Petualangan Nan Menegangkan

 Petualangan Nan Menegangkan

TERSEBUTLAH Apooi, nama sebuah perkampungan, yang dihuni oleh para binatang yang hidup berdampingan saling menyayangi satu sama lainnya. Tinggal di sana antara lain keluarga singa,  banteng, jerapah, kuda, kucing, anjing dan ada juga koala. Pokoknya, hampir semua jenis binatang liar yang ada di hutan raya, ada di kampung Apooi.

Suatu ketika, keluarga singa Eben, bersama ayah dan ibunya, jalan-jalan ke hutam alam liar. Eben yang sudah mulai besar, diperkenalkan oleh ayah-ibunya ke hutan yang dihuni oleh binatang-binatang buas. Setelah melihat hutan belantara, Eben baru menyadari betala di rimba raya kehidupannya sangat keras, amat berbahaya kalau pergi sendiri tanpada didampingi orang tua.

Putra Koala mendengar cerita teman-temannya, kalau Eben bersama kedua orang tuanya baru saja jalan-jalan ke hutan. Putra pun menceritakan  petualangan Eben tersebut kepada Yanda  Koala. “Pasti asyik ya, kalau kita bisa jalan-jalan ke hutan raya. Kapan Yanda, kita bisa berpetualang?,” kata Putra merajuk kepada ayahnya.

Ayah Koala menasihati, bahwa tamasya ke hutan raya sangat berbahaya bagi keluarga Koala. Sambutan dan sikap hewan-hewan liar di hutan, pasti berbeda saat mereka melihat keluarga Singa dibandingkan dengan keluarga Koala. “Jangan nak, berbahaya. Kita sudah cukup nyaman hidup di perkampungan ini. Semua warga saling menghormati dan menyangi. Di alam raya, siapa yang lemah akan menjadi mangsa mereka yang kuat,” kata Yanda Koala.

Koala tidak puas dengan jawaban ayahnya. Saat malam tengah berbaring hendak tidur, dia memikirkan bagaimana caranya bisa jalan-jalan ke hutan raya. Tiba-tiba Putra Koala punya ide, itu diam-diam berangkat sendiri pada waktu menjelang subuh, saat kedua orang tuanya masih tidur lelap.

Benar, rencana itu pun dilakukan. Diam-diam dia menyelinap dan pergi ke arah hutan raya seperti didapat informasinya dari cerita kawan-kawannya. Singkat kata, sampailah dia di hutan raya. Saat setelah tengah hari, Putra sudah merasa kelelahan di hutan. Dia pun memutuskan untuk pulang. Tapi, dia lupa menandai sepanjang titik penting dalam rute perjalannya  waktu masuk hutan, sehingga kebingungan harus mengarah ke mana. Putra pun menangis, menyesali apa yang dia lakukan, tidak mau mendengar nasibat orang tuannya.

Putra tambah ketakutan lagi ketika ada Singa yang datang dan siap-siap menerkamnya. “Oooo…ada anak koala, lumayan dari pagi saya belum makan. Kamu pantas buat sarapan saya,” kata singa hutan sambil menunjukkan gigi dan kukunya yang tajam. Putra Koala takut sekali, sehingga kakinya gemetaran dan tidak kuat untuk melarikan diri. Saking takutnya, Putra sampai terkencing-kencing. Celananya basah.

Tiba-tiba tubuhnya diguncang-guncang. “Bangun Putra, ada apa. Kami mimpi buruk ya? Kamu pasti lupa berdoa tadi malam waktu mau tidur.” Rupanya, Mama Koala membangunkan Putra yang berminpi buruk.

“Maafin Putra ya Ma,” katanya. Dia kemudian menceritakan petualangan yang dialami dalam mimpinya, setelah sebelum tidur semalam dia berencana akan ke hutan raya sendirian secara diam-diam.

“Untunglah itu hanya mimpi,” kata Yanda Koala. “Kalau kamu benar-benar ke hutan raya sendiri, bukan tidak mungkin situasi buruk seperti itu terjadi,” timpal Yanda lagi. Putra Koala bersyukur, ia tidak jadi melakukan rencana untuk berpetualang sendirian ke hutan raya dengan mengabaikan nasihat orang tuanya. ***

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *