Malam Ini, Grudug Wayang#2

 Malam Ini, Grudug Wayang#2

Wayang Milehnium Wae, karya Ki Mujar Sangkerta. (ist)

JAYAKARTA NEWS – Ki Mujar Sangkerta dengan Wayang Milehnium Wae kembali bikin repertoar akbar. Malam ini, 15 November 2021, pukul 19.00 – 23.00 WIB, ia akan menggelar perhelatan Grudug Wayang#2, memperingati Hari Wayang Sedunia dan Mangayubagyo HUT Mojopahit ke-728.

Ini merupakan pergelaran alternatif kolaborasi, antara Wayang Milehnium Wae (Ki Mujar Sangkerta) dengan naskah Dhalang Kidung Nyai Dewi Bardal Dersonolo, Koreografi Agus Sukina dan iringan music Sang Pangeran (Tim Musik Royal House). Karya akbar ini akan dipentaskan di Royal House, Cultural Activities di Jl. Gito Gati, Gondanglegi, Ngaglik, Slemen, Yogyakarta.

“Monggo yang berkelapangan waktu bisa merapat untuk menonton,” ujar Ki Mujar dalam pesan singkatnya kepada Jayakarta News. Pertunjukan nanti malam mengangkat judul “Sukma Suci Sumpah Palapa”, yang diawali oleh kidung Sastra Mantra Sumpah Palapa oleh Ki Bambang Nursinggih dan kawan-kawan.

Ki Mujar Sangkerta dengan Wayang Milehnium Wae-nya.

Bagi yang belum paham ihwal Wayang Milehnium Wae, Ki Mujar menjelaskan, ia adalah salah satu seni alternatif wayang kontemporer yang berkembang pesat akhir-akhir ini sesuai kondisi dinamis perkembangan seni rupa dan seni pertunjukan (performance art) di Indonesia khususnya, dan di dunia pada umumnya. Wayang Milehnium Wae berani tampil beda dalam segi visual wayang yang bentuknya besar-besar seperti raksasa dengan ukuran 1X2 meter.

“Begitu juga dari segi pemanggungannya yang selalu eksperimental, menawarkan gagasan-gagasan baru, konsep baru dengan Ide-ide segar yang sedang terjadi di sekitar kehidupan kita,” ujar pria kelahiran Jember 25 September 1966 itu,

Menilik fisiknya, wayang milehnium wae memang tidak biasa. Ia terbuat dari bahan plat logam aluminium. Karena ukurannya yang besar-besar, maka meski dilihat dari jarak jauh, tetap tampak gagah. Kalau digerakkan dan digetar-getarkan oleh beberapa orang secara bersamaan akan menimbulkan suara efek bunyi yang gemuruh menggelegar seperti suara guntur.

Tidak hanya itu. Jika terkena sinar lampu, akan memantulkan cahaya sinar warna-warni yang indah, sesuai warna cahaya yang menyorotinya. Dengan demikian, Wayang Milehnium Wae ini nampak seperti hidup, memukau dan menakjubkan para penonton untuk ikut terlibat memainkannya. Suaranya gemerincing nyaring, karena wayang ini diberi aksentuasi penambahan aksesoris klintingan/genta kecil-kecil di sisi pinggirnya.

Sejauh ini, Wayang Milehnium bisa tampil tunggal atau berkelompok/berkolaborasi. Seni wayang yang satu ini, menurut Ki Mujar, sangat adaptif dengan disiplin ilmu yang berbeda. Dengan seniman-seniman otodidak maupun akademisi. “Bahkan orang awan yang tidak mengenal seni pun bisa diajak berkarya bersama di atas panggung pertunjukan,” ujar lulusan ISI Yogyakarta bernama asli Mujar Siswantoro itu.

Secara teknis, Wayang Milehnium Wae dimaninkan secara berdiri, bergerak bebas kesana-kemari oleh beberapa dalang yang menokohkan karakter wayang yang dimainkan. Dialog antar dalang saling besahutan. Bahkan, dalang dengan penonton dapat berdialog interaktif. Penonton dilibatkan juga sebagai pemain. Yang pada akhirnya antara dalang dan penonton tidak ada jarak.

Pagelaran seperti itu utamanya saat pementasan dengan pakeliran ringgit purwo klasik yang baku/pakem. Tetapi untuk seni pementasan alternatif (Performance Art), Wayang Milehnium Wae cenderung lebih kontemporer. Format pergelaran dibebaskan tanpa batas olah gerak kreatifitas penciptaan.

“Kami sering memadukan dengan disiplin ilmu lain seperti seni rupa pembebasan, instalasi bebunyian, satra/puisi teateral, pantomime, gerak tari, sulap/magic show, multi media, pedalangan, maupun teater minimalis,” papar Ki Mujar. (rr)

Pertunjukan Wayang Milehnium Wae. (ist)

admin

1 Comment

  • Kami atasnama Keluarga Besar WAYANG MILEHNIUM WAE Produkdi: Sanggar Kesaenian Peranserta INSTITUT SANGKERTA INDONESIA Pusat Peranserta Masyarakat Yogyakarta Menghaturkan: TERIMAKASIH sedalam-dalamnya kepada Yth Pimpinan Redaksi Jayakartanew.com, terutama kepada sahabat dan teman baik kami OM ROSO DARAS selaku penulis yang meliput setiap kegiatan momen menarik kami dimana saja. Ini sungguh suatu tulisan rekam jejak yang sungguh luar biasa. Guna tuk edukasi dan apresiasi kepada generasi milenial saat ini dan mendatang untuk mencintai Wayang sebagai warisan budaya yang Adhiluhung yg sudah diakui UNESCO dan dunia Internasiona;. Salam Produktivitas dan Kreativitas tanpa batas. love: KI MUJAR SANGKERTA (CP: 085868262662)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *