Connect with us

Kabar

“Tanem Tanemaki” Jadi Tajuk Gulali Festival 2025

Published

on

Gulali Festival adalah festival pertunjukan untuk anak dan keluarga. Festival ini diinisiasi oleh Papermoon Puppet Theatre, sebuah kelompok teater boneka berbasis di Yogyakarta, dan Ayo Dongeng Indonesia, komunitas pendongeng yang telah banyak melakukan pertunjukan maupun workshop untuk menghidupkan budaya dongeng di Indonesia.

Keduanya berkolaborasi untuk menyajikan festival dwi-tahunan yang menghadirkan berbagai bentuk seni pertunjukan. Termasuk di antaranya teater boneka, dongeng, musik, dan tari, yang disiapkan dengan sepenuh hati.

Sebagai bagian dari rangkaian acara Gulali Festival 2025, Gulali Festival bekerja sama dengan Yayasan Cita Cerita Anak (TaCita), sebuah yayasan independen yang merayakan cerita untuk anak dalam berbagai bentuknya, dan Chihiro Art Museum, sebuah museum ilustrasi buku cerita anak yang berlokasi di Kota Tokyo dan Kota Azumino, Jepang, untuk menyelenggarakan Road To Gulali Festival 2025 dengan tajuk “Tanem Tanemaki”.

Dalam bahasa Jawa “tanem” berarti menanam benih atau bibit. Kami percaya bahwa menyuguhkan karya seni yang digarap baik untuk anak adalah penting sebagai semaian benih kebaikan untuk generasi masa depan.

Sebelumnya, TaCita dan Chihiro Art Museum telah berhasil melangsungkan pameran “Ehon: Jelajah Seni dan Cerita Buku Anak Jepang”, menampilkan koleksi terkurasi dari Chihiro Art Museum dan aktivasi kegiatan cerita dari koleksi tersebut pada Februari 2024 di The Japan Foundation, Jakarta

(https://www.kompas.id/baca/foto/2024/02/05/menjelajahi-cerita-dan-seni-buku-anak-jepang). Pada kesempatan kali ini, ketiga organisasi ini berkolaborasi untuk membawakan pengalaman baru bagi para pencinta kisah dengan menggabungkan kekuatan dari seni visual grafis (dalam bentuk ilustrasi) dan seni pertunjukan (dalam bentuk dongeng dan teater). Acara ini juga diharapkan dapat menjadi wadah pertukaran budaya, dalam hal ini seni pertunjukan dan seni visual grafis, Indonesia dan Jepang.

PROGRAM ACARA

Program utama Tanem Tanemaki adalah pameran karya ilustrasi koleksi Chihiro Art Museum dan ilustrasi ilustrator Indonesia. Pameran dan aktivasinya direncanakan selama 9 hari, Sabtu-Minggu, 26 Juli-3 Agustus 2025 di Bentara Budaya Yogyakarta.

Kegiatan aktivasi dari pemeran sendiri merupakan sebuah perayaan atas semangat pertukaran budaya. Sebab itulah, program-programnya didesain untuk menjadi ruang diskusi bagi seniman pertunjukan, ilustrator, dan kurator museum dari Indonesia dan Jepang.

Detail program pameran adalah sebagai berikut:

NoNama programDeksripsi programJadwal kegiatan
1PAMERAN ILUSTRASI TANEM TANEMAKIPameran Ilustrasi Tanem Tanemaki menghadirkan karya ilustrasi seniman Indonesia dan Jepang. Tiga puluh karya ilustrasi koleksi Chihiro Art Museum –sebuah museum yang berlokasi di Jepang yang didedikasikan khusus untuk ilustrasi buku cerita anak– dipamerkan bersama dengan ilustrasi karya seniman Indonesia yang telah dikurasi oleh Tim Kurator TaCita dan Gulali Festival.Sabtu-Minggu, 26 Juli – 3 Agustus 2025 10.00-21.00 WIB
2JELAJAH GALERIJelajah Galeri adalah program yang diperuntukkan bagi pengunjung dalam kelompok, komunitas, atau sekolah (15-30 orang per kelompok), baik terdiri dari kawan kecil, dewasa, atau gabungan keduanya, yang ingin menikmati karya pameran sembari dipandu oleh seorang pemandu galeri. Jelajah Galeri terbuka untuk anak dengan reservasi.Senin-Kamis, 28 Juli – 31 Juli 2025 Sesi pagi: 10.00-12.00 Sesi siang: 13.00-15.00
3PANGGUNG GULALI Oniroku and The Carpenter Oleh Bagus MazasupaOniroku and The Carpenter Matsui Tadashi | Penyadur Akabane Suekichi | Gambar   Berkisah tentang seorang tukang kayu yang meminta bantuan raksasa untuk membuat sebuah jembatan kayu di desanya. Karya ini akan disajikan dalam bentuk pertunjukan solo piano yang ilustratif yang akan dihadirkan untuk membuka pameran “TANEM-TANEMAKI.   Bagus Mazasupa Bagus Mazasupa adalah komposer, pianis dan music director yang berbasis di Yogyakarta.Sabtu, 26 Juli 2025 16.00-18.00 WIB
 PANGGUNG GULALI “The Girl and the Butterbur Sprout” Oleh SyakirinuSyakirinu akan menampilkan “Fukimanbuku” aka “The Girl and The Butterbur Sprout” karya Tashima Seizo   Buku ini mengisahkan tentang seorang gadis bernama Fuki yang bertualang ke sebuah bukit di suatu malam yang gerah di musim panas. Di atas bukit, dia bertemu dan berkomunikasi dengan pohon Fuki yang hidup di sana. Dari pertemuan itu, Fuki jadi belajar tentang bagaimana membangun relasi dengan alam   Cerita ini akan dibawakan dengan bentuk dongeng musikal interaktif yang akan memadukan musik Jepang, Jawa dan modernMinggu, 27 Juli 2025 10.00-12.00 WIB
 PANGGUNG GULALI : “Marcia                           dan Burung Putih” Oleh Anak Bawang  Marcia dan Burung Putih M. Blatov | Cerita Dekune Iku | Teks dan Gambar   Sinopsis Sebuah adaptasi dari cerita rakyat Rusia yang kami kemas dalam bentuk pementasan yang memadukan permainan aktor, teater objek, dan shadow puppet. Cerita ini mengikuti perjalanan Marcia, seorang kakak yang berusaha                                                        menyelamatkan adiknya—Vanya—setelah diculik oleh Burung Putih—peliharaan seorang penyihir tua bernama Baba Yaga. Dalam pencariannya, Marcia harus melewati dunia yang penuh keanehan dan keajaiban. Ia bertemu dengan pechka—perapian Rusia dari tanah liat, pohon apel, dan sungai kecil yang terbuat dari susu. Mampukah Marcia menemukan dan membawa pulang adiknya?   Anak Bawang Grup teater objek dan dongeng yang berdomisili di Yogyakarta. Didirikan oleh duaJumat, 1 Agustus 2025 10.00-11.00 WIB
  kakak beradik (Didik dan Dian) saat Gulali Festival 2021. Nama anak bawang terinspirasi dari karya pertama kami yang berjudul Anak Bawang. Anak bawang saat ini tergabung dalam Gulali Forum. 
 PANGGUNG GULALI : Alone at Home/Sendirian di Rumah Oleh Ulang AlikAlone at Home/Sendirian di Rumah–menarasikan perjalanan emosi Ame, seorang anak yang ditinggal ibunya pergi keluar rumah sebentar. Awalnya, kesendirian terasa seperti petualangan yang tenang—dunia yang penuh kebebasan. Namun, waktu terasa berjalan begitu lambat dan hujan mulai turun, perasaan-perasaan yang tak terduga pun ikut bermunculan. Emosi datang dan pergi seperti cuaca di luar: bahagia, bosan, sedih, hingga cemas. Saat hujan tak kunjung reda, Ame menyadari bahwa ibunya belum bisa pulang. Dalam penantian singkat yang terasa begitu panjang, ditemani irama hujan, Ame harus menghadapi mendungnya perasaan yang tumbuh di dalam dirinya.   Melalui visual, suara, ritme, dan gerak yang lembut, pertunjukan ini mengajak kita masuk ke dalam dunia Ame yang tenang. Pertunjukan ini ramah sensori, interaktif, direkomendasikan bagi penonton mulai usia 2th.   Pementasan akan diikuti dengan rangkaian workshop bersama penonton, dimana penonton akan diajak untuk menggambar bersama dan membuat pementasan kecil setelahnya.     Pemain boneka: Rachmi Dewi Pertama, Hamann Kamandharu Djatmiko (18th, Neurodivergent-ASD spectrum-high function). Penata dan pemain musik: Rakka Villiers Mahendra (15th), Tommy Dwi Djatmko.Sabtu, 2 Agustus 2025 10.00-12.00 WIB
 PANGGUNG GULALI KAMISHIBAI Oleh Etsuko Nozaka (Jepang)  Pementasan Kamishibai sepanjang 60 menit ini akan dibagi menjadi 2 sesi. Pertunjukan sesi pertama diperuntukkan bagi anak yang lebih kecil, sedangkan sesi kedua, anak yang sudah lebih besar dengan keluarganya. Akan ada 8 judul cerita yang dibacakan dalam sesi ini; Bagian I (untuk anak dan keluarga), 25 menit Okiku okiku okiku na-are (Tumbuh, Tumbuh, Tumbuhlah Jadi Lebih Besar!) Teks dan ilustrasi oleh Noriko Matsui Noriku Matsui bereksperimen dengan aspek-aspek unik format kamishibai untuk membuka dunia baru kamishibai yang melibatkan partisipasi penonton. Ketika para hadirin ikut serta dalam satu bagian khusus karya di mana mereka mengucapkan “Tumbuh, tumbuh, tumbuhlah jadi lebih besar!”, suara mereka melambangkan harapan universal umat manusia untuk bertumbuh. Karya ini merupakan karya kamishibai terlaris di Jepang yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.     Oto-san (Ayah) Teks oleh Jun’ichi Yoda / ilustrasi oleh Seiichi Tabata Jun’ichi Yoda menulis karya ini berdasarkan dongeng dari Sumatra. Ilustrasi indah dari karya ini menunjukkan karakteristik unik ekspresi visual yang dimungkinkan dalam kamishibai. Kisahnya mengungkapkan cinta sejati antara orang tua dan anak sekaligus rasa simpati untuk si monster yang kesepian.     Otofu-san to soramame-san (Tahu danMinggu, 3 Agustus 2025 13.00-14.00 WIB
  Kacang Koro) Teks oleh Miyoko Matsutani / ilustrasi oleh Hideko Nagano Mengapa kacang koro punya garis hitam di kulitnya? Dongeng Jepang ini menawarkan salah satu penjelasan untuk itu. Miyoko Matsutani telah menciptakan sejumlah karya kamishibai yang luar biasa. Ilustrasi Hideko Nagano yang hangat dan disisipi humor menampilkan para karakter dengan kepribadian yang nyata nan khas.         Koron Kottsunko (Berguling dan Menubruk) Teks oleh Koga Yōko / ilustrasi oleh Wakayama Shizuko Sebuah telur dan boneka Daruma jatuh-bangun sambil bernyanyi. Oh, Daruma bangkit dan jatuh! Dan telur dan boneka bayi akan berguling! Penonton dapat menikmati rima teks dan gerakan yang muncul dari gerakan unik kamishibai yang meluncur naik dan turun.     Bagian II (untuk anak usia atas dan dewasa), 35 menit Kariyushi no umi (Samudra Kariyushi) Teks dan ilustrasi oleh Noriko Matsui / foto oleh Kensuke Yokoi Saat semua orang melantukan syair Okinawa, mendoakan perdamaian dan kebahagiaan, warna dan kehidupan ditiupkan ke dalam ilustrasi hitam-putih, dan kemudian lautan menjadi indah kembali. Momen keterkejutan dan kegembiraan tersebut diekspresikan dalam 
  karya fotografi yang mengagumkan.     Okasan no hanashi (Kisah Seorang Ibu) Teks oleh Keiko Inaniwa / ilustrasi oleh Chihiro Iwasaki Ketika malaikat maut mengambil nyawa seorang anak lelaki yang sakit, ibunya memutuskan mengejarnya. Ia mengorbankan mata dan rambutnya yang indah untuk dapat mengembalikan sang anak. Cerita ini menggambarkan rasa cinta mendalam seorang ibu. Kamishibai ini juga terkenal akan ilustrasi indahnya yang dibuat oleh Chihiro Iwasaki.     Robotto Kamii: Chibizo no maki (Kamii Si Robot: Kamii dan Mainan Gajah) Teks oleh Taruhi Furuta / ilustrasi oleh Seiichi Tabata Sang penulis dan ilustrator bekerja dengan sungguh-sungguh untuk dapat mengambil sebagian dari Robotto Kamii, sebuah buku cerita anak Jepang, untuk menjadi kamishibai ini. Ini adalah cerita seru tentang Kamii, robot nakal yang dibuat oleh dua anak, Takeshi dan Yoko, dari kotak-kotak kosong. Karya ini merupakan satu dari empat seri cerita.     Yasashii Mamono Wapper (Wapper Si Monster Baik Hati) Teks oleh Etsuko Nozaka / Ilustrasi oleh Nana Furiya Di sebuah kota hiduplah monster yang tinggi yang bernama Wapper. Wapper, si monster yang kesepian, muncul hanya pada malam hari karena ia tidak pernah menggunakan kekuatan 
  misteriusnya di siang hari. Namun, keesokan hari setelah ia dan Jan menjadi teman baik, Wapper melihat Hans tenggelam di sungai dan ….     Catatan: Seluruh judul kamishibai ini diterbitkan oleh Doshinsha Publishing, Tokyo 
4KLUB BUKU ANAKMembaca buku seringkali jadi pengalaman yang sangat personal. Tetapi, membagikan pengalaman tersebut bisa jadi sangat seru, lho! Klub Buku mengundang kawan kecil datang membawa buku kesukaan dan menceritakan pengalaman bacanya: tokoh yang disuka, bagian terbaik cerita, ataupun akhir kisah yang sama sekali tak terduga!Minggu, 27 Juli 2025 13.00-15.00 WIB
5BIKIN BUKUMU: “Cerita Keluargaku” bersama HuMiApa jadinya jika kawan kecil dan dewasa berkolaborasi membuat buku bersama? Yuk tuangkan cerita haru, cerita lucu, cerita seram a la keluarga kawan-kawan dalam karya buku cerita bergambar dengan dipandu editor dan art director Penerbit Hujan & Bumi!Senin, 28 Juli 2025 16.00-18.00 WIB
6BIKIN BUKUMU: “GIANT BOOK: MONSTER” bersama Wulang SunuJika kawan kecil di rumah suka membuat cerita dan berimajinasi dengan teman khayal, ini saatnya bergabung untuk membuat Buku Raksasa karya kawan-kawan kecil sendiri. Dipandu ilustrator kenamaan Indonesia, Wulang Sunu, kawan kecil akan diajak untuk membuat cerita bertema “monster”.Selasa, 29 Juli 2025 16.00-18.00 WIB
7MENGGAMBAR BERSAMA AliansiDi balik karya-karya dengan semarak warna dan cerita, ilustrator dapat saja menjadi profesiRabu, 30 Juli 2025 18.00-21.00 WIB
 Mekar Pukul Empat Untuk dewasayang mencipta sepi. Sesi “Menggambar Bersama” hadir untuk menjadi ruang bagi ilustrator (dan rekan-rekan yang bercita-cita ingin menjadi ilustrator) untuk berbagi pengalaman berkaryanya (senang maupun gundah) sembari membuat sketsa dan menggores tinta.   Aliansi Mekar Pukul Empat adalah perkumpulan pelaku perbukuan anak independen Indonesia. Perkumpulan ini berdiri di Yogyakarta pada 19 Oktober 2022. “In libris, libertas” jadi semboyan Aliansi Mekar Pukul Empat. Diambil dari bahasa Latin, “in libris, libertas” berarti “dalam buku, kebebasan ada.”   Kami meyakini bahwa buku anak punya kekuatan untuk membebaskan pembacanya, baik pembaca kecil maupun pembaca dewasa seperti Bung dan Bunga. Buku dapat membebaskan diri dari ketidaktahuan, dari kesombongan, dari penindasan. 
8BIKIN BUKUMU: “POP UP BOOK” bersama Impian StudioBuku cerita anak tak lagi hanya berbentuk lembar 2 dimensi. Ada buku pop up yang memberikan pengalaman spesial setiap kali sebentuk bangun menyembul dari halaman yang dibuka. Ingin coba membuatnya? Ikuti lokakarya membuat buku pop up bersama Impian Studo ini!Kamis, 31 Juli 2025 16.00-18.00 WIB
9TUKAR CERITA: Chihiro Art Museum dan Museum Taman Tino SidinSebelum menjadi museum yang mengoleksi ilustrasi buku anak dari berbagai belahan dunia, Chihiro Art Museum berawal dari museum yang didedikasikan untuk mengenang karya Iwasaki Chihiro, ilustrator yang karyanya menghiasi novel Totto Chan: Gadis Kecil di Pinggir Jendela. Adalah Museum Taman Tino Sidin, sebuah museum di Yogyakarta yang didirikan untuk mengenang seorang ilustrator kesayangan kanak dan dewasa Bapak Tino Sidin. Bagaimana jika kedua museum ini bertemu? Mari mendengar keduanya bertukar cerita dan pengalaman dalam menjaga karya ilustrasi agar panjang usia.Jumat, 1 Agustus 2025 13.00-15.00 WIB
    
10BIKIN KREASIMU: NIJIMINijimi adalah teknik penggunaan cat air yang banyak digunakan Iwasaki Chihiro dalam karya-karyanya. Dengan dipandu oleh Tanabe Eriko, kurator Chihiro Art Museum, kawan kecil dan dewasa akan diajak mengaplikasikan teknik nijimi untuk membuat sebuah karya kecil nan indah.Sabtu, 2 Agustus 2025 13.00-15.00 WIB
11WORKSHOP : KAMISHIBAI Etsuko Nozaka (Jepang)  Workshop ini akan mempelajari sejarah dan bagaimana kamishibai, salah satu teknik mendongeng dari Jepang, bisa diterapkan untuk penonton segala usia. Difasilitasi oleh Etsuko Nozaka, Project Supervisor dari International Kamishibai Association of Japan, workshop ini diperuntukkan bagi pendongeng, seniman pertunjukan, guru, atau siapapun yang tertarik dengan dunia dongeng. Workshop akan berjalan dengan menggunakan Bahasa Inggris.     – Tentang Etsuko Nozaka   Etsuko Nozaka adalah penerjemah dan penulis dengan pendidikan sastra Inggris Universitas Waseda. Ia telah menerjemahkan lebih dari 100 buku anak-anak Belanda ke dalam bahasa Jepang.   Sebagai anggota IKAJA (Asosiasi Kamishibai Internasional Jepang), ia telah aktif memperkenalkan “kamishibai” ke dunia selama lebih dari 20 tahun.   Karyanya “Wapper the Kind Monster” (teks: Etsuko Nozaka, ilustrator: Nana Furiya, penerbit: Doshinsha, Tokyo) telahMinggu, 3 Agustus 2025 09.00-12.00 WIB
  diterjemahkan ke dalam bahasa Persia, Mandarin, dan Jerman. Penerima Penghargaan Buku Anak Sankei ke-50 (2003) dan Penghargaan Khusus Penerjemahan dari Japan Society of Translators (2022) ini merupakan mantan anggota dewan JBBY (Japan Board on Books for Young People).   Etsuko juga aktif sebagai dosen Universitas Wanita Shirayuri dan Universitas Seitoku Tokyo. 
12Gelar Layar GULALI FESTIVALGelar Layar GULALI FESTIVAL membawakan karya-karya seniman pertunjukan dari berbagai tempat di Indonesia sebagai bagian dari Program Online Gulali Festival.   Mari ikut menonton karya teman-teman seniman Gulali Festival, di layar lebar!!!   Akan ada sesi tanya jawab via zoom bersama para seniman setelah pemutaran.Jumat-Minggu, 1 -3 Agustus 2025 15.00-17.00 WIB

KARYA YANG DIPAMERKAN

Karya yang dipamerkan merupakan koleksi Chihiro Art Museum (https://chihiro.jp/tokyo/) dan karya terkurasi dari para ilustrator Indonesia.

Chihiro Art Museum membawakan 30 ilustrasi dari 10 orang ilustrator Jepang yang diambil dari 12 judul buku cerita bergambar. Pemilihan 30 karya tersebut didasari oleh sejumlah aspek, yakni periode publikasi, gaya gambar, dan teknik ilustrasi, yang diharapkan dapat mewakili perjalanan panjang serta keberagaman ilustrasi buku cerita anak bergambar Jepang.

Informasi judul buku dan ilustrator dari koleksi yang dipamerkan Chihiro Art Museum adalah sebagai berikut:

NoIlustratorJudul buku
1Iwasaki Chihiro (1918-1974)Kotori no Kuru Hi (The Pretty Bird)
2Iwasaki Chihiro (1918-1974)Ame no Hi no Orusuban (Staying Home Alone on a Rainy Day)
3Iwasaki Chihiro (1918-1974)Madogiwa no Totto-chan (Totto-chan)
4Dekune Iku (1969-sekarang)Masha to Shiroi Tori (Marcia and the White Bird)
5Inoue Yosuke (1931-2016)Densha Ehon (Wacky Rail Rides)
6Cho Shinta (1927-2005)Gomuatama Pontaru (Pontaro the Rubber Head)
7Yasunari Murakami (1955-sekarang)Youkoso Mori E (Welcome to the Forest)
8Seizo Tashima (1940-sekarang)Fukimanbuku (The Girl and the Butterbur Sprout)
9Nishimaki Kayako (1939-sekarang)Watashi no Wanpisu (My Dress)
10Segawa Yasuo (1932-2010)Inai Inai Baa (Peek A-Boo)
11Suekichi Akaba (1910-1990)Daiku to Oniroku (Oniroku and the Carpenter)
12Motai Takeshi (1908-1956)Sero-hiki Gosh (Gosh the Cellist)

Untuk karya ilustrasi dari ilustrator Indonesia, tim kurasi telah memilih 48 karya dari 29 ilustrator. Berbeda dengan karya pamer dari Chihiro Art Museum, sejumlah karya ilustrator Indonesia merupakan karya lepas yang bukan merupakan bagian dari buku cerita anak.

Meski demikian, tim kurator memandang bahwa kehadiran karya-karya tersebut dapat mewakili keberagaman serta potensi ilustrasi cerita anak dari seniman Indonesia. Lebih lanjut, seluruh karya yang dikurasi merupakan karya dengan media tradisional/nondigital.

Berikut ini daftar karya ilustrator Indonesia yang dipamerkan:

NoIlustratorJudul karya/judul buku
1Adrinalia“Under Pressure” (karya lepas)
2Aleshia Michelle Candra Budiono“Badai Pertama Alba” (karya lepas)
3Alwenia“Ayam Kecil Mencari Balon” (buku)
4Aphrodita Wibowo“Horror Movie Night!” (karya lepas)
5Aprilia El Shinta“Bucket of Beetles” (buku)
6Barbara Eni“Mul dan Semangkuk Garam” (buku)
7Candra Krida“Dalam Teduh Alam” (karya lepas), “Simfoni Alam” (karya lepas)
8Diani Apsari“Watashi Ha Nyanko” (karya lepas)
9Dina Riyanti“Oka and The Monkey King” (karya lepas)
10Eorg“Timun x Jaka” (karya lepas)
11Eunike Nugroho“Mengenal Ekosistem Hutan adan Ekosistem Agro” (Buku)
12Ferdianadi“Bertemu Jamur-Jamur” (karya lepas), “Menghitung Kaki Seribu” (karya lepas)
13Iwan Effendi“Peebe Has A Wish” (buku)
14Karen Hardini“Macan Tutul dan Pohon yang Terluka” (karya lepas)
15Mafiranina“Buaian Rembulan” (karya lepas)
16Maima Widya Adiputri“Makan Ini, Makan Itu” (buku)
17Mel Darmawan“Sehari Bersama Biku” (karya lepas)
18Muhammad Alhaq“Duduk, Di Sudut Pandangnya Mitaya” (karya lepas)
19Nabila Adani“Ketiduran” (karya lepas), “Waduh” (karya lepas)
20Nabila Miski“Starry Night” (karya lepas)
21Nai Rinaket“Kitab Cerita yang Hilang” (karya lepas), “Berangkat” (karya lepas)
22Natia Warda“Liurai Dame” (buku)
23Nita Amelia Junus“Sleep, sleep, sleep, it’s time to sleep” (buku) dan “Baby Bear Party in the Tummy” (buku)
24Octaria Suyanto“Angkringan” (karya lepas), “Tambal Ban” (karya lepas), “Tukang Jahit Keliling” (karya lepas
25Ratna Kusuma Halim“Bahasa Indonesia Kelas 4 SD, Bab 5” (buku)
26Rosita Amalia“Dimulai dari Halaman Belakang Sofi” (karya lepas)
27Suyanti Prasetio“Mencari Galih” (buku)
28Wulang Sunu“Light Hunter” (buku)
29Zunda“Petani-Petani Wortel” (karya lepas), “The Rides” (karya lepas), “Pesta Jagung” (karya lepas)

Info

Narahubung:
Zulfa  0812 2960 2843
Yoga  0856 4301 8306

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement