Sensasi Menjadi Noni

 Sensasi Menjadi Noni

DI ERA milenial ini, traveling sudah menjadi gaya hidup, bahkan kebutuhan primer bagi sebagian orang. Gejolak wisata tersebut diantisipasi masyarakat Bandung yang terkenal kreatif. Salah satunya Wisata Alam Farmhouse Susu Lembang (FSL) yang berlokasi, di Jl Raya Lembang, Lembang, Bandung.

Memasuki area wisata ala Mediterania Eropa ini akan terlihat jajaran pohon Pinus. Di sini ada udara segar, keindahan alam, dan minuman susu segar sekaligus. Bahkan terbuka bagi aneka kegiatan yang dibutuhkan. Beragam kafe lengkap dengan spot selfie ada di sini. Dari kafe bergaya oldies hingga mediteranian, dengan letak yang unik: Di kebun/outdoor, indoor, bahkan ada yang di atap/roof top dengan pemandangan menakjubkan.

Kafe bergaya Eropa.

Dapat dikatakan area FSL yang buka hingga pukul 21.00, adalah tempat wisata lengkap. Bagi keluarga yang membawa anak kecil tentu lebih tertarik untuk membawa mereka ke ‘Mini Zoo’ dan bisa berfoto dengan binatang lucu. Aneka burung, anak landak, sapi, biri-biri, iguana, kelinci….Tentu saja tersedia fasilitas beribadah dan toilet.

Tujuan paling diburu ketika ke FSL adalah mengenakan kostum noni Eropa. Para wisatawan menyebutnya kostum tradisional wanita Eropa, atau ada juga yang menyebut rok panjang noni Belanda. Pengunjung antre di sini. Apalagi di bagian depan ada sudut lukisan yang benar-benar disulap bagaikan sebuah jalan di pedesaan Eropa.

Tempat jualan aneka souvenir.

Tidak heran jika di area FSL banyak kita jumpai “noni Belanda” membawa payung dan keranjang bunga berjalan jalan sambil berfoto, meski. Kalau tidak memperhatikan hidung dan warna kulit, kita pasti menyangka mereka rombongan noni Eropa yang sebenarnya…. “Kami tertarik ke sini ingin memiliki foto dengan gaun tradisional Eropa”, ujar rombongan ibu-ibu dari Jakarta.

Petugas tata-rias di rumah sewa kostum itu mengatakan, hari biasa, pengunjung 100 orang lebih. Di hari libur, bisa 200 orang lebih. Mereka mengenakan tarif Rp 75.000 per dua jam. Ya, cukup murah untuk menjadi “noni Belanda” selama dua jam saja.

Lainnya tersedia tempat penjualan souvenir dan cemilan seperti croissant dan danish, juga selai buah strawberry homemade. Meski berbau Eropa, tersedia pula kedai bakso dan soto, kue-kue Jepang, dan tentu saja es krim.

Kaum muda bisa mengunjungi sudut gembok cinta, untuk mengikrarkan cinta mereka yang diharapkan berlangsung selamanya. Bagi yang ingin dilukis pun tersedia sudut sketsa dan penjualan lukisan bunga.

Pada sisi area yang lain, di antara rerimbunan pohon, dijumpai replika  rumah Hobbit yang dibuat mirip dengan aslinya. Pengunjungpun tidak perlu keluar biaya mahal ke New Zealand, kalau hanya ingin sekadar berpose.

Sebegitu antusiasnya pengunjung FSL, konon sempat terjadi di saat padat pengunjung, terpaksa ditutup sementara. Para wisatawan harus menunggu 1 – 2 jam sampai pengunjung yang di dalam keluar. ***

Digiqole ad

Related post

1 Comment

  • wowww….sayang foto fotonya kecilll padahal bagus skl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *