Tags : pyongyang

Feature

Love Kim dari BigRed Irlandia

Oleh Dahlan Iskan Dari Pyongyang saya harus bermalam di Beijing. Satu-satunya jalan hari itu. Pesawat dari Pyongyang tiba di Beijing sudah jam 5 sore. Kebetulan pula. Saya harus nonton Liverpool malam itu. Tidak mau meneruskan terbang malam ke Tokyo. Di Beijing saya tidak pernah mengharapkan ini: bisa nonton liga Inggris di hotel. Biar kelas hotel […]Read More

Feature

Beda Bersih Karena Baru Dibersihkan

Oleh: Dahlan Iskan   Saya kira hanya saya. Ternyata orang-orang asing juga berpikiran sama: Kota Pyongyang ini bersih sekali. Saya bertanya ke beberapa turis dari Beijing. ”Saya juga tidak menyangka Pingrang sebersih ini,” ujar turis itu. Ia seorang pengusaha konstruksi. Umur 60an tahun. Juga untuk pertama kali ke Korea Utara. Dengan rombongan 8 orang. Kami […]Read More

Feature

Green Street Itu Bernama Ryomyom

Oleh Dahlan Iskan Pemandangan ini tidak saya sangka. Sama sekali. Tiba-tiba muncul banyak gedung tinggi. Di depan mata saya. Di beberapa kawasan strategis di pusat kota Pyongyang. Itulah kawasan baru. Yang baru dibangun. Salah satunya baru selesai tahun lalu. Disebut kawasan Green Street. Orang Korea Utara menyebutnya kawasan Jalan  Ryomyom. Jalan Fajar Menyingsing. Menjelang senja […]Read More

Feature

Bayar Renminbi, Kembalian Dollar

Oleh: Dahlan Iskan Ini makan malam pertama saya di Korea Utara: bayar pakai Renminbi. Kembaliannya Dollar Amerika. Memang bisa. Membayar dengan Renminbi dan Dollar. Tapi mata uang resmi untuk orang asing sebenarnya bukan itu. Euro. Tidak ada tempat penukaran uang. Di bandara. Semua serba cash. Tidak ada kartu kredit. Tidak ada pembayaran elektronik. Harus bawa […]Read More