Sambal Andaliman Ikan Teri Medan buatan Pak Koad, Bikin Ketagihan

 Sambal Andaliman Ikan Teri Medan buatan Pak Koad, Bikin Ketagihan

Pak Koad bersama Ibu Jusuf Kalla, saat memamerkan sambalnya di ICB, BSD, Tangerang Selatan

Pak Koad bersama Ibu Jusuf Kalla, saat memamerkan sambalnya di ICB, BSD, Tangerang Selatan

ANDALIMAN. Ini nama bumbu masak khas batak. Untuk masakan tertentu, misalnya arsik ikan mas, maka bumbu ini wajib dicampurkan ke masakan tersebut. Andaliman, memang tidak tergantikan  dengan yang lain.

Rasanya? Coba saja gigit bumbu yang bentuknya bulat-bulat kecil dan bergerombol ini. Lidah akan mendapatkan sensasi khusus yang tidak didapat dari bumbu lainnya. Begitu bumbu ini masuk ke mulut, maka lidah terasa ‘digigit’ dan menjadi kelu. Sensasi ini membawa nikmat dengan ditambah aroma jeruk yang lembut dari bumbu ini.

Rasanya sayang jika rempah khas, andalan orang batak ini, hanya dinikmati segelintir orang. Maka rempah khas Sumatera Utara ini mesti dimaksimalkan untuk dinikmati banyak orang secara umum.

Adalah Pak Koad, bukan orang batak. Dia asli  Kalimantan, namun lama tinggal di Medan. Pak Koad punya kebiasaan coba mencoba apa saja yang menjadi hasil dari tanah di tempat dia berpijak, termasuk andaliman.  Maka hasil dari pencobaannya itu, “lahirlah” Sambal Andaliman dari tangan Pak Koad.

Sambal Andaliman Ikan Teri Medan dan Ikan Roa

Tidak tanggung-tanggung, sambalnya ini sudah beredar bukan hanya di Sumatera, tapi juga hampir di seluruh kota besar Indonesia. Kecintaannya pada hasil alam negeri ini, membuat Pak Koad mengolah bumbu andaliman, cabai dengan campuran ikan teri medan dan ikan roa. Maka beredarlah di pasaran, Sambal Andaliman Ikan Teri Medan dan Sambal Andaliman Ikan Roa karya Pak Koad.

Produksi sambal andaliman ini sudah berjalan hampir dua tahun.  Kepada Jayakarta News dalam pameran yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang Selatan baru-baru ini, Pak Koad menceritakan, sambalnya juga sudah beredar keluar negeri. Seperti ke Taiwan, Hongkong dan Korea.

Pak Koad bangga ketika konsumen dari Afrika Selatan memborong sambal olahannya

Melalui  pameran itu, Pak Koad sangat berharap pangsa pasarnya semakin meluas dan ini ada kemungkinan akan terjadi. Karena beberapa pengunjung dari luar negeri seperti dari Afrika Selatan dan Yaman, membeli sambalnya untuk dijadikan contoh di negara mereka.

Semakin jauh peredaran sambal ini, maka Pak Koad pun harus semakin memperhatikan kualitas sambalnya. Karena itu, sambal andaliman, akan tahan selama setahun dan tidak akan rusak jika tidak dibuka tutupnya. Dengan harga Rp 30 ribu setiap kaleng ukuran 135 gram, sambal andaliman ini dijamin tidak mahal bila dibandingkan dengan jaminan kualitas sambal dari Pak Koad. “Kalau sambal ini sudah dibuka, dijamin akan cepat habis karena memang sambal ini enak sekali. Tidak akan cepat rusak, walaupun tutupnya sudah dibuka,” katanya memberi jaminan bahwa sambal andaliman buatannya dijamin akan membuat orang ketagihan. ***

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *