Septian Dwi Cahyo “Silaturahmi Seni Pantomime” di Madya Lestari

 Septian Dwi Cahyo “Silaturahmi Seni Pantomime” di Madya Lestari
Aktor “Indonesia Pantomime” beraksi…. Puluhan anak-anak Perumahan Madya Lestari, Curug, Bojongsari dan sekitarnya pun antusias menyaksikan. Foto: Istimewa

DIBUTUHKAN seniman “gila” untuk konsisten pada idealismenya. Untuk urusan yang satu ini, artis pantomime, Septian Dwi Cahyo terbilang “gila”. Melambung namanya bersamaan demam breakdance pada dekada 1997-an, memasuki tahun 2000, seni pantomime meredup. Nama Septian pun memudar dari ingar-bingar panggung pertunjukan maupun televisi.

Septian Dwi Cahyo bersama ibu-ibu Komplek Madya Lestari, Curug yang memprakarsai acara Silaturahmi Seni Pantomime. Foto: Ist

Belasan tahun kemudian, nama Septian masih tercatat sebagai seniman ‘teater-tanpa-kata’ yang konsisten. Penampilannya pada acara Hitam-Putih Trans-7 yang dipandu host Deddy Corbuzier, menunjukkan kualitas olah-gerak dan ekspresi yang makin matang. Septian mampu mengalirkan gerakan-gerakan pantomime mengiringi narasi yang diucapkan Deddy.

Saking konsistennya pada dunia teater, aktor yang pernah bergabung dengan Teater Ananda itu pernah memprakarsai penyatuan aktor-aktor pantomime dalam satu wadah kreatif. Bukan hanya itu, ia juga bersusah-payah membuat seni pantomime tetap eksis melalui berbagai ajang perlombaan.

Sadar bahwa “pengkaderan” adalah jaminan kelangsungan seni pantomime, maka Septian dengan kelompok “Indonesia Mime” atau Indo-Mime kini giat melakukan kegiatan silaturahmi pantomim dengan segmen anak-anak usia SD bahkan PAUD. Lelaki kelahiran Jakarta 50 tahun lalu itu, antusias membina aktor-aktor muda yang meminati pantomime, dan melakukan pertunjukan di berbagai pelosok daerah, dengan segmen penonton anak-anak.

Seperti yang berlangsung Sabtu, 13 Januari 2018, di Perumahan Madya Lestari, Curug, Bojongsari – Kota Depok. Kegiatan yang diprakarsai Ambar, Galuh, serta para ibu-ibu komplek Madya Lestari itu, menggelar acara “Silaturahmi Seni Pantomime”.  Sore itu, Septian Dwi Cahyo hadir di tengah-tengah warga dan anak-anak komplek Madya Lestari.

Anak-anak pun diajak ber-pantomime. Foto: Ist

Tampak ia mengajak aktor pantomime asal Jepang, untuk melihat secara langsung bagaimana Septian bersama Indonesia Pantomime melakukan silaturahmi pantomime ke berbagai pelosok dengan sasaran anak-anak. Septian seperti ingin menunjukkan, apa yang ia lakukan agar seni pantomime tidak mati. Hari itu, suami dari Uci Ananda memang tidak secara spesial melakukan performe. Tugas berpantomime diserahkan kepada tiga aktor pantomime yang ia ajak.

Mereka melakukan aksi pantomime dengan sangat baik. Alhasil, puluhan anak-anak menyaksikan seni pantomime dengan sangat antusias. Terlebih ketika mereka diajak mengikuti gerakan-gerakan pantomime sederhana. Tak pelak, sore yang mendung, suasana perumahan Madya Lestari, Curug pun meriah. Tidak saja karena kedatangan aktor pantomime Septian Dwi Cahyo dkk, tetapi hari itu, puluhan anak Indonesia telah diperkenalkan seni pantomime. Bukan hanya diperkenalkan, tetapi bahkan berpraktek melakukan beberapa gerakan. ***

Silaturahmi Seni Pantomime di Komplek Madya Lestari Curug, Bojongsari Kota Depok. Sebuah upaya sosialisasi seni pantomime kepada anak-anak. Foto: Istimewa
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *