UBJ Dorong Dosen Rebut Riset Hibah Internasional

 UBJ Dorong Dosen Rebut Riset Hibah Internasional
Wakil Rektor I UBJ Prof. Dr. Tri Widyastuti, S.E.,Ak., M.M berfoto bersama dengan ra peserta peserta workshop riset fundamental bertema democratic security.

UNIVERSITAS Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) mendorong para dosennya untuk merebut riset-riset hibah baik dari dari dalam negeri maupun luar negeri.

Pasan itu sidampaikan oleh Wakil Rektor I UBJ Prof. Dr. Tri Widyastuti, S.E.,Ak., M.M saat membuka Workshop on Democratic Security Hermawan Sulistyo Fellowship Award (HSFA), yang diselenggarakan atas kerjasama Pusat Keamanan Nasional (Puskamnas) dan Fakultas Ilmu Komunikasi UBJ, Kamis (5/7/2018) di Jakarta.

Untuk diketahui, riset yang didanai program HSFA kali ini berupa riset fundamental, yang dimaksudkan untuk menguatkan kepakaran para dosen UBJ dalam studi keamanan, baik dalam kaitannya dengan Democratic Policing, Democratic Securityu dan Communicatuin Security. Sebanyak 15 dosen/peneliti UBJ, yang berasal dari Fakultas Ilmu Komunikasi, para associated Puskamnas (dosen dengan penempatan di Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi).

Warek I memuji program workshop yang diiniasi oleh Fikom dan Puskamnas. Langkah ini merupakan salah satu cara UBJ untuk berlari dalam meningkatkan akreditrasinya. “Kita akan memetakan di tiap fakultas dosen mana yang lebih menyukai riset dan siapa-siapa yang lebih suka mengajar,” kata Prof Tri.

Dosen-dosen yang lebih menyukai meneliti daripada mengajar, harus diberi kesempatan yang luas untuk itu dengan dukungan dana penelitian, bukan hanya dari universitas tetapi juga dari skema hibah lokal dan internasional. Kampus sudah menyiapkan strategi khusus, sehingga para dosen yang berbeda kecenderungan itu, antara riset dan mengajar, bisa saling mendukung. Produk akhirnya menurut Prof Tri, peningkatan akreditasi baik untuk fakultas maupun institusi.

“Pak Dekan mohon siapkan laporan kegiatan ini, untuk kita laporkan dalam rapat senat,” kata Prof Tri.

Untuk Fikom sendiri, kegiatan ini diyakini akan menjadi modal bagus untuk akreditasi yang akan datang dariB menjadi A. “Kalau sudah akreditasi A, kita akan buka program S-2 untuk komunikasi,” tambah Warek I. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *