• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Tahun Ajaran Baru tidak harus Tatap Muka

Komisioner KPAI Retno Listyarti: PJJ Fase 1 tak Efektif dan Beratkan Anak

July 27, 2020
KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

October 17, 2026
BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

October 17, 2026
TEI 2026 Buka Peluang Kerja PMI, Rusia hingga Timur Tengah Jajaki Penempatan Tenaga Terampil RI

TEI 2026 Buka Peluang Kerja PMI, Rusia hingga Timur Tengah Jajaki Penempatan Tenaga Terampil RI

October 17, 2026
Membaca Jejak Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB

Membaca Jejak Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB

October 16, 2026
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Cerita Dampingi Doni Monardo dalam Satgas Penanganan Covid-19

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Cerita Dampingi Doni Monardo dalam Satgas Penanganan Covid-19

October 16, 2026
Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

October 16, 2026
Empat Petugas Meninggal di Karhutla Bromo, Khofifah Sampaikan Duka Mendalam

Empat Petugas Meninggal di Karhutla Bromo, Khofifah Sampaikan Duka Mendalam

October 16, 2026
Nyawa Warga Ukraina Jadi Taruhan di Tengah Taktik Tekanan Politik Donald Trump

Nyawa Warga Ukraina Jadi Taruhan di Tengah Taktik Tekanan Politik Donald Trump

October 16, 2026
Cetak Pengusaha Baru, Partai Gelora Luncurkan Program ‘Nusantara Bisnis Academy’

Cetak Pengusaha Baru, Partai Gelora Luncurkan Program ‘Nusantara Bisnis Academy’

October 16, 2026
KP2MI Gandeng Kemenperin, Pelatihan Pekerja Migran Kini Berbasis Kebutuhan Pasar

KP2MI Gandeng Kemenperin, Pelatihan Pekerja Migran Kini Berbasis Kebutuhan Pasar

October 16, 2026
BNPB Semai 1.600 Kilogram Dry Ice untuk Atasi Asap Karhutla Sumsel

BNPB Semai 1.600 Kilogram Dry Ice untuk Atasi Asap Karhutla Sumsel

October 15, 2026
Arumi Bachsin Dorong Penguatan PAUD dan Perlindungan Pendidik dalam RUU Sisdiknas

Arumi Bachsin Dorong Penguatan PAUD dan Perlindungan Pendidik dalam RUU Sisdiknas

October 15, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, October 17, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Komisioner KPAI Retno Listyarti: PJJ Fase 1 tak Efektif dan Beratkan Anak

by admin
July 27, 2020
in Kabar
0
Tahun Ajaran Baru tidak harus Tatap Muka

Ilustrasi-- pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) --sumber foto jpnn.com

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah “hal baru” bagi anak, orangtua, ataupun sekolah. Ibaratnya, tidak ada satu pihak pun yang memiliki bekal cukup untuk menjalaninya, baik secara pedagogis maupun psikologis. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika  Survei PJJ fase pertama berjalan tidak efektif. Demikian disampaikan Retno Listyarti, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Sebanyak 77,8% responden siswa, kata Retno, mengeluhkan kesulitan belajar  dari rumah dengan rincian: 37,1% siswa mengeluhkan waktu pengerjaan yang sempit sehingga memicu kelelahan dan stress. Sedang  42% siswa kesulitan daring karena orangtua mereka tidak mampu membelikan kuota internet, dan 15,6%  siswa mengalami kesulitan daring karena tidak memiliki peralatan daring, baik handphone, komputer PC, apalagi laptop.

Orangtua, tutur Retno, juga ikut tertekan saat mendampingi anak-anaknya melakukan PJJ secara daring karena harus mengingatkan berbagai tugas belajar, mana yang sudah dikerjakan dan mana yang belum. Orangtua juga harus mengirim tugas-tugas anaknya kepada gurunya dalam bentuk foto dan video.

“Terbayang beratnya jika orangtua memiliki anak lebih dari satu yang bersekolah, termasuk beratnya kuota internet yang harus ditanggung orangtua.  Apalagi jika ibu juga harus bekerja, karena mayoritas pendamping anak-anak usia TK dan SD saat PJJ adalah ibu,” kata Retno sembari menambahkan, beban orangtua dan anak saat PJJ dapat diringankan jika Kemdikbud segera memberlakukan kurikulum adatif yang sudah disederhanakan.

Dampak PJJ Saat Pandemi

Dalam masa pandemic covid 19 dimana anak-anak terisolasi di rumah  dan belajar dari rumah selama berbulan-bulan, lanjut Retno, memiliki risiko berdampak bagi mental anak-anak, seperti anak mengalami kejenuhan, penurunan minat belajar, terpapar konten negative akibat aktivitas penggunaan internet yang sangat tinggi, dan naiknya risiko kesehatan anak akibat aktivitas yang minim. 

Adapun uraian  kerentanan tersebut adalah sebagai berikut : Pertama, Anak rentan mengalami kecanduan gadget, internet serta eksploitasi seksual. “Selama PJJ, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar gadget untuk bisa mengerjakan tugas dan mengakses internet,” ucapnya.

Teknologi informasi memang seperti pisau bermata dua. Disatu sisi memudahkan komunikasi dan menghilangkan jarak. Namun di satu sisi kehadiran teknologi komunikasi memiliki ruang-ruang gelap, dimana predator seksual, industri hoaks, dan  industri pornografi menyasar anak-anak.

Seiring dengan pemberlakuan pembatasan social akibat pandemic, ucap Retno, ruang public anak-anak nyaris tersedot habis ke dalam rimba raya virtual. Dunia digital merupakan ruang public yang mungkin saja tidak aman dan tidak ramah bagi anak-anak.

Padahal dimasa pandemic ini anak-anak kerap memegang gadget untuk mengisi waktu luang usai mengikuti pembelajaran jarak jauh secara daring.  Anak harus dijaga dari kemungkinan kejahatan di dunia maya, seperti perundungan siber, kejahatan seksual dan penipuan.  Karena semua aktivitas belajar dipindahkan ke rumah, maka perundungan di dunia nyata berpindah ke dunia maya, selama pandemic KPAI menerima beberapa pengaduan siber bully oleh teman sekolah korban.

Disinilah peran orangtua untuk mendampingi dan mengawasi anak-anaknya dalam mengakses internet menjadi penting dan sangat diperlukan.  Hal ini menjadi berat ketika para orangtua mula keluar rumah untuk berkerja. Di perlukan kerjasama guru dan orangtua untuk mengedukasi dan membantu anak mengakses internet dengan benar.

Akses internet yang meningkat selama pembelajaran daring juga membuat anak mudah menumpahkan kegalauannya melalui media sosialnya, padahal  perilaku tersebut memliki potensi bahaya yang tinggi baginya, karena  bisa ditangkap oleh para predator anak di dunia maya,  sehingga anak   terancam mengalami  eksploitasi seksual.

Hal kedua, lanjut Retno, Anak rentan mengalami gangguan Kesehatan. Penggunaan peralatan daring seperti handphone, laptop maupun computer PC selama berjam-jam setiap harinya akan memicu kelelahan pada fisik dan mata anak. Untuk itu, anak harus diberikan porsi istirahat yang tepat saat belajar daring. 

Misalnya beristirahat minimal 15 menit setelah mengerjakan tugas di depan gadget selama 2 jam. Selain itu, anak harus diingatkan untuk mengalihkan pandangan dari gadgetnya setiap 20 menit.

Posisi duduk anak juga harus selalu tegak, dapat dibantu dengan menggunakan sandaran punggung. Hindari mengoperasikan laptop sambil berbaring.  Posisi duduk yang tidak tepat bisa memicu anak mudah kelelahan dan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan nyeri punggung bawah atau sakit pada pergelangan tangan.

Terlalu lama di depan gadget  setiap hari juga memicu obesitas pada anak karena minim bergerak. Untuk itu, para orangtua disarankan mengaja anak berolahraga bersama-sama setiap harinya  agar anak terbiasa bergerak sehingga aliran darahnya lancar dan terhindar dari obesitas.

Ketiga,  Anak rentan putus sekolah. Menurut catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jelas Retno, pada 2019 saja ada 157.166 anak putus sekolah  di jenjang pendidikan dasar dan menengah. PJJ secara daring berpotensi membuat anak-anak miskin yang tidak bisa mengikuti pembelajaran daring terancam putus sekolah.

PJJ menunjukan kesenjangan yang lebar dalam akses digital di kalangan peserta didik. Anak-anak dari kelas ekonomi menengah keatas terlayani PPJ secara daring karena kelompok ini memiliki segalanya yang dibutuhkan untuk belajar daring.

Namun, anak-anak dari keluarga ekonomi menengah ke bawah tidak terlayani dalam PJJ karena kelompok ini tidak memiliki segala hal yang dibutuhkan untuk PJJ daring.

Bagi anak dari keluarga miskin kondisi PJJ secara daring yang tidak mampu mereka akses membuat anak-anak menjadi kehilangan semangat untuk melanjutkan sekolah. Apalagi dalam beberapa kasus, anak-anak yang tidak bisa mengikuti  PJJ maupun ujian secara daring dianggap tidak mengumpulkan tugas sehingga nilai koginitifnya banyak yang tidak tuntas dan bahkan nilai sikap diberi C sehingga akhirnya anak tersebut dinyatakan tidak naik kelas.  KPAI menerima dua laporan terkait siswa tidak naik kelas karena tidak mampu mengikuti PJJ secara daring.

Keempat,  Anak rentan mengalami Eksploitasi. Ketika anak-anak memilih berhenti sekolah akibat tidak memiliki akses untuk pembelajaran daring, maka banyak anak yang akhirnya diminta orangtuanya bekerja atau menikah sehingga angka pekerja anak dan perkawinan anak berpotensi meningkat. 

“Menurut survei social ekonomi  nasional tahun 2018, kondisi ekonomi menjadi alasan utama 50,1% anak tak melanjutkan pendidikan. Sebagian besar dari mereka harus bekerja guna membantu orangtua,” jelasnya.

Perlindungan khusus terhadap  anak kian mendesak saat mereka harus ikut mengatasi  masalah ekonomi keluarga dengan bekerja, seperti kasus pekerja anak di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat pandemic, dimana  anak-anak laki-laki  yang  tidak bisa mengikuti PJJ daring dikarenakan tidak memiliki alat daring dan tak sanggup membeli kuota internet, akhirnya diminta bekerja oleh keluarganya untuk membantu mengatasi masalah ekonomi keluarga selama pandemic.

Kondisi ekonomi keluarga akibat pendemi juga mengakibatkan para orangtua menikahkan anak perempuannya dengan  pria dewasa  yang dianggap sudah mapan. Contohnya, kasus  di Sulawesi Selatan dimana seorang anak usia 12 tahun dinikahkan dengan pria tunanetra berusia 44 tahun  untuk menutupi kelakuan bejat ayah tirinya yang yang telah memperkosa ananda.

Bersyukur kasus ini berhasil diungkap oleh kepolisian.  Kasus serupa juga terjadi di Banyuwangi, dimana seorang anak usia 12 tahun dinikahkan oleh ibu angkatnya dengan pria usia 48 tahun yang sudah memiliki 3 istri, untungnya sang ibu kandung melaporkan ibu angkat ke polisi.

Hal kelima, kata Retno, Anak rentan mengalami berbagai kekerasan.  Anak yang orangtuanya  kehilangan pekerjaan akibat krisis beresiko mengalami kekerasan, karena orangtuanya mengalami kesulitan ekonomi, kecemasan dan emosi yang tidak stabil, sehingga anak kerap kali menjadi  sasaran pelampiasan ketertekanan orangtua. 

Para orangtua yang sedang mengalami tekanan psikologis akibat ekonomi keluarga berpotensi kuat tidak sabar dalam mendampingi anak-anaknya belajar dari rumah, sehingga  anak-anak rentan mengalami kekerasan ketika PJJ.

Survei KPAI yang dilaksanakan pada 8-14 Juni 2020 dengan  sampel responden anak sebanyak 25.164 orang  menunjukkan bahwa terjadi  kekerasan psikis dan fisik selama pandemic terhadap anak dengan pelaku keluarga terdekat, seperti ibu, ayah, kakak/adik, saudara lainnya, kakek/nenek, asisten rumah tangga.  Meskipun kekerasannya tidak spesifik terjadi  hanya saat mendampingi anak PJJ,

Adapun bentuk kekerasan fisik terhadap anak selama pandemic diantaranya di cubit (23%), di pukul (9%), dijewer (9%), dijambak (6%), ditarik (5%), ditendang (4%), dikurung (4%), ditampar (3%), dan bahkan ada yang diinjak (2%).  Sedangkan bentuk kekerasan psikis terhadap anak selama pandemic diantaranya, dimarahi (56%), dibandingkan dengan anak lain (34%), dibentak (23%), dipelototi (13%), dihina (5%), dan diancam (4%). ***/ebn

Tags: jayakartanewskemendikbudKPAIPJJretno listyarti
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

October 17, 2026
BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

October 17, 2026
TEI 2026 Buka Peluang Kerja PMI, Rusia hingga Timur Tengah Jajaki Penempatan Tenaga Terampil RI

TEI 2026 Buka Peluang Kerja PMI, Rusia hingga Timur Tengah Jajaki Penempatan Tenaga Terampil RI

October 17, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version