Istana Panggung Musik

 Istana Panggung Musik

MENDADAK Istana Negara bertransformasi menjadi panggung musisi nasional. Untuk pertama kali, peringatan Hari Musik Nasional digelar di Istana Negara. Hadir sejumlah musisi Tanah Air lintas generasi yang tergabung dalam Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI). “Saya senang sekali hari ini karena hadir artis-artis, seniman-seniman musik, dan penyanyi yang saat saya kecil, yang waktu saya muda, hampir semuanya saya kenal,” ujar Presiden Jokowi saat mengawali sambutannya.

Sambutan Kepala Negara tak seperti biasanya. Obrolan ringan diiringi candaan untuk para musisi penyegar suasana. Meski demikian, Presiden Jokowi mengutarakan pandangannya soal musik. Baginya, musik adalah seni bercerita. Musik pula yang terkadang membuat suasana menjadi lebih optimis. “Melalui musik kebenaran bisa disampaikan secara apa adanya. Ini yang saya senang. Masuk ke dalam hati dan pikiran kita semuanya,” Jokowi menambahkan.

Jokowi menginginkan musik-musik lokal mampu mendominasi di negeri sendiri. “Kita semua ingin, pemerintah ingin, agar musik Indonesia mendominasi semua tempat, semua ruang, semua kalangan yang ada di Tanah Air kita. Bukan musik-musik dari Barat atau negara lain. Inilah yang terus kita upayakan agar betul-betul menjadi tuan rumah dan mendominasi di negara sendiri,” papar Presiden.

Saat melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah, biasanya Presiden Joko Widodo menyempatkan diri bercengkerama dengan anak-anak dan masyarakat dengan memberikan kuis. Siang ini pun Kepala Negara memberikan sejumlah pertanyaan kepada para musisi yang hadir. “Tapi kan biasanya yang saya kasih sepeda, tapi tadi Istana belum siap. Ya sudah kalau tidak ada tidak apa, tapi nanti ini ditukar dengan sepeda. Saya bawa kartu nama, nanti ditukar dengan sepeda di Istana,” ujar Presiden sembari menunjukkan kartu nama yang dimaksud.

Pertanyaan pertama dari Presiden ialah mengenai lagu daerah. Ia meminta seseorang maju ke depan dan menyebutkan lima lagu daerah. Ita Diah Purnamasari, musisi kelahiran Surabaya, maju ke hadapan Presiden dan berhasil menyebut lima lagu daerah. “Sebelum kembali ke tempat, nyanyi lagu daerah satu. Masa hanya menyebutkan aja,” ujar Presiden setelah memberikan kartu namanya.

Mendengar hal tersebut, personel grup vokal Tiga Dara pun menyanyikan lagu Lir Ilir dari Jawa Tengah. Istana pun berubah menjadi panggung unjuk kebolehan para musisi. Selain Ita, beberapa musisi lain yang diminta maju ke hadapan Presiden ialah Andre Hehanussa dan juga grup musik Bimbo. Khusus untuk grup musik asal Bandung yang terdiri atas tiga bersaudara Sam Bimbo, Acil Bimbo, dan juga Jaka Bimbo itu, Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi atas karya-karya mereka yang terhitung sudah 50 tahun mereka berkarya di dunia musik Tanah Air. Kepada mereka bertiga, Kepala Negara memintanya untuk menyanyikan lagu Sajadah Panjang yang kemudian membuat seisi ruangan terbawa suasana olehnya. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *