Sejumput Doa dari Tapal Batas

 Sejumput Doa dari Tapal Batas
Benediktus Fenyapwain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).

ADA yang tercecer dari peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus 2018 lalu di Lapangan Mandriak, Sifnana, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB). Doa yang dibacakan Benediktus Fenyapwain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten MTB itu sangat bagus. Berikut doanya:

Ya Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Baik. Di pagi hari yang penuh rahmat ini, kami seluruh bangsa Indonesia bersujud di hadapan-Mu, memanjatkan puji dan syukur atas berkat yang berlimpah bagi kami manusia ciptaan-Mu dan alam semesta ini. Karena berkat kuasa-Mu, bangsa kami telah Kau bebaskan dari penjajahan melalui para pahlawan kami yang berjuang dengan keyakinan akan kuasa-Mu yang memerdekakan. Perkenankan kami, seluruh masyarakat bangsa Indonesia bersama-sama bergembira dengan rasa syukur memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke-73 dalam suasana damai penuh rahmat.

Ya Tuhan Maha Pengasih lagi Bijaksana. Jadikankah peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum untuk dapat mengeratkan tali persaudaraan, persatuan dan kesatuan bangsa kami, dalam mengusahakan selalu kedamaian, saling menjaga kerukunan, saling menampakkan keramahan, saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling menyokong untuk maju dalam kehidupan bersama.

Ya Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami kekayaan alam berlimpah, air dan udara yang menghidupkan. Bukalah pikiran kami agar selalu bersikap bijak dalam memanfaatkan semua kekayaan anugerah itu demi kemajuan bangsa kami.

Lapangkan nurani kami agar senantiasa bersih dan suci dalam memperjuangkan dan meraih kesuksesan. Kuatkan kaki dan tangan kami, agar tetap kokoh dan mampu berjuang menghadapi tantangan zaman ini. Jadikanlah kami, bangsa yang tahu bersyukur, menjunjung sikap jujur dan tidak munafik, serta menerima dan memelihara karunia negeri ini menjadi bangsa yang adil dan makmur.

Ya Tuhan Maha Tahu, berkati dan rahmati kami untuk dapat memberi arti pada kemerdekaan ini. Bimbinglah kami untuk dapat merawat kebhinekaan ini, khususnya pada momen-momen penting, yang sudah maupun yang akan kami jalani di tahun-tahun politik, baik dalam memilih para Pemimpin; kepala desa, Bupati, Gubernur dan Presiden serta wakil rakyat kami di tahun mendatang, senantiasa terlaksana dalam suasana demokratis yang menyenangkan, menggenbirakan dan membahagiakan, sehingga persatuan dan kesatuan semua unsur masyarakat bangsa ini tetap utuh, karena itulah cita-cita yang telah berhasil diperjuangkan dan diraih para pahlawan kami dengan keringat, darah dan nyawa mereka. Jernihkanlah hati kami untuk memahami makna sejati memanusiakan manusia melalui tugas, tanggung-jawab serta karya kami, baik di bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya; dalam bingkai kemerdekaan. Luruskanlah hati kami dalam mengayun langkah pada jalan yang benar menuju masa depan bangsa yang damai, sejahtera adil dan nakmur.

Ya Tuhan, di akhir doa syukur kami ini, kami bersujud memohon ampun atas segala dosa kami, dosa para pemimpin, orang tua dan anak cucu kami. Terimalah amal dan perjuangan para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan bangsa dan negara kami. Terimalah mereka dalam kerajaan abadi di surga.

Ya Tuhan, inilah doa syukur kami. Amin.

Doa ini disampaijan setelah peringatan detik-detik proklamasi, 17 Agustus 2018 selepas mengheningkan cipta. ***

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *