Ngeri! WHO: Kasus Gobal Dalam Dua Pekan Melebihi Enam Bulan Pertama Pandemi

 Ngeri! WHO: Kasus Gobal Dalam Dua Pekan Melebihi Enam Bulan Pertama Pandemi

Ilustrasi— foto Markus Spiske/pexels.com

JAYAKARTA NEWS— Laporan mingguan WHO mengenai kasus epidemiologi global Covid-19 di minggu lalu sampai 2 Mei 2021 menunjukkan bahwa jumlah kasus global dalam dua minggu terakhir melebihi jumlah kasus selama enam bulan pertama pandemi. Untuk itu ia meminta semua pihak tetap waspada dalam menghadapi pandemi yang masih berlangsung ini.

“Jumlahnya sangat tinggi, dengan lebih dari 5,7 juta kasus per minggunya. Kondisi ini penting menjadi pengingat kita semua bahwa penyebaran virus ini masih terjadi di mana-mana. Kita harus terus waspada,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan pers menyambut kedatangan vaksin 1,39 juta dosis vaksin jadi AstraZeneca, di Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (08/05/2021). Demikian dikutip dari laman setkab.go.id

Dipaparkan Menlu, per hari kemarin, Jumat (07/05/2021), jumlah kasus positif dunia sudah melebihi 157 juta kasus dengan angka kematian lebih dari 3,2 juta orang. Kawasan Asia Tenggara yang dalam terminologi WHO terdiri dari India, Indonesia, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Maldives, Timor Leste, Myanmar, dan Bhutan mengalami kenaikan kasus tertinggi, yaitu 19 persen dilihat dari kurun waktu seminggu sampai 2 Mei 2021.

“Dengan kenaikan kasus baru maka kasus baru Asia Tenggara merupakan 47 persen dari kasus baru dunia selama kurun waktu tersebut,” paparnya.

Retno pun kembali mengimbau seluruh pihak untuk terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan serta ikut berpartisipasi dalam program vaksinasi yang tengah digulirkan pemerintah sebagai bagian dari ikhtiar untuk keluar dari pandemi.

“Setiap dari kita dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk mencegah peningkatan penyebaran virus Covid-19. Caranya, kita sukseskan ikhtiar vaksinasi yang sedang dilakukan pemerintah dan tidak kalah pentingnya terus patuhi protokol kesehatan. Jangan pernah kendur,” ujarnya.

Ditambahkan Menlu, dengan mematuhi protokol kesehatan maka akan dapat melindungi diri sendiri dan juga orang lain.

“Sekali lagi, saya ingin mengajak kita semua untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Mematuhi protokol kesehatan bukan saja untuk melindungi diri kita sendiri, namun juga melindungi orang-orang sekitar kita yang kita cintai,” tandasnya.***/ben

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *