Tags : disway

Tsunami Milenials

Oleh: Joko Intarto Peta pemasaran sudah berubah. Dalam lima tahun terakhir. Sudah ada 40 juta kaum muda. Yang melek internet. Yang setiap hari menenteng gadget. Itulah milenials market. Tapi lebih banyak lagi yang belum berubah. Bahkan belum siap berubah. Para pebisnis tua. Masih sibuk dengan pasarnya yang lama. Yang juga sudah makin tua. Kaum milenials […]Read More

Wayan di New York

Oleh: Dahlan Iskan Sayang. Sudah terlanjur janji: DisWay hari ini akan menulis tentang anak Indonesia itu. Yang tasnya mencapai nilai Rp 10 miliar itu. Yang akan buka resto Indonesia di New York itu. Padahal ada perkembangan lebih baru: Trump menyerah. Sementara. Instansi-instansi pemerintah yang tutup akan dibuka lagi. Sementara. Sampai 15 Februari. Sambil meneruskan nego […]Read More

Bata untuk Nancy

Oleh: Dahlan Iskan Hari berganti cepat. Tanggal pun kilat tertanggal. Tak terasa tinggal 35 hari lagi. Dari batas waktu 90 hari yang disepakati. Di gencatan senjata perang dagang Amerika-Tiongkok. Deadline kian dekat. Wakil Perdana Menteri Liu He baru akan ke Washington akhir bulan ini. Ketika batas waktu tidak sampai 30 hari lagi. Pun belum ada […]Read More

Year of Mobil Listrik

Oleh: Dahlan Iskan Biarlah jadi tahun politik di Indonesia. Tapi 2019 adalah ‘tahun mobil listrik’ di Asia. Tesla Shanghai mulai berproduksi akhir tahun nanti. Setengah juta mobil setahun. Byton Nanjing sedikit lebih awal. Sekitar 300.000 mobil setahun. Dan Dyson Singapura adalah raksasa baru. Yang akhir tahun 2019 ini juga sudah start produksi. Besar-besaran pula. Yang […]Read More

Mr Seven Eleven

From hero to apalah namanya. Reputasinya menembus langit. Tiga tahun lalu. Sekarang di dalam tahanan. Di Jepang. Sudah tiga kali perpanjangan masa penahanan. Ia tetap merasa tidak bersalah. Itulah nasib Carlos Ghosn. Orang yang menyelamatkan Nissan dari kebangkrutan. CEO terbaik di lingkungan pabrik mobil dunia. Nasibnya lebih buruk dari Meng Wanzhou. CFO Huawei yang ditahan […]Read More

Membangun Tanpa Menggusur

Oleh: Dahlan Iskan Kereta berhenti. Saya celingukan. Lingkungan stasiun ini tertata rapi. Bukan hanya stasiunnya saja. Bersih. Tidak ada rumah kumuh. Tidak ada kaki lima. Agak lama saya termangu. Tengok kanan-kiri. Muka-belakang. Ini tidak seperti di lingkungan stasiun kereta api. Padahal di mana-mana mirip: lingkungan di sekitar stasiun itu lebih ruwet. Juga lebih terasa low […]Read More

Gwadar

Oleh: Dahlan Iskan Ini tidak penting: dibanding debat calon presiden nanti malam. Yang salah satu temanya HAM. Yang bikin saya melihat youtube ILC-nya Prof. Rocky Gerung Selasa lalu. Yang membuat tema debat itu seperti sudah kehilangan substansinya. Yang tema debat lainnya adalah  penegakan hukum. Yang apa lagi yang masih bisa diperdebatkan. Melihat kenyataan keadaan hukum […]Read More

Mini APBN Made In Khan

Oleh: Dahlan Iskan Pemerintah baru ini sangat berani: memperkenalkan ‘Mini APBN’. Tentu ‘istilah APBN Mini’ jadi isu miring. Yang dimanfaatkan oposisi. Habis-habisan. Tapi perdana menteri yang olahragawan ini cuek. ‘APBN Mini’ adalah rencana anggaran negara yang hanya  berlaku 4 bulan. Berarti dalam setahun ini akan ada pembahasan RAPBN tiga kali. Tiap 4 bulan. Imran Khan, […]Read More

Naik Bus

Oleh: Dahlan Iskan Saya putuskan naik bus saja. Dari Konya ke Afyon. Lima jam. Menempuh jalan perbukitan. Pegunungan. Masuk ke pedalaman. Saya sudah biasa naik bus antar kota. Pun di Amerika: Greyhound. Atau Megabus. Saya ingin tahu yang di Turki ini. Mumpung tidak diuber waktu. Bagaimana sistem bus antarkota di pedalamannya. Terminal busnya besar dan […]Read More

Daniel di Balik Byton

Oleh: Dahlan Iskan Elon Musk sampai ditawari KTP green card Tiongkok. Setelah serius ingin bangun mega-pabrik mobil listrik. Di luar kota Shanghai itu. Yang menawari tidak kepalang  tanggung: perdana menteri Tiongkok sendiri. Li Kejiang. Yakni saat Elon Musk bertemu Li di kantor pusat pemerintahan di Beijing. Rabu lalu. Itulah gaya Tiongkok dalam merayu investor. Khususnya […]Read More