Ketum IAI Harap Pemerintah Tegas Atur Jualan Obat Cara Online

 Ketum IAI Harap Pemerintah Tegas Atur Jualan Obat Cara Online
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Apoteker Indonesia Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Apt
JAYAKARTA NEWS – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Apoteker Indonesia, Drs Nurul Falah Eddy Pariang Apt terkait sebentar lagi penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional dan Pertemuan Ilmiah Tahunan IAI 2019 pada 12-15 Maret mendatang di Bandung, Jawa Barat kembali mengharapkan pihak pemerintah supaya tegas mengatur penjualan obat-obat secara online.
“Jangan sampai membahayakan masyarakat, dan sebaiknya (juga) masyarakat mewaspadai penjualan obat melalui E-Commerce karena belum tentu itu sehat dan menyembuhkan. (Akan) Lebih baik membeli (obat) di sarana legal apotek,” disarankan Ketum PP IAI.
Sesuai tema Rakernas dan PIT IAI 2019, Enhancing Public Access to Pharmacists, menurut Nurul Falah Eddy Pariang, sebaiknya masyarakat punya apoteker-apoteker keluarga (bukan hanya dokter keluarga) sehingga terkait jualan obat online (jadi) bisa memperoleh keterangan yang benar.
Terkait pelaksanaan Rakernas dan PIT 2019, pihak Ikatan Apoteker Indonesia juga telah mengajukan usulan penyusunan RUU Farmasi yang hendak segera disampaikan ke parlemen (DPR), karena sejak Indonesia merdeka sudah 73 tahun bahkan rancangan undang-undangnya saja di sektor farmasi kesehatan belum ada.
“Padahal obat bagian dari ketahanan bangsa. Itu kan berbahaya karena melakukan penjualan obat ilegal ya mungkin saja masih terjadi (karena belum menghadapi kekuatan undang-undang) tidak menimbulkan efek jera. Itu yang pertama, yang kedua (berakibat) membahayakan masyarakat karena publik jadi tidak bisa membedakan (mana obat) yang palsu atau ilegal dan resmi. Dua hal itu paling penting (sebagai akibat) bagi negara besar seperti RI,” tambah keterangannya.
Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunan IAI 2019 dijadwalkan dibuka resmi oleh Menteri Kesehatan Prof Dr Nila Juwita Moeloek yang juga menjadi Pembicara Utama dalam aktivitas nasional pertemuan ilmiah dan rapat kerja yang dihadiri oleh para pakar kesehatan farmasi Nusantara dan internasional dengan muatan lokakarya dan simposium serta presentasi ilmiah dan eksibisi dunia kesehatan diikuti sekira duaribuan apoteker dari seluruh Indonesia yang mencakup bidang pekerjaan di berbagai rumah sakit, industri kesehatan, perusahaan kosmetik, pengobatan tradisional, distribusi obat, apotek, regulator, pusat kesehatan masyarakat hingga para akademisi di lembaga edukasi dan kementerian. (john js)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *