Kabar
Brigita Manohara Bagikan Pengalaman
JAYAKARTA NEWS – Tiga jurnalis senior berbagi pengalaman dengan para junior. Mereka adalah Brigita Purnawati Manohara, Nugroho F. Yudho, dan Ike Noorhayati Hamdan.
Brigita adalah magister Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia yang juga penyiar TVOne. Sedangkan, Nugroho adalah wartawan senior Kompas. Sementara, Ike adalah seorang ahli marketing media.
Sharing pengalaman itu diselenggarakan Aliansi Jurnalis Video (AVJ), Rabu (3/7) di sekretariat AJV Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pesertanya adalah para mahasiswa Fakultas Komunikasi IISIP (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan itu, Brigita Manohara memberikan kiat-kiat seputar dunia penyiaran televisi nasional yang telah digelutinya selama belasan tahun. “Penyiar harus memiliki wawasan dan gestur yang baik agar informasi yang disampaikan kepada pemirsa tersampaikan,” tutur wanita cantik kelahiran 2 November 1985 itu.
Brigita juga mengilas pengalamannya di dunia broadcasting. Mengawali karier dari Jawa Timur (JTV), Brigita telah berkarier di banyak stasiun televisi lain. Termasuk radio (Sonora FM). Sejumlah stasiun televisi yang pernah menjadi persinggahan karier Brigita antara lain Indosiar, TVRI, dan MetroTV.

Sudut Pandang Berimbang
Sedangkan Nugroho membagikan pengalamannya selama 35 tahun menjadi jurnalis. Ia banyak meliput bidang politik. “Jurnalis wajib memiliki jaringan luas untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber dengan sudut pandang yang berimbang,” jelasnya.
Menurutnya, menjadi jurnalis tidak mudah karena dihadapkan dengan realita dan fakta yang kadang berbeda di lapangan. “Karena itu, jurnalis harus memiliki sikap yang berimbang. Tidak boleh melihat sebuah peristiwa dengan satu sudut pandang,” kata Nugroho yang saat ini menjabat General Manager of Corporate Communications Kompas Gramedia.
Adapun pembicara ketiga, Ike Noorhayati menekankan pentingnya tim marketing handal pada sebuah media agar dapat terus berproduksi menghasilkan produk jurnalistik berkualitas. “Dari mana penghasilan sebuah media? Salah satunya adalah pemasukan dari iklan,” kata Ike.
Agar media bisa mendapatkan iklan, dibutuhkan tim marketing yang handal agar bisa mencapai target. Ike sendiri tidak saya berpengalaman menjadi marketing media, tetapi juga di industri perbankan dan property technology.
Dalam kesempatan itu, Ike membagikan tips dan pengalamannya kepada mahasiswa bagaimana mendapatkan iklan dan mencapai target yang diharapkan pada sebuah korporasi.

Nilai Lebih
Dalam kesempatan itu, hadir Ketua Umum AJV Chandra Nazirun. Katanya, AJV menggelar pelatihan untuk memberikan nilai lebih kepada mahasiswa khususnya di bidang komunikasi.
“Apalagi AJV selalu menghadirkan para pakar di bidangnya. Para pakar memberikan pengalaman dan ilmu kepada mahasiswa yang mengikuti pelatihan secara gamblang dan itu tidak didapat dalam teori perkuliahan,” paparnya.
Selanjutnya, kata Chandra, AJV akan terus mengadakan pelatihan sejenis secara rutin dengan tema yang berbeda dan selalu menarik.
“AJV sangat terbuka kepada semua pihak yang ingin mengikuti pelatihan. Tidak hanya mahasiswa, siapa pun yang ingin mengikuti pelatihan, kami siap memberikan materi dengan melibatkan para pakar,” tandasnya.
Manfaat Besar
Salah seorang peserta, Muhammad Farhan, mengatakan dirinya merasakan manfaat yang sangat besar usai mengikuti pelatihan yang dilakukan AJV. Terlebih, yang menjadi pemrasaran adalah para pakar dan praktisi berpengalaman.
“Banyak ilmu, informasi dan pengalaman yang saya dapatkan. Apa yang disampaikan para pemateri betul-betul bermanfaat bagi saya ke depannya agar siap menghadapi dunia kerja setelah kuliah,” jelasnya. (Agus S)
