Gaet 17 Juta Turis dengan 100 Event

 Gaet 17 Juta Turis dengan 100 Event
Poster Calendar of Events 2018. Kanan: Putri Pariwisata Indonesia 2016, Putri Amelia dan Nabilla Gita. Foto: Monang Sitohang

MENTERI Pariwisata (Menpar), Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc mengatakan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan III tahun 2017 mengagendakan 100 event berskala internasional. Tema yang diusung adalah “Wonderful Indonesia Calendar of Event 2018 untuk Mencapai target 17 Juta Wisman (wisatawan mancanegara) dan 270 Juta Wisnus (wisatawan nusantara) di Tahun 2018”.

“Tahun 2018 nanti akan ada 100 event yang berskala internasional, hal ini merupakan salah satu cara untuk menggejot kunjungan wisatawan ke Indonesia,”papar Arif Yahya saat press conference Rakornas di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (26/9).

Menpar mengingatkan bahwa jika ingin event bertaraf internasional, tampillah dengan mengikuti cara standar dunia. Tahun-tahun sebelumya kita mempunyai kelemahan, Calender of Event (CoE) belum fix siap dijual. Pada Rakornas kali ini dibuat Top 100 event yang tiap Provinsi akan terwakili. Selain itu, dari Top 100 event, nantinya akan dipilih menjadi Top 10 destinasi Calendar of Event sesuai kriteria.

Dari Arif Yahya ada tiga kriteria, pertama banyak mendatangkan wisman,  kedua dari yang mendatangkan wisman dengan pertumbuhan besar, dan ketiga paling banyak menyumbangkan devisa. Sementara untuk event daerah yang mirip dengan daerah lainnya tidak dipermasalahkan, karena tiap daerah biasanya menonjolkan khas daerah masing-masing.

“Contoh, Jember Fashion Carnaval, fokus di fashion, Solo menampilkan khas batik, dan Tomohon menampilkan Karnaval Bunga. Jadi tiap daerah tidak sama dalam hal menampilakan event,”jelas Arif Yahya asal Banyuwangi.

Putri Amelia, Putri Pariwisata 2016 berpendapat bahwa program Calender of Event sangat berpengaruh dan membantu dalam memajukan dan mengembangkan sektor pariwisata, hanya saja harus dipertahankan dan teraplikasi dalam tiap daerah. Karena setiap Wisman atau Wisnus pasti mempunyai tujuan dalam berwisata, salah satunya mengikuti event menarik dari suatu destinasi wisata.

Di lain kesempatan, Syahrul, seorang Dosen di Akademi Pariwisata Kota Medan sependapat mengatakan bahwa Calender of Event 2018 sangatlah berguna menggenjot perkembangan sektor pariwisata, sehingga memungkinkan peluang menarik minat Wisman sebanyak 17 juta datang ke Indonesia. Dimana Calender of Event 2018 diharapkan akan mampu meningkatkan sumber-sumber pariwisata yang berpotensi dengan dukungan dan partisipasi sektor transportasi.

Potensi pariwisata Sumatera Utara melalui program Calender of Event 2018 sangat berpeluang mendatangkan Wisman dan Wisnus. Karena, Sumatera Utara banyak memiliki potensi-potensi pariwisata, antara lain dari segi budaya, alam, kuliner, sejarah dan lainnya.

Sayangnya, potensi-potensi pariwisata itu tidak seluruhnya dikelola dengan baik, serius dan maksimal oleh Pemerintahan Sumatera Utara. “Hanya Danau Toba saja yang bikin besar. Pariwisata jangan dibuat sebagai sektor kedua, jadi perlu penanganan yang maksimal, seperti tari-tarian daerah,”kritik Syahrul.

Lebih lanjut Putri Amelia bercerita, sebagai putri pariwisata Ia tidak hanya sekedar tampil menyandang nama membawa dunia kepariwisataan, tetapi dengan sendirinya harus ikut mendukung program-program Kementerian Pariwisata, seperti Calender of Event tersebut. Seorang putri pariwisata harus bertindak, berbicara dan ber-attitude (berprilaku) layaknya seorang putri dan duta dari Kementerian Pariwisata. Dimana tata krama, isi pembicaraan, attitude dan pakaian yang dikenakan sangat harus diperhatikan saat bertugas.

Menurut Putri Amelia, suatu destinasi wajib memiliki 3A sebagaimana disampaikan Menteri Pariwisata, Bapak Arif Yahya,  yakni Amenitas (fasilitas/suatu sarana dan prasarana yang disediakan pengelola untuk kebutuhan wisatawan), Aksesibilitas (kemudahan wisatawan untuk mencapai suatu objek wisata) dan Atraksi (segala sesuatu yang terdapat di daerah wisata bisa menarik wisatawan berkunjung ke daerah tersebut)

“Sebagian para pelaku wisata sudah sangat paham, berintegritas tinggi dan upaya keras dalam memajukan pariwisata, namun sebagian besar masih belum begitu sadar akan pentingnya pariwisata di negeri ini, maka dari itu dibutuhkan sertifikasi profesi dan pelatihan yang mampu mendongkrak kualitas SDM (sumber daya manusia) para pelaku pariwisata,”saran Putri Amelia, di Jakarta baru-baru ini.

Kota Medan sebagai Ibukota Propinsi Sumatera Utara, salah satu kota yang baru sekali dikunjungi, bagi Putri Amelia sangatlah luar biasa dan sangat layak untuk menjadi destinasi utama tujuan pariwisata dengan berbagai potensi yang dimiliki. Namun satu aspek harus diperhatikan, kesadaran masyarakat dan pemerintah itu sendiri dalam memahami sapta pesona khususnya.***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *