Makin Laris, Joe Taslim Bintangi Hit & Run

 Makin Laris, Joe Taslim Bintangi Hit & Run

JAYAKARTA NEWS – Sejak bermain bersama Iko Uwais dalam film ‘The Raid : Redemption’, mantan atlet judo asal Palembang Johannes (Joe Taslim, 37 tahun) kini makin laris bermain dalam sejumlah film laga. Bahkan, dia juga ikut bermain dalam film ‘Fast & Furious’ 6 di Hollywood.

Kini, Joe yang pernah meraih medali perak di Sea Games 2009 lewat cabang judo baru saja merampuingkan film terbarunya bertajuk ‘Hit & Run’ produksi Screenplay Film bekerjasama dengan Legacy Pictures, Bukalapak Pictures dan Nimpuna Sinema .

Disutradarai Ody C. Harahap, Joe selain berperan sebagai pemeran utama, juga bertindak selaku kreatif produser.

“Awalnya saya menolak, karena saya mau fokus main film saja. Tapi rekan-rekan mendaulat saya dan akhirnya saya pun setuju. Saya coba saja deh..,” kata Joe yang berharap ‘Hit & Run’ yang akan tayang tepat di hari Lebaran tanggal 4 Juni 2019 bisa mencapai box office (penonton melebihi di atas 1 juta orang).

Kali ini, Joe berperan sebagai polisi selebriti bernama Tegar Saputra yang ditugasi memburu Coki (Yayan Ruhiyan), gembong narkoba yang kabur dari penjara. Akibat ulah Coki inilah, adik Joe sempat ditawari permen narkoba dan nyaris meninggal dunia. Untung, jiwanya terselamatkan.

Sebagai film aksi komedi, film ini menghadirkan adegan seru dan intens antara Joe Taslim dan Yayan Ruhian.

Yayan Ruhian baru saja membintangi film ‘John Wick 3’ produksi Hollywood yang kini masih tayang di bioskop seluruh Indonesia.

Duel Joe Taslim dan Yayasan Ruhian menjadi peristiwa penting dan dinantikan karena ini adalah reuni pertama mereka sejak terlibat dalam film ;The Raid : Redumption’, 8 tahun silam.

Adegan baku hantam antara atlet judo melawan atlet pnecak silat ini benar-benar intens dan berdarah-darah menjelang ujung cerita.

Meski demikian, penulis skenario Upi dan Fajar Putra tak melulu menyuguhkan duet seru, tapi juga memasukkan bumbu-bumbu komedi.

Lewat karakter tokoh yang membantu Joe, yaitu Chandra Liow sebagai tukang tipu teri bernama Liow dan Jefri Nichol.sebagai bocah yang diperbudak cinta dan cengeng, akhirnya di ending cerita, Joe berhasil mengalahkan dan membekuk Coki.

Tak ketinggalan kemunculan Tatjana Saphira sebagai Meisa, penyanyi dangdut yang centil, membuat film ini mempunyai daya pikat keseruan. Sebuah perpaduan yang ciamik antara unsur laga, komedi dan musik dangdut. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *