• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Begini Potret Tarik Ulur Legitimasi LGBT di Asia

Begini Potret Tarik Ulur Legitimasi LGBT di Asia

August 10, 2018
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

October 22, 2026
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

October 21, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 22, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Begini Potret Tarik Ulur Legitimasi LGBT di Asia

by admin
August 10, 2018
in Feature
0
Begini Potret Tarik Ulur Legitimasi LGBT di Asia
512
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PADA suatu  Sabtu nan panas dan lembap di pertengahan Juli, oasis hijau Singapura berubah menjadi merah muda.

Pria dan wanita tampak berkumpul di Hong Lim Park, lapangan seluas 9.400 meter persegi yang berada di tengah distrik bisnis. Ramai orang itu datang untuk merayakan ulang tahun ke 10 Pink Dot, sebuah gerakan lokal untuk mendukung hak LGBT.

Di antara orang-orang muda yang mengenakan pakaian pink adalah Chong Juu Hoe, seorang anak berusia 20 tahun yang sedang mengambil foto selfie bersama pacar dan teman-temannya. “Dilegitimasinya pernikahan gay di bagian lain dunia, pasti akan membantu warga Singapura untuk memperhatikan kami,” katanya.

“Kami tidak dipandang, nggak dihitung,” tambahnya, untuk menekankan betapa kemajuan hukum di tempat lain secara  perlahan akan “memecah stereotip terhadap orientasi seksual yang berbeda.”

Sampai taraf tertentu, ini sudah terjadi di kawasan Asia-Pasifik. Menangkap gelombang legalisasi yang dimulai di Eropa Barat pada awal 2000-an, pengadilan konstitusi Taiwan pada Mei 2017 memutuskan mendukung pernikahan sesama jenis. Selandia Baru telah melegalkannya pada tahun 2013, sementara parlemen Australia memilihnya pada tahun 2017.

Di Hong Kong, pengadilan tinggi memutuskan pada  Juli lalu, bahwa pihak imigrasi harus memberikan visa pasangan seks sesama jenis, yang sebelumnya hanya tersedia untuk pasangan heteroseksual.

Demonstrasi kelompok pinkDot untuk memperingati ultah organisasi yang mendorong legalitas pernikahan sejenis (LGBT) di Singapura.

Tetapi ketika gelombang itu membengkak, orang-orang  konservatif bergegas untuk memasang rintangan. Bentrokan bisa membuka perpecahan dalam beberapa masyarakat Asia dan, dari perspektif bisnis, membuat sulit untuk merekrut dan mempertahankan bakat di pasaran kerja untuk ramah terhadap LGBT.

Gugatan visa Hong Kong diajukan oleh seorang lesbian Inggris, yang menggugat direktur imigrasi pada tahun 2014, setelah ia ditolak visanya bersama  pasangan lesbinya.

“Meskipun saya tidak dapat hadir di sana hari ini, itu tidak mengurangi kegembiraan yang saya rasakan, mengetahui bahwa pengadilan tertinggi Hong Kong telah menjunjung hak saya untuk diperlakukan sama,” kata wanita itu, yang diidentifikasi hanya dengan inisial  QT,  dalam sebuah pernyataan yang dirilis  oleh pengacaranya pengadilan Hong Kong memutuskan perkara gugatannya.

Pengadilan banding final mengatakan, kebijakan imigrasi dimaksudkan untuk menarik bakat asing, dan menolak mitra sesama jenis bertentangan dengan tujuan itu.

Lebih dari 30 bank dan firma hukum global memuji keputusan itu, termasuk Goldman Sachs dan Morgan Stanley, yang telah lama mendesak pemerintah Hong Kong untuk memberikan visa bagi para mitra pekerja asing ekspatriat mereka. Diskriminasi, menurut mereka, menghambat upaya rekrutmen mereka.

Namun, pertempuran di istana tidak selalu berjalan di jalan komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender kota.

Pada  Juni lalu, seorang perwira imigrasi senior gay kehilangan gugatan hukumnya terhadap Biro Layanan Sipil, yang menolak untuk memberikan suaminya menjadi pasangan suami-istri sebagai pegawai pemerintah.

Pasangan itu menikah secara sah di Selandia Baru, tetapi pengadilan Hong Kong mengatakan bahwa pemerintah harus melindungi lembaga perkawinan tradisional, dan bahwa memberikan izin suami-istri seperti itu dapat memberi kesan bahwa pernikahan sesama jenis dilegalkan secara implisit.

Didorong oleh kasus imigrasi, petugas berencana untuk membawa kasus ini ke Pengadilan Banding Final.

“Hong Kong belum melihat banyak kemajuan dalam hal undang-undang menentang diskriminasi seksual sejak 1997,” kata Raymond Chan Chi-chuen, satu-satunya anggota parlemen gay yang terbuka di kota itu. “Kami membutuhkan lebih banyak kasus pengadilan untuk menekan pemerintah.”

Kembali di Singapura, ternyata, gerakan LGBT terus menghadapi dorongan kuat.

Sebagian karena tekanan dari kekuatan konservatif, orang asing dilarang berpartisipasi dalam Pink Dot, dan perusahaan internasional tidak dapat mensponsori acara tersebut. Pembatasan hukum dimaksudkan untuk mengekang pengaruh luar atas isu-isu politik domestik telah diterapkan pada gerakan, memaksa penyelenggara untuk menolak dukungan dari perusahaan multinasional seperti Google.

Kekristenan dan Islam, yang mencakup lebih dari sepertiga afiliasi keagamaan di Singapura, melihat homoseksualitas sebagai dosa. Dewan Nasional Gereja Singapura yang berpengaruh menyatakan di situs webnya bahwa “praktik homoseksual atau biseksual bertentangan dengan pengajaran Alkitab” dan bahwa satu-satunya hubungan seksual yang tepat adalah “antara laki-laki dan perempuan di dalam ikatan pernikahan monogami. ”

“Anak-anak tidak boleh diindoktrinasi dengan gagasan bahwa homoseksualitas itu baik,” kata David Tan, 42, seorang pengusaha Kristen. “Ini merusak inti masyarakat, yang merupakan keluarga.”

Di Jepang, anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal yang berkuasa memicu kegemparan baru-baru ini dengan komentar meremehkan tentang pernikahan sesama jenis. Tomu Tanigawa, anggota majelis rendah, menyarankan yang berbicara pada acara TV, bahwa hubungan LGBT seperti “hobi.” Anggota parlemen Mio Sugita menulis sebuah artikel di mana dia berpendapat bahwa pasangan sesama jenis adalah “tidak produktif” karena mereka tidak memiliki anak.

“Kenalan LGBT saya  terpaksa bermigrasi ke Kanada, Belanda dan Denmark,” kata Kazuhiro Terada, pendiri dan presiden Equal Marriage Alliance, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja untuk melegalkan pernikahan sesama jenis di Jepang. Terada memperingatkan bahwa pekerja LGBT yang berbakat dapat meninggalkan  Jepang jika tidak ada  setidaknya undang-undang “serikat sipil”.

Di Taiwan, pun demikian,  pertarungan masih jauh dari selesai.

Benar, pengadilan tertinggi pada Mei 2017 memutuskan bahwa hukum perdata yang mendefinisikan pernikahan sebagai persatuan antara seorang pria dan seorang wanita melanggar pasal-pasal dalam konstitusi yang berkaitan dengan kebebasan menikah dan hak atas persamaan.

Pengadilan meminta pemerintah untuk mengambil langkah-langkah legislatif untuk menangani serikat pekerja sesama jenis dalam waktu dua tahun.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia juga mendesak pemerintah untuk menindaklanjuti.

Boris Dittrich, direktur advokasi Human Rights Watch, sebuah organisasi nonpemerintah di AS, mengunjungi Taiwan pada bulan Mei dan bertemu antara lain dengan Wakil Presiden Chen Chien-jen. Dittrich menyarankan politisi di Taiwan harus menunjukkan kepemimpinan dan mengusulkan amandemen terhadap kode sipil yang memberikan kepada pasangan sesama jenis hak pernikahan yang sama dengan pasangan heteroseksual.

Sebuah kelompok yang disebut Koalisi untuk Kebahagiaan Generasi Selanjutnya kami, bagaimanapun, telah mengusulkan referendum tentang pernikahan sesama jenis untuk mencegah legalisasi. Komisi Pemilu Pusat pada bulan April mengakui legalitas referendum, yang dapat diadakan pada bulan November jika lebih dari 280.000 tanda tangan dikumpulkan.

Tanda tangan itu menekankan bahwa baik ayah dan ibu sangat diperlukan untuk keluarga, koalisi mengundang untuk “hukum khusus” yang menawarkan hak pasangan sesama jenis yang mirip dengan pernikahan, bukannya mengubah kode sipil untuk mengubah definisi pernikahan.

Victoria Hsu, seorang pengacara dan kepala Aliansi Taiwan untuk Mempromosikan Hak Kemitraan Sipil, sebuah LSM yang mendukung pernikahan sesama jenis, mengatakan bahwa para penentang menyebarkan informasi bias untuk membangkitkan ketakutan dan prasangka. Kampanye yang jauh lebih agresif telah dilancarkan di Indonesia, di mana kaum Muslim konservatif membentuk segmen besar penduduk.

Demonstrasi anti-LGTB di Aceh.

Pihak  anti-LGBT memperoleh traksi pada tahun 2016, setelah berita bahwa kelompok mahasiswa di Universitas Indonesia secara terbuka menawarkan dukungan sebaya untuk siswa LGBT memicu “kepanikan moral.” Kontroversi itu dengan cepat berkembang, dengan pejabat publik mengecam homoseksualitas dan polisi meningkatkan razia di tempat di mana individu LGBT dianggap berkumpul, seperti sauna, klub malam dan salon rambut. Pemeriksaan hukum yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi berusaha melarang seks gay.

Meskipun pengadilan menolak gugatan pada bulan Desember, kampanye tidak berhenti. Dua bulan kemudian, para anggota parlemen dari semua 10 faksi di Dewan Perwakilan – Bersifat Islam atau sekuler – setuju bahwa seks gay, bersama dengan seks di luar nikah, harus dilarang melalui revisi kode kriminal yang sedang berlangsung.

Para politisi, termasuk anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Presiden Joko Widodo, jelas-jelas khawatir mengucilkan Muslim konservatif menjelang pemilihan umum pada April mendatang.

Semakin, gesekan antara liberal sosial Asia dan konservatif menyerupai “perang budaya” di AS, di mana kiri bertentangan dengan Kristen, banyak di antaranya merasa ditinggalkan oleh globalisasi.

India sedang bersiap untuk menjadi medan ‘perang’ berikutnya.

Pada tanggal 10 Juli, Mahkamah Agung negara itu mulai mendengar petisi yang menantang Bagian 377, sebuah hukum era kolonial Inggris yang mengkriminalisasi homoseksualitas. Kembali ke tahun 1861, undang-undang melarang “hubungan badan jasmaniah melawan tatanan alam”, termasuk hubungan sesama jenis yang sama, dan membebankan hukuman seumur hidup di penjara.

Pengadilan setuju awal tahun ini untuk memeriksa kembali keputusan 2013 untuk menyisihkan putusan Pengadilan Tinggi Delhi dari 2009, yang melegalkan tindakan homoseksual di kalangan orang dewasa yang menyetujui. “Bagian orang atau individu yang melakukan pilihan mereka tidak boleh tetap dalam keadaan takut,” kata Mahkamah Agung, sambil memutuskan untuk meninjau kembali keabsahan konstitusional Bagian 377.

Komunitas gay berharap untuk putusan yang menguntungkan saat ini. “Peradilan 2013 adalah parodi keadilan,” kata Apurva Asrani, seorang editor film dan penulis skenario kepada koran Times of India, menyerukan persamaan hak dan keamanan kerja. “Jika Mahkamah Agung membatalkan keputusannya, dan kami memiliki perasaan yang baik, maka kesalahan akan hilang.”

Tapi seperti yang terlihat di AS – pemimpin dalam melegalkan pernikahan sesama jenis, mendapat perlawanan  di mana oposisi yang sengit terus berlanjut – hukum bukanlah segalanya.

“Ini akan menjadi awal yang sangat baik” jika Mahkamah Agung India mengubah posisinya, kata Duru Arun Kumar, seorang profesor sosiologi di Institut Teknologi Netaji Subhas di New Delhi. “Tapi pola pikir masyarakat secara keseluruhan tidak akan berubah dalam semalam.

(Nikei)

Tags: gayjayakartanewslesbianLGTB
Share205Tweet128
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

October 22, 2026
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version