Maradona untuk Kaki, Komputer untuk Otak

 Maradona untuk Kaki, Komputer untuk Otak
Pelanggan, antre di kedai Sop Kaki Kambing (SKK), Pak Irwan (PI) di bilangan Blok M, Jakarta Selatan.

ANDA penggemar Sop Kaki Kambing (SKK) Betawi? Harus coba racikan Pak Irwan (PI) di kawasan Blok M, tidak jauh dari RS Bersalin Asih, Jakarta Selatan. Ini pun Anda harus cari waktu yang pas di luar jam istirahat kantor. Kalau tidak mau mengantre atau menunggu orang bersantap.

Perpaduan kuah susu dan santan serta bumbu yang pas menjadikan kita ketagihan menyantap SKK PI yang sudah berjualan sejak tahun 1981. Tentu saja dengan ciri khasnya pak Irwan dalam menawarkan pesanan isi sopnya.

Bagi pelanggan setianya tidak heran dengan tawaran rujak mertua ditambah racun, atau teriakan pengacara dengan selang pertamina tanpa rumput dan keset. Atau Irfan Bachdin dan Maradona untuk bagian kaki kambing. Suka daging kambing sebut saja eropa, spy untuk mata, komputer untuk otak atau torpedo untuk penis. Dari kesemuanya paling mahal pengacara dan komputer.

Istilah itu semua adalah sebutan khusus khasnya PI. Sedang bagi mereka yang belum hafal atau baru sekali menikmati bisa mimilih sendiri di baskom, bagian apa yang akan dimakan.

SKK biasa dinikmati dengan tambahan sedikit minyak samin (bagi yang doyan), perasan jeruk nipis, sambal, acar dan emping. Tentu saja dengan taburan bawang goreng. Keistimewaan lainnya baik daging, jeroan atau bagian kaki dan lain-lain, semuanya sangat empuk dan terpenting tidak bau prengus.

Pelanggan d isini sangat beragam, meski kebanyakan para lelaki. Tapi tidak jarang para wanita kantoran. Bahkan para wanita yang sudah tidak muda pun menikmati SKK. Umumnya sudah menjadi pelanggan PI sejak mereka muda. “Saya diajak ayah saya makan SKK PI. Sejak itu saya jadi penggemar berat SKK ini. Tapi sekarang tidak berani makan otak dan jeroan,” ujar ibu Sinta yang sudah berumur di atas 50 tahun.

Jika siang hari pengunjung warung SKK lebih banyak orang kantoran, malam hari biasanya penuh dengan pasangan atau keluarga. Para pelanggan setia mengatre untuk bisa duduk. Demikian pula untuk memilih sendiri bagian dari kambing kegemarannya.

Bersebelahan dengan konter SKK, ada aneka minuman  yang tentu saja mendapat rezeki sebanyak porsi pesanan SKK. Meski diakui, paling banyak pesanan teh es dan teh tawar panas.

Dalam satu hari bisa terjual ratusan porsi, belum lagi cabangnya yang ada di Jalan Barito, Jakarta Selatan. Omzet per hari? Pak Irwan tidak ingin bersombong menyebut jumlah porsi yang terjual… Yang pasti sampai sekarang pun Irwan masih setia melayani pelanggannya. “Pada umumnya setiap orang makan seporsi dengan harga di kisaran Rp 30 ribu,” ujarnya mengakhiri obrolannya dengan jayakartanews.***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *