Ridwan Kamil, Dipasangkan dengan Siapa pun Paling Unggul

 Ridwan Kamil, Dipasangkan dengan Siapa pun Paling Unggul

JELANG pendaftaran resmi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tanggal 8 dan 9 Januari 2018, belum satu pasangan pun mendaftarkan diri. Memang, sudah berseliweran bakal calon, maupun partai politik mendeklarasikan calonnya. Tetapi, belum satu pun yang pasti. Bahkan, partai pemenang pilkada di Jawa Barat, PDI Perjuangan (memiliki lebih dari 20 anggota di DPRD Jabar), hingga berita ini diturunkan, masih menutup rapat siapa bakal calon gubernur-wakil gubernurnya.

PDIP memang memiliki jumlah kursi yang cukup untuk memasukan pasangan calonnya, tanpa harus berkoalisi. Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri yang memiliki keputusan mutlak untuk menentukan siapa yang bakal dimajukan, dikabarkan Kamis (4/1) bakal mengumumkan calonnya di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta.

Kiranya, publik masih harus bersabar menunggu strategi parpol-parpol pengusung bakal calon. Meski begitu, menarik kalau kita mencermati sejumlah catatan yang dihimpun Jayakartanews berikut ini.

Catatan Pertama: Pada awal tahun 2017 hingga akhir 2017 berbagai lembaga survei tingkat nasional menyimpulkan nama Walikota Bandung Ridwan Kamil memiliki tingkat elektabilitas dan pupularitas tertinggi (rata-rata di atas 60%). Pencapaian ini sulit dibendung oleh balon para rivalnya sekalipun calon petahana Wagub Deddy Mizwar maupun Ketua DPD Golkar Jawa Barat yang juga Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang angka rata-rata popularitas dan elektabilitasnya di kisaran 20 dan 30 persen.

Menjelang bulan-bulan terakhir tahun 2017, banyak terjadi drama dan akrobat politik di tatar Sunda. Di antaranya, Ridwan Kamil, yang semula diusung Partai Nasdem, PPP, PKB, dan Partai Golkar, mendadak berubah. Pasca Setya Novanto ditahan KPK, kemudian Ketua Umum beralih ke Erlangga Hartarto melalui Munaslub, mendadak dukungan kepada Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil dicabut. Tak lama kemudian, Dedi Mulyadi, Ketua DPD Golkar Jabar, dideklarasikan Golkar untuk maju menjadi calon gubernur Jabar atau wakil gubernur Jabar.

Akhir tahun 2017, perpecahan pasangan bakal calon terjadi antara Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu yang diusung PKS dan Partai Demokrat. Ahmad Syaikhu yang merupakan Ketua DPW PKS Jawa Barat dan saat ini menjabat Wakil Walikota Bekasi, adalah calon PKS. Mendadak pucuk pimpinan PKS ditarik dari Deddy Mizwar, dan dipasangkan dengan balon Gubernur Mayjen TNI Sudrajat yang diusung Partai Gerinda dan PKS. Pasangan Sudrajat – Ahmad Syaikhu bahkan sudah dideklarasikan oleh Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto, dan Presiden PKS Sohibul Iman.

Sementara, Deddy Mizwar yang diusung Partai Demokrat, berencana “kawin cepat-kawin kapaksa” dengan membuat poros baru, yang disebut koalisi “sejajar”. Kabarnya, ia akan dijadikan pasangan “double DM” alias Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. Tapi kalau toh kabar itu benar, juga belum jelas siapa di posisi cagub, dan siapa yang menjadi cawagub.

Catatan Kedua: Pada awal tahun 2018, menjelang pendaftaran resmi Cagub/Cawagub  tanggal 8 dan 9 Januari 2018, direncanakan hari Kamis 4 Januari 2018 Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri berencana mengumumkan bakal calon Gubernur dan wakil Gubernur yang diusung oleh PDI-P. Banyak bermunculan spekulasi nama. Di antaranya menyeruak nama balon Ridwan Kamil (Walikota Bandung) yang akan dipasangankan dengan Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal, dan atau dipasangkan dengan Mayjen (Pur) TB Hasanudin (Ketua DPD PDIP Jabar) atau Irjen Pol Anton Charliyan (mantan Kapolda Jabar), atau Iwa Kartiwa yang saat ini menjabat Sekwilda Jawa Barat. Ada juga yang menyebutkan PDI-P akan mengusung calon sendiri (karena kuotanya cukup) walau banyak pihak menepis kemungkinan itu, mengingat PDI-P belum punya calon yang terbilang hebat dan kuat.

Catatan Ketiga: Pilkada Jabar diperkirakan bakal diikuti tiga pasangan, terdiri dari pasangan yang diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN. Pasangan kedua diusung oleh PDI-P, Nasdem, PKB, PPP, dan Hanura. Adapun pasangan ketiga yang diusung Golkar-Demokrat. Kemungkinan keempat, meski kecil kemungkinannya adalah PDI-P mengusung calon sendiri.

Sementara berdasarkan hasil survei berbagai lembaga survei nasional, nama Ridwan Kamil dipasangkan dengan siapa pun wakil gubernurnya, elektabilitas dan popularitasnya selalu di atas kandidat lain. Ia juga termasuk calon terpopuler di mata anak muda serta kaum netizen. Di pusat kota, di kampung-kampung, nama Kang Emil paling populer. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *