Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Penangkaran Padi di Tanah Bumbu - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Penangkaran Padi di Tanah Bumbu

Published

on

PENANGKARAN padi varietas unggul baru seluas 38 H merupakan langkah Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming guna memenuhi kebutuhan masyarakatnya yang selama ini sebagian bibit tersebut disuplai daerah lain. Selanjutnya, setelah kebutuhan sendiri terpenuhi, giliran Kabupaten Tanah Bumbu akan mensuplai kebutuhan bibit padi untuk daerah lainnya di Kalimantan Selatan .

Panangkaran ini yang terbesar kedua di Kalimantan Selatan setelah Kabupaten Tapin. Bapak Presiden Joko Widodo akan meresmikan penangkaran ini dalam waktu dekat, “ papar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu H. Setia Budi  kepada Jayakartanews.com

Upaya penangkaran ini dilakukan Tanah Bumbu dengan  arahan konsultan ahli bidang pertanian  DR Baso Muchtar, staf ahli Bupati Bantaeng. Sebagaimana kita tahu, kemajuan pembangunan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan telah berkembang pesat,  sehingga banyak kabupaten di Indonesia bekerja sama dengan Bantaeng, utamanya di bidang pertanian.

“Saya diutus Pak Bupati Bantaeng membantu Tanah Bumbu, “ kata Dr Muchtar.

Penangkaran  padi ini antara lain meliputi varietas inpari 8, inpari 32, inpari 33, inpari 39, inpari sidemuk,sertani-1 bantaeng, dan inpago-11. Bibit padi ini  akan diberikan kepada masyarakat petani Tanah Bumbu dengan keseluruhan lahan sekitar 17.890 hektar.

Menurut Setia Budi, dengan varietas unggul baru ini, perhektar lahan dapat menghasilkan 8,8 ton gabah. Di daerah tertentu bisa 3 kali panen, namun ada pula yang 2 kali tanam padi atau 2 kali panen di lahan-lahan tadah hujan.

“Kelak hasil panen pun tidak hanya untuk memenuhi Kabupaten Tanah Bumbu saja. Kalau surplus  kita ekspor atau suplai kabupaten lain, “ ujar Setia Budi.***

Advertisement