Obituari: Boediman Kusika

 Obituari: Boediman Kusika

INNALILAHI wa innalilahi rojiun. Semua berasal dari dan kembali kepada-Nya. Kabar duka itu datang sekitar pukul 20.15 WIB, Jumat 14 April  dari Rininta Justianto yang akrab disapa Cinta, Manager Public Relations GRAGE Group, menyampaikan Papa Eyangnya, Komisaris Utama GRAGE Group, Drs. H Boediman Kusika telah berpulang menghadap sang khalik dengan tenang  di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta kira-kira pukul 19.30 WIB.

Mantan pegawai negeri sipil yang banting setir ke dunia usaha itu, menurut  putrinya, Rika Agusari Kusika,  sempat dirawat di Singapura karena sakit yang dideritanya. Kira-kira sepekan dirawat, diijinkan  pulang ke Jakarta dan perawatannya kemudian dilanjutkan di RS Pondok Indah Jakarta. Namun, Allah SWT berkendak lain. Tiga hari sebelum genap 82 tahun usianya, pengusaha yang amat mencintai amalan hafalan Al Fatihah itu, dipanggil ke haribaan-Nya.  “Tolong maafkan semua kesalahan Papa ya…,’’ ucap Rika Agusari.

Mengisahkan bagaimana Pak Boediman dalam sebuah obituari, sulit. Banyak kenangan baik yang sayang dilewatkan, tentu saja. Bahkan, satu atau dua judul buku, juga tidak cukup untuk menggambarkan sosok mantan  PNS di Pemda DKI semasa Gubernur Ali Sadikin itu. Sosok pengusaha yang menempatkan dunia bisnisnya sebagai ladang ibadah.

Pak Boediman, bukan saja  penerobos dan usahawan yang membangun properti —perumahan, hotel dan aparteman— demi menciptakan lapangan kerja di Ci Ayu Maja Kuning (Cirebon, Indramayu,  Majalengka dan Kuningan), Jogjakarta, Malang, Jawa Timur dan Bengkulu, Sumatera Barat, tapi  juga penggagas  perubahan di tanah para leluluhurnya.  Pak Boediman juga sosok yang ringan mengulurkan tangannya berbagi atas nikmat  Allah yang diterimanya bagi mereka yang harus dibantu. Pak Boediman meneladani betul bagaimana Nabi  mencintai dan menyantuni anak yatim, kaum dhuafa dan memuliakan para veteran.

Para karyawan yang bekerja dengan sungguh-sungguh, juga tak luput dari perhatiannya. Umroh dan perjalanan haji gratis, atau bermalam di hotelnya,  adalah di antara bentuk penghargaan  kepada karyawan  yang bekerja giat dan  keras di lingkungannya bisnis yang dikelolanya.

‘’Semua yang saya dapatkan dan nikmati ini, harus disyukuri dan  dikembalikan pada Allah SWT karena kasih dan anugerah-Nya semata buat saya pribadi,  istri Ibu Hajah Nunung Kusika yang setia mendampingi, anak-anak, para staf GRAGE Group dan  kerabat. Saya hanya dititipkan saja untuk mengelolanya.  Semua ini Hanya Karena Anugerah-Nya,’’  tuturnya saat perayaan Hari Ulang Tahun ke 81, tepatnya 17 April 2016 di Hotel GRAGE Cirebon.

Walau usia owner GRAGE Group  sudah tak muda lagi, tapi Pak Boediman tetap menunjukkan semangat dalam mengembangkan  usaha perhotelan  dan perdagangannya.  Menurutnya, dengan usaha yang berkembang, maka akan bisa memberi manfaat bagi banyak orang di negeri ini.

‘’Mungkin sebentar lagi generasi pertama sudah selesai, generasi kedua sekarang sudah menjalaninya. Saya juga berharap, generasi ketiga turut mengambil bagian dalam bisnis ini dan mengembangkannya lebih baik lagi bagi keluarga, masyarakat dan bangsa ini. Saya bisa begini karena masyarakat dan semua karyawan. Tapi, hal itu juga disertai doa dan tahajud kepada-Nya melalui seringnya membacakan surat al-fatihah setiap waktu’’.

Ya, semua karena Dia. Selamat jalan Pak Boediman Kusika, penyantun yatim, pecinta dan pengasih orang tua dan para dhuafa. Kami semua mencintai Pak Boediman, tapi Allah lebih mencintaimu. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *