Connect with us

Aksi Korporasi

Hutama Karya Catat Laba Bersih Meningkat Tajam

Published

on

Hutama Karya Catat Laba Bersin Meningkat Tajam
Jaringan Tol Trans Sumatera (Dok HK)

JAYAKARTA NEWS – PT Hutama Karya (Persero) hingga triwulan (TW) III 2024, mencatatkan laba bersih (unaudited) senilai Rp 844 miliar atau meningkat 2.412,12 persen (YoY) dan mencapai 383,08 persen dari target RKAP tahun ini. BUMN karya ini juga membukukan pendapatan senilai Rp20,29 triliun atau meningkat 9,73 persen (YoY), sementara total aset perusahaan tercatat sebesar Rp 188,95 triliun atau tumbuh sebesar 34,14 persen (YoY).

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim mengatakan peningkatan kinerja keuangan (unaudited) Hutama Karya ini sejalan dengan progres pembangunan proyek-proyek strategis nasional. Beberapa di antaranya adalah proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang semakin signifikan.

“Ekuitas perusahaan yang meningkat signifikan ini masih didorong oleh dua faktor utama yakni penerimaan Penyertaan Modal Negara sebesar Rp28,88 triliun pada akhir tahun 2023 dan Rp18,6 triliun pada April 2024,” ujar Adjib dalam keterangannya seperti dikutip Kamis (14/11/2024).

Adjib mengambahkan, pencatatan laba bersih Hutama Karya pada TW III 2024 dengan peningkatan signifikan dari periode yang sama pada tahun lalu. Sedangkan penurunan liabilitas utamanya disebabkan repayment atas outstanding/debt pada proye Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) atas hasil dari asset recycling pada akhir Juni 2023 lalu.

Menurut Adjib, keberhasilan Hutama Karya dalam meningkatkan ekuitas dan mengurangi liabilitasnya menunjukkan capaian yang positif dan komitmen perusahaan dalam mengelola keuangan dengan baik, mengurangi beban utang, hingga meningkatkan kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan.

“Ini juga merupakan upaya perusahaan dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan serta kemampuannya dalam menghadapi tantangan ekonomi dan industri,” kata Adjib.

Dari sisi konstruksi, kata Adjib, strategi perusahaan untuk agar kinerjanya sesuai target adalah dengan memastikan proyek dapat selesai tepat waktu dan tepat mutu.

Selain itu, lanjut Adjib, perusahaan juga senantiasa memperkuat integrated governance; melakukan efisiensi beban usaha; mengoptimalkan fokus champion di segmen jalan dan jembatan sebagai portofolio utama dalam revenue stream; fokus pada pelaksanaan investasi JTTS.

Lalu penguatan manajemen risiko dengan meningkatkan risk awareness di seluruh unit perusahaan; pembenahan proyek eksisting berisiko tinggi; serta mengupayakan perolehan proyek berkualitas dengan assessment manajemen risiko sehingga meminimalisir potensi kerugian di akhir tahun.

Sementara dari sisi ekuitas, hingga TW III 2024, posisi ekuitas Hutama Karya adalah Rp136,07 triliun dengan peningkatan 58,39 persen (YoY) atau sebesar Rp50,17 triliun. Peningkatan ekuitas ini diringi dengan penurunan liabilitas perusahaan sebesar 3,78 persen (YoY), yang kini mencapai Rp52,88 triliun.

Dari sisi EBITDA, Hutama Karya membukukan realisasi sebesar Rp2,86 triliun atau tercapai 99,11 persen dari target RKAP TW III 2024. Realisasi EBITDA ini didukung oleh upaya efisiensi biaya dimana HPP mengalami penurunan hingga 3,78 persen serta berhasilya dilakukan pengendalian beban usaha melalui mitigasi risiko yang tepat.

Kontrak baru diperoleh sebesar Rp24,05 triliun pada TW III 2024, meningkat 15,59% (YoY) dan hampir 2 kali lipat dibanding capaian Semester I 2024.

Segmen yang kontribusi terbesar pada perolehan kontrak baru bersumber dari sektor Jalan dan Jembatan sebesar 79,90 persen, disusul sektor infrastruktur air sebesar 11,31 persen, sektor gedung 4,44 persen, serta sektor prasarana perhubungan dan lainnya sebesar 4,34 persen.

Untuk meraih capaian ini, perusahaan lebih selektif dalam memilih kontrak baru dengan fokus pada proyek dengan margin yang bagus dan sesuai kompetensi perusahaan. Dari sisi proyek infrastruktur, kinerja dari sektor konstruksi umum dan gedung juga cukup baik, utamanya pada proyek-proyek kerjasama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Tahun ini, Hutama Karya mulai menggarap proyek KPBU Trans Papua Ruas Jayapura – Wamena segmen Meberamo – Elelim di Papua Pegunungan dan proyek Proving Ground Stage III & IV di Bekasi; proyek Konservasi Pantai Candidasa di Bali, hingga Gedung RS Kandou di Manado.

“Sampai dengan TW III 2024, proyek-proyek BUMN masih mendominasi perolehan kontrak baru Hutama Karya dengan kontribusi 69,78 persen, disusul oleh Proyek Pemerintah sebesar 25,23 persen dan proyek swasta sebesar 4,99 persen,” papar Adjib.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *