Seru-seruan di Taman Hutan Djuanda

 Seru-seruan di Taman Hutan Djuanda

TAMAN Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan kawasan konservasi yang terpadu antara alam sekunder dengan hutan tanaman yang terletak di Kota Bandung, Indonesia. Luasnya mencapai 590 hektare membentang dari kawasan Dago Pakar sampai Maribaya. Bertengger pada ketinggian antara 770 mdpl sampai 1330 mdpl. Di atas tanahnya yang subur terdapat sekitar 2.500 jenis tanaman yang terdiri dari 40 familia dan 112 species.

Saat ini pengelolaannya dilakukan oleh Dinas Kehutanan Pemda Provinsi Jawa Barat, setelah sebelumnya bernaung di bawah Perum Perhutani. Anda bisa mengunjungi taman hutan ini, dari pukul 08.00 sampai 18.00, dengan tiket masuk yang terjangkau, Rp.20.000. Jangan lupa siapkan fisik, sebab untuk menjelajah areal taman hutan ini, perlu waktu dua sampai tiga jam. Anda juga bisa ‘seru-seruan’ menikmati berbagai fasilitas outbond.

Menilik sejarahnya, taman ini adalah taman terbesar yang pernah dibangun pemerintah Hindia Belanda berbentuk hutan lindung dengan nama Hutan Lindung Gunung Pulosari. Perintisan taman ini sudah dilakukan sejak tahun 1912 bersamaan pembangunan terowongan penyadapan aliran sungai Ci Kapundung (kemudian hari disebut sebagai Gua Belanda), namun peresmiannya sebagai hutan lindung baru dilakukan pada tahun 1922.

Sejak kemerdekaan 17 Agustus 1945 status kawasan hutan negara dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Djawatan Kehutanan. Kawasan hutan ini dirintis pembangunannya sejak tahun 1960 oleh Mashudi (Gubernur Jawa Barat) dan Ir. Sambas Wirakusumah, Administratur Bandung Utara merangkap Direktur Akademi Ilmu Kehutanan, dan mendapat dukungan Ismail Saleh (Menteri Kehakiman) dan Soejarwo (Dirjen Kehutanan Departemen Pertanian).

Pada tahun 1963 sebagian kawasan hutan lindung mulai dipersiapkan sebagai Hutan Wisata dan Kebun Raya. Tahun 1963 pada waktu meninggalnya Ir. R. Djoeanda Kartawidjaja (Ir. H. Djuanda), kawasan ini diubah namanya menjadi Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda, untuk mengenang jasa-jasa Djuanda. Waktu yang sama, Jalan Dago diubah jadi Jl. Ir. H. Djuanda. ***

Digiqole ad

Related post

1 Comment

  • woww asyik boleh camping nggak ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *