki tersebut menjadi nama perusahaan yang memiliki arti menyampaikan setiap amanah sesuai sasaran,” kata Ester.

Dua tahun berjalan, tepatnya 1972, datang energi baru di tubuh TIKI. Sejumlah tiga personil bergabung: Irawan Saputra, Gideon Wiraseputra dan Raphael Rusmadi. Trio personil gres kawan Soeprapto ini membawa spirit kemajuan: memperkuat manajemen dan mempercepat strategi bisnis. Hasilnya tak hanya jumlah kantor cabang yang meningkat pesat di seluruh Indonesia, tetapi juga lahirnya produk unggulan yakni Reguler (REG) dan Over Night Service (ONS).

Aktivitas TIKI melayani pelanggan. (Foto: tiki.id)

Tahun demi tahun berlalu. Reputasi TIKI kian moncer. Di era dunia yang memasuki industri 4.0 sekarang ini TIKI mencatatkan diri sebagai perusahaan jasa kurir papan atas di tanah air: memiliki jaringan opersional di 66 kota besar di Indonesia, memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, memiliki lebih dari 3.700 gerai, memiliki 6.000 karyawan yang siap mensukseskan setiap bentuk tugas yang menjadi tanggung jawab mereka.

“Dari sisi luas jaringan TIKI merupakan perusahaan kurir swasta terluas setelah PT Pos Indonesia,” tutur Ester. Perusahaan ini melayani 88 persen dari total 514 wilayah kota/kabupaten di Indonesia dan menjangkau mayoritas dari sejumlah 82.505 kelurahan atau desa di Indonesia.

Semua reputasi itu membakar semangat TIKI untuk terus berperan menggerakkan roda perekonomian di seluruh pelosok Indonesia. Karenanya TIKI tak pernah berhenti mengembangkan diri agar niat mulia itu selalu terjaga keberlangsungannya.

Pengembangan Diri

Ester membeberkan bahwa perusahaannya tak pernah putus mengembangkan diri di tiga bidang yakni sumber daya manusia (SDM), jaringan distribusi, inovasi produk dan layanan.

Pertama, peningkatan kualitas SDM ditempuh TIKI lewat beragam cara. Ester mengutarakan bahwa perusahaannya memiliki program pengembangan dan jaminan karir progresif bagi karyawan. Pelatihan karyawan rutin dilakukan untuk peningkatan pengetahuan dan ketrampilan. Para karyawan pun mendapatkan kesempatan untuk mencoba berbagai jenis keahlian yang ada dalam operasional maupun manajemen TIKI.

Armada TIKI. (Foto: tiki.id)

Kendati telah menjadi perusahaan modern, TIKI tetap menjaga semangat kekeluargaan antara manajemen karyawan. Kesejahteraan karyawan dan kenyamanan mereka dalam bekerja tak pernah terlepas dari perhatian manajemen. Setiap bulan Ramadhan, perusahaan ekspedisi ini rutin melakukan pembagian sembako bagi para karyawan. Ada pula program ibadah haji untuk karyawan berprestasi. “Kami juga membuka kesempatan bagi kaum disabilitas untuk berkarier di perusahaan,” kata Ester.

Kedua, pengembangan inovasi produk dan layanan, TIKI selalu menomorsatukan kebutuhan pelanggan. Sejumlah delapan produk unggulan digulir, sejumlah 12 layanan diluncurkan, termasuk pengadaan fitur tambahan untuk memberikan kemudahan transaksi dan fleksibilitas transaksi kiriman barang. Produk paling gres adalah TIKI Putar (Jemput dan Antar) dan TIKI Serlok (TIKI Seller Online Booking). “Kedua produk tersebut (Tiki Putar dan TIKI Serlok) baru dapat melayani wilayah DKI Jakarta, ke depannya akan diperluas ke wilayah lain,” papar Ester. Ia menginformasikan bahwa produk dan layanan TIKI secara lengkap bisa diakses lewat http:tiny.cc/dhauqz

Saat ini, tatkala dunia digital mendominasi di banyak lini kehidupan manusia, TIKI pun turut menyesuaikan diri. Ester menuturkan bahwa perseroannya telah mengadaptasi teknologi informasi. Ini penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kemudahan interaksi antara perusahaan dengan pelanggan. “TIKI memiliki smart control tower yang dapat menganalisa data operasional secara real time untuk membantu manajemen mengambil keputusan yang lebih tepat sasaran,” kata Ester.

Eksekutif TIKI itu menjelaskan bahwa smart control tower berfungsi untuk mengetahui semua aktivitas TIKI di seluruh cabang yang meliputi: jumlah paket terkirim, pengiriman itu terlambat atau tidak setiap harinya, produktivitas setiap individu kurir dalam mengirim paket dan pemetaan kinerja gerai.

Rupa-rupa layanan berbasis teknologi pun informasi digulir dan menjadi unggulan TIKI: Jempol (Jemput Online), Aplikasi TIKI, TIKI Online Booking (TOB), SMS Notification dan E-Signature.

Jempol (Jemput online) membuat pelanggan tak perlu repot mengantarkan barang paketan. Kurir TIKI-lah yang bertugas untuk mengambilnya di lokasi yang ditetapkan si pelanggan. Fasilitas jemput bola ini gratis.

Aplikasi TIKI memungkinkan pelanggan mengetahui besaran biaya, mengetahui kode pos, melakukan pemesanan dan pelacakan secara real time status barang kiriman dalam satu aplikasi.

TOB memberikan fasilitas pelanggan untuk bertransaksi melalui website. Sementara lewat SMS Notification TIKI proaktif mengirimkan informasi kepada pelanggan secara otomatis perihal status kiriman baik kepada pengirim maupun si penerima. Terakhir, E-Signature membuat pelanggan mengetahui identitas si penerima kiriman serta waktu barang kiriman sampai di tangan penerima secara online dan real time.

Ketiga, pengembangan jaringan distribusi. Sebagai perusahaan ekspedisi, TIKI tahu persis bahwa jaringan distribusi menjadi aspek krusial yang harus diperkuat. Terlebih jika melihat karakter demografi penduduk dan kondisi geografi Indonesia yang tercacah menjadi ribuan pulau.

Ester menuturkan bahwa konsep pengembangan jaringan TIKI terus berubah dari waktu ke waktu dengan model yang berbeda-beda sesuai kebutuhan perusahaan dan penguatan daya saing. Salah satu wujudnya, waralaba. “TIKI memberikan kesempatan kepada mitra waralaba untuk tumbuh bersama dengan sistem kerja profesional dan dengan modal minim,” papar Ester.

Kantor Pusat TIKI di Jl, Raden Saleh Raya 2, Jakarta Pusat. (foto: tiki.id)

Penggerak Ekonomi

Di usianya yang ke-50, TIKI telah mencatatkan diri sebagai perusahaan jasa pengiriman barang yang memiliki infrastruktur andal, berteknologi informasi canggih, tersistem serta terkoneksi dengan baik, didukung SDM dan pewaralaba di seluruh pelosok Indonesia. Bonafiditas perseroan ini menjadi modal utama TIKI dalam berperan menggerakkan roda perekonomian di seluruh pelosok negeri.

Sebagai perusahaan yang fokus di jalur ekspedisi dan kurir, tentu saja TIKI berperan memperlancar arus distribusi barang. Kegiatan ini terbagi menjadi dua. Pertama distribusi barang di lingkup korporat. “Kontribusinya bisa mencapai 65 persen,” tutur Ester.

Di kalangan korporat, TIKI menjadi pilihan banyak konsumen lantaran memiliki reputasi dan rekam jejak sebagai perusahaan kurir terpercaya. Ester mengungapkan bahwa konsumen perusahaan korporat mendapatkan fasilitas aplikasi TIKIku.

TIKIku memberikan kemudahan pelanggan korporat untuk melihat transaksi pengiriman yang pernah dilakukan. “Data base pengiriman tersimpan sehingga bila ada pengiriman berulang ke tujuan yang sama, pelanggan tak perlu mengetik ulang,” jelas Ester.

Fasilitas staf khusus juga diberikan TIKI kepada pelanggan korporat. Petugas ini ditempatkan di kantor korporat untuk membantu proses penginputan data dan berkoordinasi dengan customer service TIKI untuk memonitor status barang kiriman.

Kedua, TIKI menggerakkan ekonomi di tingkat retail atau individu. Pergerakan arus barang di kelompok ini kian kencang dari waktu ke waktu. Perkembangan internet, tren e-commerce dan lahirnya bisnis UMKM (Usaha Mirko Kecil dan Menengah) memberikan energi baru. Era digital ini mengubah pola kebiasaan pelanggan utamanya kelompok milenial. TIKI pun berbenah. “Tahun 2013 TIKI mengadakan riset pasar mengenai apa saja yang dikehendaki pelanggan di era teknologi digital,” tutur Ester.

Hasilnya, ketemulah empat aspek prioritas utama: kompetitif (harga bersaing dan terjangkau), cepat (kiriman diterima tepat waktu dalam kondisi baik), jemput (memperbanyak pilihan dropp off termasuk layanan barang dijemput tanpa minimum jumlah barang dan gratis), status up date (sistem pelacakan kiriman real time agar konsumen mengetahui keberadaan barangnya).

Di mata TIKI, amanah yang diembannya tak sebatas pada pelayanan pelanggan. Sejak awal berdirinya, Soeprapto Soeparno membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi mitra usaha. “Bapak Soeprapto Soeparno membuka kesempatan masyarakat untuk membangun bisnis kurir bersama TIKI,” tambah Ester. Upaya memperluas mitra bisnis ini terus terus dipupuk. Data terakhir lebih dari 3.700 gerai TIKI tersebar luas di seluruh negeri. Ester menjelaskan, mitra usaha TIKI mendapatkan komisi sebesar 21 persen dari total omzet per hari plus bonus omzet bulanan sampai dengan 6 persen. Total pendapatan mitra bisnis bisa mencapai 27 persen.

Pada September 2019 silam, di tengah acara Franchise & License Expo Indonesia 2019, Yulina Hastuti mengajak para mitra waralaba untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tiap daerah. “Selama 49 tahun kehadiran TIKI di industri jasa kurir, TIKI telah membangun ekosistem kemitraan dengan sistem kerja yang profesional, pembagian keuntungan yang transparan dengan biaya investasi yang ringan,” kata Yulina.

Ajakan Yulina itu bukan tanpa dasar. Pihaknya menyodorkan data dari Frost & Sullivan. Perusahaan konsultan riset pasar ini memperkirakan industri logistik Indonesia akan tumbuh 15,4 persen per tahun dengan nilai Rp4.396 triliun pada tahun 2020. Pencapaian itu berkat dukungan peningkatan konsumsi masyarakat dan pertumbuhan bisnis e-commerce.

TIKI mengajak semua pihak untuk menjadi mitra bisnis. Beberapa keunggulan disodorkan perusahaan jasa titipan swasta legendaris ini. Pertama reputasi dan rekam jejak perusahaan yang bonafide, jaringan distribusi yang kuat, manajemen perusahaan yang inovatif, sistem waralaba yang jelas dan transparan serta program pengembangan mitra usaha.

Upaya TIKI tidak berhenti pada pengembangan bisnis ekspedisi dengan semua pernak perniknya. TIKI pun memberikan tips kepada pelaku UMKM yang akan berlaga di pasar ekspor impor. Ahmad Kurtubi, Senior Marketing dan Sales Manajer TIKI mengatakan bahwa banyak pelaku UMKM yang melakukan kegiatan ekspor impor tetapi awam perihal syarat pengiriman internasional. “Ini menyebabkan keterlambatan pengiriman atau biaya yang membengkak,” kata Kurtubi.

“TIKI menyediakan layanan pengiriman internasional Door-to-Door dengan biaya yang sangat kompetitif untuk memberikan fleksibilitas bagi pelaku UMKM,” tutur Kurtubi. Dengan ongkos mulai dari Rp 100 ribuan para pebisnis UMKM yang berlaga di pasar ekspor impor sudah bisa melakukan pengiriman ke luar negeri.

Aktivitas pengepakan barang-barang kiriman. (foto: tiki.id)

Prospektif

Saat ini, serangan wabah covid 19 membuat dunia ekonomi lesu. Bisnis ekspedisi pun turut terdampak. Di beberapa sisi banyak penurunan permintaan yang signifikan. Namun, sejarah mencatat, bencana tak pernah bisa menghentikan aktivitas kirim mengirim barang. Ada ruang-ruang pergerakan barang yang tak bisa ditunda, semisal pengangkutan bahan kebutuhan pokok, BBM (Bahan Bakar Minyak), obat-obatan, aneka properti medis, dll. Selain itu, pergerakan barang dari produsen ke konsumen atau antarkonsumen tetap berjalan, terutama di tengah maraknya e-commerce.

Visi ketiga Jokowi-Ma’ruf dalam lima tahun pemerintahannya ke depan adalah mendatangkan investasi. Presiden bekerja keras untuk mewujudkannya. Kendati pandemi belum berakhir, kehidupan ekonomi mulai menampakkan geliatnya kembali.

Bila di era pandemi saja bisnis ekspedisi tetap menggeliat, maka bisa dibayangkan betapa menggiurkan usaha ini di tengah semarak pertumbuhan ekonomi. Dan wabah corona, seperti bencana pada umumnya, tak akan berlangsung selamanya. Ia pasti berhenti, dunia ekonomi pun me-recovery diri dan siap melaju kembali. Industri ekspedisi bukan pengecualian. Bahkan ia bisa mencapai angka pertumbuhan jauh lebih tinggi di atas angka pertumbuhan ekonomi pada umumnya.

Karenanya ajakan Yulina Hastuti kepada mitra waralabanya untuk bertumbuh bersama dan mendorong pertumbuhan ekonomi tiap daerah menjadi daya tarik yang besar. Spirit ekspedisi TIKI tidak sebatas hanya pada memperlancar distribusi barang, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru yang signifikan di seluruh pelosok Nusantara, di mana mayoritas dari 82.505 desa di Indonesia telah terhubung dalam jaringan operasi TIKI. (Ernaningtyas)

https://www.instagram.com/p/CCzzlV5BbSl/