Kabar
Ustadz Abdul Somad Ajak Generasi Muda Sabar Menanti Takdir dengan Ikhtiar Terbaik
Kuliah umum Prof. Dr. Uztadz Abdul Somad Batubara di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor diminati ribuan jamaah mahasiswa dan generasi muda serta terbuka untuk masyarakat umum. Acara akbar saat mahasiswa libur jelang memasuki ujian semester genap, dihadiri Pimpinan Universitas, Yayasan dan tokoh Pemerintahan serta Anggota DPRD Kota Bogor.
Memilih tema yang menarik: “Menjadi Generasi Muda Beradab, Kompeten, ldan Berdampak”. Acaranya dilaksanakan di aula utama Masjid Al Hijri II, Kampus UIKA Bogor, Senin (26/1/2026).
Kehadiran UAS yang tampil sederhana mampu menghipnotis ribuan hadirin yang sejak pagi sudah memenuhi aula mesjid yang baru selesai direnovasi dengan fasilitas cukup representatif dan mampu menampung ribuan jamaah. Tampak hadir menyambut kedatangan ustadz kondang ini Rektor Prof Dr HE. Mujahidin, Ketua Yayasan Dr Didik Hilman SH, MH, Ketua Senat UIKA Kiai Prof Dr H. Didin Hafidhuddin MS, Ketua Umum Alumni UIKA Drs Syafrudin Bima MSi yang masih menjabat Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bogor, para Dekan Fakultas serta mewakili Walikota, hadir Sekda Kota Bogor Deni Mulyadi, SE, MM. Tampak juga Ketua DPRD Kota Bogor Dr Adhityawarman Adil MS dan mantan Rektor UIKA Dr. Ending Bahrudin MPd dalam deretan undangan.

Setelah acara dibuka oleh Rektor UIKA, Ustadz Abdul Somad (UAS) menyampaikan pesan agar mahasiswa UIKA mampu menjadi generasi yang kehadiran mereka berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, ujian sesungguhnya bukan hanya sidang skripsi atau tesis, melainkan sejauh mana seseorang bermanfaat bagi lingkungannya.
“Jangan mengukur keberhasilan pada nilai. Sebab ujian sesungguhnya adalah ketika kita ada di masyarakat,” ujar UAS.
Dia menegaskan bahwa manusia terbagi dalam tiga golongan:. Yang pertama golongan pejuang, kedua kelompok penikmat, dan terakhir yang fatal, golongan penghancur. Karena itu, mahasiswa diminta untuk bersungguh-sungguh menekuni bidang yang sesuai dengan minat dan kompetensi masing-masing. UAS juga menekankan pentingnya bersabar, bersabar menanti takdirNya dengan tetap melakukan ikhtiar terbaik sebagai golongan pejuang, tidak bermimpi jadi penikmat saja, apalagi masuk golongan penghancur.
UAS mencontohkan peran aparatur pemerintah yang meski tidak banyak bicara, tanda tangan mereka mampu mengubah kehidupan banyak orang. “DPRD saat Paripurna misalnya,menyampaikan pemberian beasiswa. Itulah yang akan menjadi amal jariah. Pa Sekda lewat tanda tangannya. Jadi sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing,” jelas ustadz populer ini serius.
Sementara itu, Ketua Alumni UIKA sekaligus anggota DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima, menilai kegiatan ini sebagai ikhtiar strategis dalam membina generasi muda agar memiliki kekuatan pembangunan yang seimbang, baik dari sisi keagamaan maupun kebangsaan. Ia menambahkan, kehadiran unsur pimpinan DPRD Kota Bogor menjadi bentuk nyata dukungan legislatif terhadap pergerakan generasi muda yang positif, produktif, dan religius di masa depan.
Dalam salah satu kutipan kalam hariannya UAS berpesan, tetaplah bersabar dengan Bismillah, tetaplah yakin dengan Hasbunallah dan teruslah berikhtiar dengan keyakinan. Sebab lanjut ustadz lulusan Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir tahun 2002 itu berhikmat, setiap kesulitan Insya Allah berujung kebahagiaan. (Nat)

