Warga Desak Pemkab Pandeglang Perbaiki Jalan Wirasinga

 Warga Desak Pemkab Pandeglang Perbaiki Jalan Wirasinga

Warga Desa Wirasinga Kecamatan Mekarjaya, Pandeglang, menuntut pemerintah setempat memperbaiki jalan lingkungan mereka yang rusak parah. [Photo: Jayakartanews.com/ Andang Suherman

JALAN di lingkungan Desa Wirasinga Kecamatan Mekarjaya, kini dapat diibaratkan berubah menjadi kubangan kerbau. Rusak parah. Kuat dugaan, kerusakan tersebut akibat banyak kendaraan yang kewat kawasan itu melebihi tonase yang diijinkan. 
Tidak berlebihan kalau warga desa setempat mendesak pemerintah Kabupaten Pandeglang,  khususnya
Dinas Perhubungan Informasi dan Informatika,  Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu, untuk segera melihat ke lapangan. Mereka diharapkan meninjau langsung keadaan infrastruktur jalan yang rusak itu.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sepanjang diketahui jalan yang berstatus sebagai jalan kabupaten itu, kondisinya memprihatinan. Jalan itu membentang dari Kampung Babakan Desa Cimanuk menuju Desa Wirasinga Kecamatan Mekarjaya. Ada juga jalur dari Desa Batu Bantar menuju  Kampung Boyot, kondisinya juga rusak parah. Selain jalan berlubang-lubang akibat aspalnya mengelupas, bahu jalan pada jalur tersebut juga banyak yang rusak, di antaranya banyak yang ambles.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Somasi Kabupaten Pandeglang, Cipto mendesak kedua instansi tersebut untuk segera turun ke lapangan, guna meninjau lokasi jalan yang rusak tersebut. Selain itu, mereka juga diharapkan sekalian mampir meninjau langsung peternakan di Kampung Limus Gantung Desa Wirasinga Kecamatan Mekarjaya. Masalahnya, hingga kini lokasi masih menjadi sengketa dengan masyarakat setempat.
“Kami meminta agar Dinas Perhubungan untuk segera melihat langsung akan kondisi jalan yang rusak berat akibat kendaraan melebihi kapasitas muatan,” kata Cipto,
Pada bagian lain, Cipto juga berharap agar Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu, tidak menerbitkan ijin mendirikan bangunan (IMB) untuk pembangunan peternakan yang berlokasi di Kampung Limus Gantung, sebelum permasalahan sengketa dengan masyarakat setempat dapat diselesaikan. Untuk kedua kasus ini, pihaknya  bersama dengan masyarakat telah mengadukannya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang. Sayangnya, hingga kini pengaduan itu belum jelas tindak lanjutnya.
Laporan: Andang Suherman
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *