Connect with us

Kolom

Ketahanan Ukraina dalam Perang Panjang

Published

on

Ilustrasi: https://www.unc.edu/discover/will-the-russia-ukraine-war-last-forever/

Oleh: MJP Hutagaol


Pendahuluan

Perang Rusia–Ukraina telah berlangsung lebih dari tiga tahun. Di atas kertas, kekuatan Rusia jauh lebih besar, namun Ukraina tetap mampu bertahan. Fenomena ini menarik perhatian dunia militer: bagaimana negara yang lebih kecil bisa menahan gempuran negara adidaya begitu lama?


Perimbangan Kekuatan

Menurut data dari Global Firepower, pada tahun 2025, Rusia memiliki keunggulan signifikan dalam hal jumlah personel militer aktif dan anggaran pertahanan dibandingkan Ukraina. Namun, Ukraina tetap berada di peringkat ke-20 dari 145 negara dalam indeks kekuatan militer global, menunjukkan kesiapan dan efektivitas pasukan yang tinggi meskipun dengan sumber daya yang lebih terbatas. (globalfirepower.com)


Mengapa Ukraina Mampu Bertahan

  1. Dukungan Barat

Amerika Serikat dan NATO memberikan bantuan senjata canggih, sistem intelijen satelit, dan dukungan ekonomi besar. Dengan informasi real-time, Ukraina mampu menyerang posisi penting Rusia secara terukur.

  1. Semangat Nasional

Presiden Zelenskyy berhasil membangkitkan kesatuan rakyat. Tentara dan sipil bersatu mempertahankan tanah air. Moral perlawanan inilah yang menjadi “senjata tak kasat mata”.

  1. Pemanfaatan Orang-Orang Ukraina di Rusia (Mirip Operasi Gerilya Sudirman)

Ukraina memanfaatkan jaringan diaspora dan simpatisan yang tinggal di wilayah Rusia untuk mengumpulkan informasi, memengaruhi opini, dan memberikan dukungan logistik tersembunyi. Strategi ini mirip dengan taktik operasi gerilya Sudirman saat melawan Belanda, di mana intelijen lokal, komunikasi rahasia, dan dukungan rakyat menjadi kunci keberhasilan. Contohnya:

  1. Pengumpulan Intelijen

Diaspora melaporkan pergerakan pasukan dan logistik Rusia melalui saluran aman, mirip seperti pengintaian oleh rakyat dan pasukan gerilya Indonesia.

  1. Operasi Informasi dan Propaganda

Mereka menyebarkan berita yang mendukung Ukraina melalui media sosial dan jaringan pribadi, untuk memengaruhi opini publik dan menurunkan moral lawan.

  1. Dukungan Logistik Tersembunyi

Pengiriman obat-obatan, perangkat komunikasi terenkripsi, atau bantuan medis ke wilayah konflik dilakukan melalui jaringan aman, seperti logistik tersembunyi dalam gerilya klasik.

  1. Koordinasi Aksi Non-Militer

Diaspora berperan mengatur evakuasi warga sipil dan memberikan informasi jalur aman bagi pasukan Ukraina, mirip peran rakyat dalam mendukung pergerakan Sudirman.

  1. Operasi Psikologis

Penyebaran informasi tentang ketahanan Ukraina dan solidaritas global untuk menurunkan moral pasukan lawan, selaras dengan prinsip gerilya psikologis yang digunakan saat perang kemerdekaan Indonesia.

  1. Perang Siber dan Informasi

Serangan digital, propaganda media, dan disinformasi menjadi bagian dari strategi pertahanan Ukraina. Perang tidak hanya terjadi di medan darat, tetapi juga di ruang data dan persepsi masyarakat dunia.


Situasi Terkini

Hingga pertengahan Oktober 2025, pertempuran masih berlangsung di beberapa wilayah, termasuk Donbas dan Sumy. Rusia telah meluncurkan serangan besar di Pokrovsk dan Dobropillia, sementara Ukraina melakukan perlawanan sengit dengan dukungan pasukan elite dan taktik pertahanan berlapis. (en.wikipedia.org)


Penutup

Daya tahan Ukraina menunjukkan bahwa:

“Kemenangan tidak selalu dimiliki oleh yang kuat, tetapi oleh mereka yang cerdas membaca situasi dan mampu bertahan lebih lama.”

Dari perspektif spiritual dan jiwa keprajuritan, ketahanan Ukraina mengingatkan kita bahwa kemenangan lahir dari keberanian, kesatuan, dan keteguhan hati — kekuatan yang tidak selalu tercermin oleh senjata atau jumlah pasukan, tetapi oleh jiwa bangsa itu sendiri. (*)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *