Semangkok Keju-Sosis di Tangan “Chef” Cilik

 Semangkok Keju-Sosis di Tangan “Chef” Cilik
Tak kurang dari 21 murid Coconut Trees, Bojongsari di dapur Domino’s Pizza. Foto: Agus S

APA jadinya jika 21 anak-anak Playgroup dan TK berada di satu dapur? Gaduh, penuh celoteh, ada juga yang menangis. Itulah sekilas rekaman di dapur Domino’s Pizza yang ada di Jl Raya Sawangan 98, Bonjongsari, Kota Depok, Jawa Barat, baru-baru ini. Hari itu, Coconut Trees Playgroup & Kindergarten mengadakan acara “Cooking Class” untuk murid-muridnya.

Sekolah yang menempati satu bangunan ruko di Jl. Sawangan Residence Ideal, Bojongsari Baru, Bojongsari, Kota Depok, itu terbilang taat melaksanakan program-program pendidikan untuk murid-murid. Selain cooking class, secara reguler sekolah ini juga mengadakan kegiatan berenang, atau kunjungan ke tempat-tempat yang menarik bagi anak-anak. Salah satunya, berkunjung ke Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, dan mempertontonkan aneka pesawat dan helikopter yang terparkir di hanggar.

Pagi itu, empat orang guru yang terdiri atas Miss Nunik, Miss Tika, Miss Iim, dan Miss Nita membimbing anak-anak didiknya ke Domino’s Pizza, yang berjarak beberapa ratus meter saja dari Coconut Trees. Tidak semua siswa turut, tapi tak kurang dari 21 siswa antusias mengikuti kegiatan cooking class. Mereka terdiri dari tiga murid Playgroup, 10 murid TK A, dan 9 murid TK B.

Pukul 08.15, para siswa dan guru serta sebagian orangtua yang ikut serta, sudah berkumpul di Domino’s Pizza. Seperempat jam kemudian, mereka dipersilakan naik ke lantai dua. Di sana, anak-anak dikenakan topi dan celemek ala chef. Mengingat keterbatasan ruang dapur, peserta kelas memasak hari itu dibagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama turun ke lantai dasar, tempat dapur pembuatan pizza berada. Di dapur, chef asli Domino’s sudah menyiapkan adonan pizza ukuran small. Tiap anak, diberikan satu mangkok berisi keju dan satu mangkok sosis untuk topping. Dengan bimbingan chef Domino’s, para murid mulai menaburkan keju dan sosis di atas kue pizza. Usai menuangkan topping, pizza pun dimasukkan oven. Selesai. Kelompok pertama pun diminta naik lagi ke lantai dua, dan selanjutnya bergilir kelompok dua turun. Begitu seterusnya sampai kelompok tiga berakhir.

Usai kelas memasak, anak-anak membawa pulang “hasil masakannya”. Bukan hanya itu. Para orang tua yang ikut serta, yang umumnya ibu-ibu, pun pulang tidak dengan tangan kosong. Mereka pun akhirnya pulang membawa pizza pesanan masing-masing. Bukan gratis tentunya, tapi membeli. ***

Helga, salah satu murid TK-A Coconut Trees dengan pizza “karya”-nya. Foto: Agus S
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *