Ketipak Suara Kendang, Rasa Ingin Berdendang

 Ketipak Suara Kendang, Rasa Ingin Berdendang

 

Egi dan Engki, kembar yang kompak bermusik.

DUA manusia yang terlahir sebagai kembar, selalu dikaruniai keistimewaan. Satu di antaranya adalah “kontak-batin”. Meski dua raga, dalam hal-hal tertentu mereka seolah satu jiwa. Apa jadinya jika dua pria kembar bermain musik bersama? Bukan hanya padu dan kompak, tetapi selaras-sejiwa.

Itulah gambaran sekilas tentang Egi Budi Wijayanto dan saudara kembarnya, Engki Budi Wijayanto. Keduanya merajut karier yang sama, yakni di dunia entertainment. Engki sang adik memainkan organ, sementara Egi sang kakak memainkan kendang. Jika keduanya main musik bersama, hasilnya luar biasa. Selain kompak dan rancak, suara ketipak kendang, mengundang rasa ingin ikut berdendang.

Tidak heran jika duet Egi dan Engki laris-manis diundang menghibur berbagai acara hajatan, seperti pernikahan, sunatan, ulang tahun, dan lain-lain. Sebagai musisi otodidak, mereka up-date dengan aneka lagu yang populer, dari yang lawas sampai yang anyar. “Tapi, kami lebih banyak memainkan campursari dan dangdut. Irama kedua jenis musik itu pas dengan paduan organ dan kendang,” ujar Egi, pemuda asal Sragen, Jawa Tengah.

Kekompakan bermusik Egi dan Engki sudah terjalin sejak keduanya belajar musik usia SMP dulu. “Mungkin karena kami kembar, jadi seperti ada getar batin yang sama. Biasanya, tanpa harus berkata-kata, saya tahu apa yang dimaui Engki. Demikian pula Engki ke saya,” ujar Egi bicara tentang kekompakan naluriah keduanya.

Penampilan Egi dan Engki makin semarak dengan hadirnya dua biduanita cantik asal Wonogiri: Fatma Antyca dan Vita Sella. Aneka tembang dangdut dan campursari mereka kuasai dengan sangat baik. Fatma bahkan mendedikasikan aktivitas menyanyi sebagai kegiatan utama.

“Dulu saya bekerja, tetapi setelah aktif menyanyi, saya merasakan di sinilah dunia saya, maka saya pun full time jadi penyanyi. Kalau toh ada waktu senggang, saya manfaatkan untuk menjahit. Setidaknya menjahit untuk kebutuhan kostum pribadi saya,” ujar Fatma yang mengaku mulai menerjuni dunia tarik suara profesional tahun 2012.

Sedangkan Vita Sella, sejak kecil memang sudah hobi bernyanyi. Ia memang bercita-cita jadi penyanyi campur sari terkenal, bahkan sempat bercita-cita jadi sinden. Karena itulah Vita sempat masuk Sekolah Musik Karawitan Indonesia (SMKI) Solo, Jawa Tengah. Sayang, ia tidak melanjutkan pendidikan setelah berkeluarga.

Untuk menyalurkan hobinya, ia menerima job nyanyi dangdut dan campursari setiap Sabtu dan Minggu. Kesibukan lain adalah menjadi penjual jamu gendong di wilayah Ujung Menteng, Jakarta Timur. “Kalau modal sudah cukup, dan dunia menyanyi mulai surut, saya bercita-cita punya usaha kuliner,” kata ibu dari Prameysera Veratama (5th) ini.

Nah, padu-padan Egi, Engki, Fatma dan Vita, makin klop dengan hadirnya sang Master Ceremony (MC), Suryadi. Pria asal Ponorogo, Jawa Timur ini memang memiliki karakter suara bulat-mantap. Sebelum jadi MC grup musik, Suryadi adalah pemandu acara pernikahan adat Jawa seperti condro dan cucuk lampah, sekaligus sebagai penghibur. “Tapi sehari-hari saya bekerja di perusahaan swasta,” ujarnya.

Mereka tampak tampil begitu kompak dan menghibur semua tamu yang hadir pada pernikahan Delvian dan Nursusanti di wilayah Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, tanggal 7 Mei 2017. Keseluruhan acara itu dikemas dengan apik oleh New Jasa Shwara Mandiri, sebuah Wedding Organizer, yang diprakarsai Djodi Setiawan NJSM, Mulyono NJSM, dan Suryadi NJSM. (Adv.)

Informasi New Jasa Shwara Mandiri :

Phone : 0813-1697-9765, 0812-8071-3640, 0852-1620-4038,

E-mail : newjasa17@gmail.com

Vita Sella (kiri) Fatma Antyca (tengah)  dan Suryadi (kanan)
Digiqole ad

Related post

1 Comment

  • Siiip..mbk patma..lnjutkan karyanya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *