Sekantong Darah untuk Tiga Nyawa

 Sekantong Darah untuk Tiga Nyawa
Para mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Skriptura Indonesia, Depok mendonorkan darahnya. Foto: Melva Tobing 

BEBERAPA anak muda terlihat santai sambil berbaring. Sementara sebelah tangannya sedang menempel jarum untuk mengalirkan darah segar dan dimasukan ke dalam kantong darah. Mereka sedang mendonorkan darahnya di PMI Depok. Hanya beberapa saat saja,darah mereka terkumpul dalam kantong-kantong darah dengan ukuran mulai 350-450 ml. Mereka tentu sudah melalui pemerikasaan dulu sebelum darahnya diambil.

Begitu selesai, jarum dicabut, mereka turun dengan berbagai celoteh. Maka, jadilah ruangan  pengambilan darah itu semakin riuh, ramai dengan canda mereka. Ternyata para pendonor saat itu mendapatkan hadiah langsung dari pihak PMI Kota Depok. Seorang pemuda kurus dapat sarung, sementara yang agak tambun mendapatkan cangkir. Ada juga yang mendapatkan toples.

Bukan hanya hadiah langsung, mereka juga diberikan satu nomor untuk mendapatkan hadiah utama yang akan diundi tanggal 12 Juli 2017. Tentu saja suasana semakin ramai dengan canda dan ledekan mereka mengenai hadiah yang akan diundi itu. Ada motor, ada kulkas, dan yang lainnya. Hadiah-hadiah  itu disediakan PMI Kota Depok dalam rangka merayakan Hari Donor Darah Dunia yang jatuh setiap tanggal 14 Juni.

Terlepas dari hadiah-hadiah yang disediakan, menurut pengamatan Jayakarta News saat itu, yang paling menarik adalah kesediaan hati untuk memberi dari kelompok anak muda ini. Mereka tidak banyak. Bisa dibilang hanya sekawanan kecil saja. Mereka adalah para mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Skriptura Indonesia di Siliwangi Dalam, Depok.

Memberikan darah adalah memberikan kehidupan kepada sesama. Seperti yang selama ini didengung-dengungkan PMI, bahwa setiap kantong darah yang didonorkan dapat menyelamatkan tiga nyawa manusia.

Setelah memberikan darahnya,  kelompok kecil anak muda ini meninggalkan gedung PMI di GDC Depok. Senyum sumringah menghiasi wajah, sambil menenteng goodie bag PMI berisi sebungkus biskuit dan susu dalam kemasan plastik kecil, mereka meninggalkan harapan, bahwa satu kantong darah yang sudah diberikan akan menyelamatkan tiga nyawa sesamanya.***

Para mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Skriptura Indonesia, Depok mendonorkan darahnya. Foto: Melva Tobing 
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *