• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Membangun Tanpa Menggusur

Membangun Tanpa Menggusur

January 21, 2019
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 27, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Membangun Tanpa Menggusur

by admin
January 21, 2019
in Feature
0
Membangun Tanpa Menggusur

Perumahan di Turki--foto hurriyetdailynews.com

515
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Perumahan di Turki–foto hurriyetdailynews.com

Oleh: Dahlan Iskan

Kereta berhenti. Saya celingukan. Lingkungan stasiun ini tertata rapi. Bukan hanya stasiunnya saja. Bersih. Tidak ada rumah kumuh. Tidak ada kaki lima.

Agak lama saya termangu. Tengok kanan-kiri. Muka-belakang. Ini tidak seperti di lingkungan stasiun kereta api.

Padahal di mana-mana mirip: lingkungan di sekitar stasiun itu lebih ruwet. Juga lebih terasa low class. Dibanding kawasan pusat kota lainnya. Di Italia sekali pun. Apalagi di Manggarai. Atau di Pasar Turi.

Yang lagi saya ceritakan ini adalah di Konya, Turki. Kota terbesar keenam di negeri itu. Yang saya ke sana akhir bulan lalu. Untuk menemui Maulana Jalaluddin Rumi. Filosof yang meninggal dunia seribu tahun lalu.

Banyak makam di dalam museum Maulana Jalaluddin Rumi. Di kota Konya, Turki–instagram dahlaniskan19

Juga untuk melihat sistem pembangunan perumahan rakyatnya.
Hanya di Turki ini saya melihat semangat yang menyala-nyala. Dalam memperbaiki perumahan rakyat. Yang berarti juga membangun lingkungan kota.

Tentu jangan dibandingkan dengan Tiongkok. Yang memang tidak ada bandingannya.

Di Konya saya keliling kota. Ditemani Omar. Tidak berhasil melihat ada kampung miskin. Maka saya pun minta yang lain: ditunjukkan kampung yang masih lama. Yang masih kumuh. Yang belum digusur. Yang saya akan bisa melihat tingkat kemiskinannya.

Di semua kota besar pasti punya kampung yang seperti itu. Pikir saya. Di Beijing sekali pun.

Semula saya sulit menjelaskan pada Omar. Tentang kampung kumuh yang saya maksudkan. Ia tampak bingung. Seperti tidak paham bahasa Inggris saya.

Lalu saya ketik kata slum. Omar memasukkannya ke kamus Google. Asumsi saya: setiap kota pasti memiliki kawasan slum. Daerah kumuh. Daerah miskin. Dengan perumahan gembelnya. Di Amerika pun ada yang seperti itu. Meski tingkat kegembelannya berbeda.

Omar pun akhirnya paham. “Kita ke sana besok,” katanya.
“Sekarang sudah terlalu sore. Tiba di sana sudah agak gelap. Besok saja. Biar bisa melihat dengan jelas,” tambahnya.

Sore itu kami memilih makan. Saya minta dicarikan makanan khas Konya yang paling enak. Omar membawa saya ke arah pinggiran kota. Ke arah gunung.

Ia mengajak saya melewati real estate kelas atas. Yang rumah-rumahnya satu lantai. Maksimum dua lantai.

“Ini kompleks palace,” katanya. Saya pun minta penjelasan apa yang ia maksud dengan palace. Yang pengertian saya adalah istana. Apakah ada istana di kawasan itu.

Ternyata orang Konya berbeda. Rumah-rumah satu atau dua lantai seperti itu disebut palace. Rumahnya orang kaya. Padahal kalau saya perhatikan biasa saja.

Perumahan seperti itu banyak di Indonesia. Rumahnya dua lantai. Tanahnya sekitar 400 meter persegi.

Di Jakarta perumahan seperti itu masih dianggap kelas menengah. Belum bisa disebut palace. Di Indonesia jauh lebih banyak rumah yang justru bisa dikategorikan palace beneran.
Kesimpulan saya: golongan yang terkaya di kota ini tidak seberapa kaya.

Saya pun tiba di restoran besar. Di atas gunung. Yang dari dalamnya bisa melihat seluruh kota Konya.

Saya minta dipesankan masakan yang saya maksud: khas Konya.

Saya puas. Makanan itu enak sekali. Omar menjelaskan nama makanan itu. Juga cara membuatnya. Istrinya bisa memasaknya. Hanya kualitas bahannya lebih murah.
Saya selalu lupa nama masakan itu. Baru setelah ke kota Bursa saya ingat. Kota yang terletak antara Izmir dan Istanbul itu. Nama menu itu: Iskender.

Yakni setelah saya makan di restoran asli Iskender. Dari resto kuno inilah asal usul menu Iskender. Dari pemilik restoran itu. Yang diciptakannya di tahun 1867.

Tapi yang di Konya rasanya lebih enak. Menurut perasaan saya. Mungkin resepnya sudah dipermodern. Mungkin juga karena sudah lebih lapar.

Keesokan harinya saya lega. Sudah tidak turun salju. Udara masih minus 4 derajat. Tapi langit terang. Matahari melotot. Seperti lagi menghardik sisa-sisa salju yang ada. Yang masih melapisi pinggir-pinggir jalan.

Tapi saya kecewa. Sekaligus gembira. Ternyata saya tidak berhasil melihat slum.

Daerah slum yang diperlihatkan pada saya sama sekali bukan slum. Hanya satu-dua rumah lama. Yang tetangga sekitarnya sudah habis. Sudah diratakan. Sudah jadi lahan yang siap dibangun.

Kalau slumnya seperti itu bisa disimpulkan: tidak ada lagi slum.

Lapisan orang terkayanya tidak terlalu kaya.

Lapisan orang miskinnya tidak terlalu miskin.

Slum yang saya lihat tinggal rumah lama yang bermasalah. Yang ganti ruginya belum cocok. Masih menunggu penyelesaian. Tapi pada saatnya pasti digusur. Tidak ada istilah berlarut-larut.

Ada aturan waktu untuk ‘menerima atau digusur’.

“Saya dulu tinggal di rumah ini,” ujar Omar. Sambil tiba-tiba menghentikan mobilnya. Di sebelah rumah tua yang sudah kosong. Sudah siap dibongkar.

Ayahnya sudah lama menjual rumah itu. Saat Omar masih remaja. “Di sinilah dulu saya bermain,” katanya.

Di kanan kiri bekas rumahnya itu sudah berdiri perumahan baru. Khas Konya. Khas kota-kota di Turki. Itulah model baru perumahan rakyatnya.

Bentuk rumahnya seperti flat. Empat susun. Atau lima susun. Paling tinggi 8 susun.

Satu gedung yang empat lantai berisi 16 keluarga. Tiap lantai hanya untuk empat keluarga.

Kalau gedung itu 8 lantai isinya 42 keluarga.

Tiap gedung berjarak dengan gedung lainnya. Jarak itu cukup untuk lalu-lintas mobil. Bahkan untuk arena bermain anak-anak.
Tidak terlihat deretan rumah susun yang kesannya seperti rumah burung.

Konsep pembangunan perumahannya sangat “sosialis”. Atau “agamis”. Yakni ‘membangun tanpa menggusur’.

Para pemilik rumah di kampung lama terjamin: akan tetap di lokasi itu. Kalau toh harus pindah hanya sementara. Hanya saat flat itu dibangun. Mereka disewakan rumah. Di flat baru yang belum berpenghuni. Dua tahun kemudian mereka pulang kampung. Dengan kampung yang sudah baru.

Begitulah praktek di Turki. Membangun tanpa menggusur.
Saya ke kota Antalya. Yang lebih besar. Juga tidak menemukan slum di Antalya.

Mustafa yang kali ini menemani saya.

“Saya punya teman yang almarhum bapaknya punya rumah besar. Pekarangannya 1.000m2. Kampung lama itu di rehabilitasi. Di situ dibangun flat-flat modern. Sekarang teman saya itu punya tujuh apartemen di sana,” ujar Mustafa.

Ia sendiri punya apartemen 4 kamar. Di pusat kota Antalya. Saya tidak habis pikir: seorang sopir punya apartemen 4 kamar. Di pusat kota. Bukan di kelas Condet atau Depoknya Jakarta.

Saya ingin ke Turki lagi. Ingin mendalami lebih nukik bidang ini: membangun tanpa menggusur. ***

Tags: dahlan iskandiswayjayakartanewsjayakartanews.com
Share206Tweet129
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version