Connect with us

Agribisnis

Publik Diminta Kawal Ketat Bantuan Rp16 Miliar untuk Sumatera

Published

on

Bantuan beras senilai Rp16 miliar untuk Sumatera (dok Kementan)

JAYAKARTA NEWS – Publik diminta untuk mengawal ketat penyaluran bantuan beras senilai Rp 16 miliar bagi korban bencana alam di Sumatera, agar distribusi berjalan transparan dan benar-benar tepat sasaran.

“Kami meminta publik untuk tidak segan untuk melaporkan bila ditemukan penyimpangan,” ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Moch. Arief Cahyono, dikutip Selasa (9/12/2025).

Arief menyebutkan, hingga saat ini pemerintah telah menyalurkan 1.200 ton bantuan beras senilai Rp16 miliar untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak. Secara total, pemerintah rencananya akan menyalurkan 10.000 ton bantuan beras. 

Menurut Arief, keterlibatan publik sangat penting untuk mencegah potensi penyimpangan di lapangan. Di tengah tantangan penyaluran, Kementan menekankan bahwa pengawasan publik adalah elemen kunci.

Arief juga menekankan, masyarakat diminta tidak segan melaporkan jika menemukan dugaan penyimpangan, sekaligus diapresiasi atas partisipasi yang selama ini turut menjaga proses distribusi tetap akuntabel.

“Dalam situasi seperti ini, concern utama kami adalah memastikan semua bentuk bantuan bisa disalurkan dengan cepat dan tepat. Dan kami berterimakasih publik terus mengawasi proses penyaluran,” ujar Arief.

Arief menyebutkan, pemerintah terus melakukan berbagai strategi untuk memastikan berbagai bentuk bantuan yang disalurkan pemerintah, termasuk bantuan beras tersalurkan secara cepat ke masyarakat terdampak.

“Penyaluran bantuan menghadapi berbagai kendala yang tidak mudah. Untuk itu, kami mengapresiasi semua pihak yang terlibat untuk memastikan masyarakat terdampak bisa secepatnya mendapatkan bantuan,” kata Arief.

Bantuan dikirimkan melalui jalur darat, udara, dan laut, termasuk menggunakan pesawat Hercules dan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dengan dukungan penuh TNI. Pengiriman dilakukan bertahap untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan di wilayah terdampak.

Strategi penyaluran disesuaikan dengan kondisi lapangan. Di sejumlah titik yang aksesnya terputus, distribusi dilakukan dengan moda alternatif seperti bentor atau perahu kecil untuk menembus permukiman yang sulit dijangkau.

“Percepatan penyaluran bantuan beras terus dilakukan, termasuk agar masyarakat di wilayah yang aksesnya terputus tetap segera mendapatkan pangan yang mereka butuhkan,” pungkas Arief. (yog)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement