Bertemu Mentan, Gus Fawait Sebut Jember Terluas Lahan Pertaniannya di Jatim

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS— Bupati terpilih Jember gus Fawait menemui Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, Jumat(6/12/2024) di Jakarta.

Di sela-sela pertemuan tersebut, gus Fawait mengatakan Jember adalah wilayah agraris dimana daerahnya salah satunya lahan pertanian terluas di Jawa Timur. “Di Jember komoditas pertaniannya merupakan salah satu terbesar di Jawa Timur sehingga perlu untuk terus dikembangkan,”jelas Presiden LSN (Laskar Sholawat Nusantara) ini, Jumat (6/12/2024) kepada awak media.

Dari pertemuan dengan Mentan, gus Fawait mengatakan kalau mentan punya komitmen untuk membantu Jember untuk menyokong swasembada pangan yang sudah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

Diungkapkan olehnya, untuk memajukan pertanian di Jember,tentunya tidak cukup dengan APBD Jember.

“Membutuhkan bantuan pusat untuk mengembangkan sektor pertanian. Alhamdulillah sekali, kalau mentan akan mendukung memberikan program mulai dari bantuan bibit puluhan ribu hektar. Juga ada bantuan alat pertanian untuk Jember. Serta ada bantuan irigasi serta bantuan jalan tani di Jember, ” jelasnya.

Ditambahkan oleh Gus Fawait, Mentan minta agar dirinya sebagai bupati terpilih segera menyusun kebutuhan pertanian di Jember. “Harapannya nantinya Jember bisa berperan menjadi salah satu penyumbang dari prestasi Indonesia swasembada pangan,” tuturnya.

Selain itu, perhatian Kementan untuk Jember sesuai arahan Presiden dengan melihat Jember yang memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak ke dua di Jawa Timur secara angka absolut rata-rata yang berada di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan dan kelautan tentunya sudah layak mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat.

“Saya bahagia karena pemerintah pusat punya komitmen jelas, misalnya dari Kementan yang akan akan membantu Jember. Kami ucapkan terima kasih ke Mentan dan ini kabar gembira untuk mensejahterakan masyarakat Jember, “jelasnya.

Ke depan, usai bertemu dengan Mentan, mengaku akan terus melakukan lobi ke pusat agar Jember pendapat perhatian penuh dari pemerintah, “Rencananya dalam waktu dekat kami akan bertemu dengan PT Pupuk Indonesia untuk melakukan pembicaraan lainnya, Tandasnya.

Sekadar diketahui, Bupati terpilih Jember gus Fawait gerak cepat (gercep) untuk melakukan lobi-lobi ke pemerintah psat untuk mensejahterakan masyarakat Jember. Sebelumnya, gus Fawait sudah melobi sejumlah BUMN, Kemenhub dan perusahaan penerbangan untuk pengembangan bandara di Jember.***poedji

Kementan Terus Bangun Infrastruktur Pertanian

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan saat ini pihaknya tengah membangun sarana dan prasarana pertanian seperti infrastruktur irigasi dan juga akses jalan menuju persawahan. Diyakini kecukupan pangan bagi generasi mendatang dapat terpenuhi dengan baik.

“Kenapa harus ada cetak sawah? Tiap tahun ada pertambahan penduduk 3,5 juta. Selama 10 tahun artinya pertambahan 35 juta. Iya kan? Nah ini yang harus dipersiapkan pangannya, setiap kelahiran ini harus disiapkan pangannya untuk Indonesia, sehingga, kita harus cetak sawah untuk penyediaan lahan pertanian baru,” ujar Mentan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/10/2024).

Sementara itu, warga Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan bersyukur karena keinginan untuk memiliki lahan pertanian padi akhirnya terpenuhi. Kementerian Pertanian (Kementan) telah mencetak lahan sawah baru di wilayah ini seluas 1000 hektare (ha).

Ketua adat dari salah satu marga di Kampung Kaliki, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke Albertus Mahuse mengatakan, warganya sudah mengajukan dari 5 tahun lalu, agar lahan mereka bermanfaat. Dan baru bisa dibantu pemerintah saat ini dengan dibukakan lahan seluas 1.000 ha yang terbagi di 3 titik.

“Kami sepakat untuk membuka lahan persawahan. Yang siap dibuka ada 1.000 ha dan yang sekarang ada 200 ha kemudian 700 ha ada di belakang yang sementara sudah dikerjakan dan 100 ha nya di sini, di pertengahan,” ujar Albertus Mahuse.

Albertus mengaku, nanti lahan sawah baru ini sementara akan dikerjakan sendiri oleh masyarakat setempat. Namun mengingat luasannya besar, juga ada kemungkinan akan disewakan.

“Ya, itu pun sudah ada kesepakatan. Nanti lahan 200 ha ini masyarakat sudah bekerja. Kalau sudah tidak mampu lagi dengan persawahan yang lain, bisa dimasukkan sewa. Nanti ada orang yang bantu,” ungkap Albertus.

Albertus menambahkan, pihaknya juga sudah mengumpulkan alat mesin pertanian (alsintan) seperti combine harvester, transplanter, traktor dan pompa air.

“Kami akan mengusulkan Pak Menteri besok alat excavator, semua. Sudah dibantu sementara dan nanti kami akan bekerja dan akan meminta pertolongan kepada pemerintah alat-alat pengolahan; jonder, traktor, pompa air, termasuk benih. Ya combine juga,” sebutnya.

Albertus menyadari bahwa warga Merauke tergolong masih kurang mahir dalam pertanian. Sehingga, dia berharap dari Kementan terus memberikan pendampingan dalam mengelola lahan sawah baru ini.

“Termasuk besok kami juga akan minta pemerintah tetap membantu dan membina kami, jangan hanya sebatas dikerjakan kemudian dilepas. Kami akan minta tetap ada pendampingan, ada pelatihan,” harapnya.

Diungkapkannya, warga Distrik Kurik memang sudah punya komitmen yang tinggi untuk ada persawahan. Tujuannya untuk menunjang kebutuhan hidup masyarakat, baik di bidang keuangan dan ekonomi.

“Itu yang kami butuhkan. Kalau yang lain-lain, kami masih membelakangkan semuanya. Kesejahteraan hidup bagi masyarakat yang ada di Kampung Kaliki ini, itu yang kami butuhkan,” tegasnya.

Sebelum dibukanya lahan sawah baru ini, warga sudah melakukan upacara adat. Ritual ini tujuannya agar karyawan yang kerja bahkan alat-alat yang ada lancar, aman. Alhasil, di saat mulai bekerja, sampai saat ini tidak ada hambatan yang mereka alami. (yogi)

CV Prima Tani Madiun Siap Sertifikasi ISO 9001:2015

MADIUN, JAYAKARTA NEWS – Indonesia sebagai negara dengan konsumsi beras tertinggi di dunia, memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri bibit padi yang kokoh dan mandiri. Permintaan bibit padi berkualitas tinggi terus meningkat seiring dengan target swasembada beras dan upaya untuk meningkatkan produktivitas padi.

Keanekaragaman varietas padi lokal yang kaya akan keunggulan menjadi sumber daya genetik yang berharga untuk pengembangan bibit unggul yang tahan hama penyakit, memiliki kualitas beras yang baik, dan sesuai dengan kondisi lingkungan di Indonesia.

CV Prima Tani Madiun saat ini mengkhususkan diri untuk menyiapkan benih padi berkualitas. Perusahaan berlokasi di Madiun Jawa Timur sedang bebenah diri untuk berkembang lebih besar dan menerapkan manajemen yang profesional.

Dipandu tim dari Masyarakat Standardisasi Indonesia (MASTAN) Sofie Kusminarsih, Sri Susilo Djauhari dan Heri Mulyono telah mulai melakukan pelatihan internal secara bertahap sejak tahun 2023 karyawan untuk siap melakukan sertifikasi ISO 9001:2015 – Sistem Manajemen Mutu.

Pelatihan Serial ini secara bertahap telah dimulai sejak 2023 lalu hingga tahap pelatihan, penguatan dan pemantapan Audit Internal pada 28 – 31 Mei 2024. Target pelatihan ini untuk mempersiapkan Audit Sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen eksternal.

“Pemantapan Audit Internal di CV Prima Tani Madiun yang dilakukan oleh penggiat standardisasi, merupakan langkah nyata DPW MASTAN Jawa Timur dalam melakukan pendampingan ke produsen bibit untuk meraih sertifikasi ISO 9001:2015”. Ucap Sofie, Ketua DPW MASTAN Jawa Timur.

Dalam harapan yang disampaikan secara tertulis, Supandi sebagai Ketua Mastan Pusat menyampaikan bahwa “Kepada para produsen benih skala menengah, kami mengakui tantangan besar yang Anda hadapi dalam berproduksi di tengah persaingan yang ketat sangatlah tidak mudah. Namun, ingatlah bahwa setiap biji benih yang Anda produksi adalah harapan untuk masa depan pertanian yang lebih baik”.

CV Prima Tani Madiun didirikan pada tahun 2015 oleh Endri Ermawati.
Semula Endri bekerja di bidang kesehatan namun memutuskan meneruskan usaha orang tua di bidang pertanian. CV Prima Tani Madiun memiliki cita-cita untuk meningkatkan taraf hidup petani dengan menyediakan benih padi unggul yang bisa menghasilkan beras dengan harga jual lebih tinggi. (Heri)

Alokasi Pupuk Bersubsidi Berlimpah, Kementan Imbau Petani segera Tebus

JAYAKARTA NEWS— Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani yang berhak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi segera menebus kuota yang dimiliki. Hal ini agar musim tanam berikutnya seluruh kuota terserap secara maksimal dan proses tanam tidak terhambat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, penambahan pupuk subsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton atau naik 100 persen telah mendapat persetujuan dari presiden. Dan saat ini penambahan pupuk sudah mulai didistribusikan, dan penebusannya pun juga semakin mudah, dengan menggunakan kartu tani atau hanya dengan menggunakan KTP.

“Alhamdulilah penambahan alokasi pupuk subsidi sudah ditetapkan, maka petani dapat segera memanfaatkan pupuk bersubsidi ini untuk percepatan tanam dan produksi,” ujar Mentan Amran,dilansir pertanian.go.id

Berdasarkan data yang dihimpun per 30 April 2024, realisasi pupuk saat ini mencapai 18.12 persen dari total alokasi 9.550.000 ton. Dari data di atas bisa diketahui bahwa ketersediaan pupuk masih tersedia hingga saat ini. 

“Masih ada kuota lebih dari 50 persen dari seluruh total alokasi. Segera tebus pupuk yang tersedia, agar tidak ada lagi cerita pupuk langka tahun ini,” kata Mentan Amran.

Amran mengatakan Permentan No 01 Tahun 2024 sebagai revisi Permentan No 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi bertujuan untuk memperbaiki tata kelola pupuk subsidi serta meningkatkan hasil produksi pertanian, guna menekan dampak El Nino yang berujung pada impor hasil pertanian.

“Nah ke depan bagaimana kita bisa menekan impor tahun depan, karena sekarang ini impor kita 3,5 juta (beras) itu bisa naik lagi, kalau kita tidak tekan dari sekarang,” tegasnya.

Adapun syarat petani untuk menebus pupuk bersubsidi yakni, petani harus tergabung ke dalam Poktan dan terdaftar dalam e-RDKK yang bersumber dari SIMLUHTAN. 

“Pastikan petani terdaftar dalam e-RDKK. Alokasi pupuk bersubsidi dirinci berdasarkan jenis pupuk, jumlah pupuk, dan sebaran wilayah. Pertimbangan penetapan alokasi : e-RDKK dan rincian alokasi per wilayah dengan mempertimbangkan luas baku sawah dan LP2B,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil menambahkan, saat ini pihaknya gencar mensosialisasikan Permentan No 01 Tahun 2024. Dia memastikan alokasi pupuk bersubsidi masih banyak untuk tahun ini. Selain itu pada Permentan 01 Tahun 2024 juga ditetapkan penambahan jenis pupuk bersubsidi jenis organik.

“Musim tanam kedua dan berikutnya dipastikan pupuk aman. Sehingga bisa dilakukan percepatan tanam dan produksi karena pemerintah telah menyiapkan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasinya. Dan sekarang juga terdapat jenis pupuk organik,” kata Ali Jamil.

Saat ini, serapan tertinggi di tingkat provinsi adalah 29.47 persen di Provinsi Riau. Ali Jamil mengimbau provinsi-provinsi lainnya juga meningkatkan serapan alokasi pupuk bersubsidi.

“Ini kabar baik, kabar untuk seluruh petani Indonesia. Petani tidak usah lagi risau, khawatir dengan pupuk. Pemerintah daerah diharapkan pro aktif turut menyosialisasikan hal ini,” ujarnya. ***/din

Wakil Ketua DPD RI Minta Pemerintahan Prabowo Tata Ulang Lembaga Pertanian dan Pangan

JAYAKARTA NEWS— Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mengusulkan agar pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menata kembali lembaga pangan dan memperkuat perusahaan BUMN yang bergerak di sektor industri pertanian.

Hal ini disampaikan mantan ketua HIPMI Bengkulu itu untuk mendorong peningkatan produktivitas sektor hulu pertanian pangan dengan biaya produksi murah.

Ia berpendapat bahwa dibutuhkan keberadaan institusi pangan atau BUMN yang fokus dalam urusan produksi dan sektor hulu pertanian pangan seperti PT Shang Hyang Sri (SHS) dan PT Pertani yang saat ini dimerger dalam holding company ID Food.

“ID food atau Badan Pangan Nasional yang ada saat ini hanya fokus pada urusan distribusi logistik atau supplay chain bahan pangan. Akibatnya holding BUMN pangan ini hanya fokus berdagang,” ungkap Sultan melalui keterangan resminya.

Menurutnya, peningkatan biaya produksi padi dan tanaman pangan lainnya saat ini sedikit banyak diakibatkan oleh ketiadaan concern pemerintah terhadap sektor hulu pertanian. Meskipun pemerintah telah meningkatkan subsidi pupuk dan bantuan mekanisasi lainnya kepada petani.

“Kementerian pertanian dan kementerian perindustrian membutuhkan mitra BUMN yang taktis dalam urusan produksi. Kita harus belajar bagaimana Thailand dan Vietnam mampu meningkatkan produksi padi dengan biaya yang sangat murah,” tegas mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu.

Lebih lanjut Sultan menerangkan bahwa Prabowo adalah mantan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan saat ini diamanahkan menjadi pembina HKTI. Kami yakin betul bahwa beliau memiliki visi penataan kembali lembaga pertanian yang lebih efektif.

“Sehingga kami berharap agar pemerintah tidak gegabah menaikan HET beras dalam waktu dekat. Inflasi pangan strategis merupakan ancaman serius terhadap daya tahan ekonomi masyarakat kelas menengah,” urainya.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi buka peluang harga eceran tertinggi (HET) beras akan dinaikkan dalam waktu dekat.

Arief mengatakan, keputusan untuk menaikan HET beras ini untuk menyesuaikan kenaikan biaya produksi seperti pupuk, tenaga kerja dan biaya sewa lahan petani.***/din

Luas Panen Padi Jatim Naik 0,29% pada 2023

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Luas panen padi Jawa Timur pada tahun 2023 mencapai sekitar 1,698 juta hektare.

Angka ini mengalami kenaikan sebanyak 4,87 ribu hektare atau 0,29 persen dibandingkan luas panen padi di 2022 yang sebesar 1,693 juta hektare.

Mengutip laman Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim), Selasa (12/3/2024), Kepala BPS Jatim, Zulkipli mengatakan produksi padi pada 2023 yaitu sebesar 9,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Angka ini mengalami kenaikan sebanyak 184,15 ribu ton atau 1,93 persen dibandingkan produksi padi di 2022 yang sebesar 9,53 juta ton GKG.

Adapun produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 5,61 juta ton, mengalami kenaikan sebanyak 106,33 ribu ton atau 1,93 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 5,50 juta ton.***poedji

Antara Bung Karno, Jack Ma, dan Melvin

JAKARTA, JAYAKARTA NEWS – Masyarakat Indonesia harus sejenak memalingkan perhatian ke arah Melvin. Sosok pemuda berusia 24 tahun yang atas keberpihakannya pada sektor pertanian, menjadikannya unik.

Ia menggenapi sejumlah anak muda Indonesia lain yang berkontribusi untuk “merah-putih” melalui pertanian. Selain Melvin, ada Janu Muhammad, pendiri platfom digital sayur, Yogyakarta. Atau sosok Iqbal Abipraya, sarjana Agroteknologi Universitas Jember yang sukses sebagai petani milenial.

Pada dasarnya, petani milenial adalah petani berusia 19-39 tahun. Petani milenial oleh pemerintah diarahkan untuk memanfaatkan teknologi guna menghasilkan produk pertanian berkualitas dan mampu berdaya saing. Di samping, menumbuhkembangkan kewirausahaan muda pertanian, serta menciptakan pertanian maju, mandiri, dan modern.

Nah, di bidang pengembangan teknologi itulah Melvin bergerak. Lelaki kelahiran Singkawang ini lebih fokus ke inovasi pupuk yang bisa mendongkrak produksi pertanian Indonesia.

“Saya mengembangkan pupuk hayati Formula 100+ dan serum. Yang serum berfungsi sebagai penguat atau booster. Lahir dari riset mendalam, yang hasilnya sangat memuaskan. Bahkan sudah dirasakan sebagian kecil petani kita dari Sabang sampai Merauke,” papar Melvin, yang lulus cumlaude Teknik Informatika sebuah perguruan tinggi di Jakarta tahun 2016 itu.

Hari-hari ini, sebagai Product Manager, Melvin tengah berusaha bagaimana produk inovasi pertanian yang ditanganinya bisa menjangkau petani secara lebih luas. “Pengalaman dan fakta di lapangan, problem petani paling krusial ada dua. Pertama, soal pupuk. Kedua, soal off-taker. Setidaknya saya membawa solusi untuk memecahkan problem pupuk,” ujar Melvin yang pernah berprofesi sebagai junior mobile developer di perusahaan startup itu, bahkan menjadi CEO perusahaan.

Melvin, milenial yang peduli pertanian. (ist)

Inspirasi Para Tokoh

Langkah zig-zag Melvin hingga akhirnya terjun ke medan lumpur persawahan dan perkebunan melalui media pupuk, terinspirasi oleh sejumlah tokoh besar. “Di dalam negeri, inspirasi saya adalah Bung Karno dan Bung Hatta. Dari luar negeri, saya mengagumi pendiri Alibaba, yaitu Jack Ma,” kata Melvin.

Adalah Proklamator Bung Karno yang begitu jeli melihat potensi pertanian kita. Sampai-sampai, kata PETANI pun ia buatkan akronim baru sebagai Penyangga Tatanan Negara Indonesia. Itu tarjadi tahun 50-an, ketika Bung Karno mulai menata Pembangunan sektor pertanian sebagai pondasi membangun masyarakat yang makmur sejahtera.

“Sebuah folosofi yang sangat mendasar, sehingga itu pun menjadi visi perusahaan kami di PT Formula Top Indonesia, yakni untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya para petani,” ujar

Sedangkan, Bung Hatta dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia. Format ekonomi berwajah sosial yang sangat tepat di Indonesia. “Perusahaan pupuk PT Formula Top Indonesia sangat concern memajukan koperasi petani. Koperasi petani harus bangkit. Saya sebagai generasi muda harus mewarisi gagasan koperasi bagi kemakmuran petani dan bangsa pada umumnya,” tandas Melvin.

Di sisi lain, Melvin juga mengidolakan Jack Ma, tokoh dunia asal China pendiri Alibaba. Ia adalah sosok yang menginspirasi tentang pentingnya kerja keras untuk mencapai kesuksesan. “Sudah kodratnya, pemuda harus bersemangat dan bekerja keras,” tandas Melvin.

Ia bahkan merekam dengan baik quote dari Jack Ma yang menjadi pegangan hidupnya. “I always tell myself that we are born here not to work, but to enjoy life. We are here to make things better for one another,” kutip Melvin.

Yang kurang lebih ia maknai, “Saya selalu berkata pada diri saya sendiri bahwa kita dilahirkan di dunia ini bukan untuk bekerja, tetapi untuk menikmati hidup. Kita di sini untuk membuat segalanya lebih baik bagi satu sama lain.”

Sebagai negara agraris, negara kita membutuhkan ketersediaan tak kurang dari 13,5 juta ton pupuk per tahun. Sedangkan, yang tersedia baru 3,5 juta ton. “Mengetahui hal itu, kami pun fokus bergerak di bidang inovasi pupuk.” (rr)

Begini Alasan Mengapa Kita Perlu Bio-Pertanian dalam Pertanian Berkelanjutan

JAYAKARTA NEWS – Dengan populasi global yang mendekati 8 miliar, tantangan untuk memberi makan penduduk bumi dengan jumlah sebanyak itu, terus bertambah ini semakin sulit. Di tengah situasi yang sulit ini, bio-pertanian muncul sebagai solusi yang menjanjikan, membawa era baru praktik pertanian yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.

Roger Tripathi, CEO dan pendiri Global BioAg Linkages, menggambarkan bio-pertanian sebagai “input dan teknologi hijau yang responsif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.” Pendekatan pertanian inovatif ini berfokus pada tiga elemen kunci: menyeimbangkan aspek fisik, kimia, dan biologi dari tanah, mengembalikan keseimbangan mineral dan mikrob dalam tanah, serta meningkatkan tingkat karbon tanah.

Tripathi menekankan perlunya menggabungkan yang terbaik dari pertanian konvensional dan alami, bukan hanya untuk mengurangi risiko kesehatan bagi petani dan konsumen, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan, efisiensi, dan kepedulian lingkungan. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan perpaduan harmonis antara bio-pertanian, pertanian presisi, teknologi pertanian (agtech), dan bioteknologi.

Respon Terhadap Tantangan Pertanian Global

Dalam wawancara dengan AgFunderNews, Roger Tripathi membahas peran penting bio-pertanian dalam mengatasi tantangan-tantangan inti pertanian dunia. Dia menyatakan bahwa meskipun tantangan utama adalah memberikan makanan berkualitas dengan sumber daya yang terbatas, keberlanjutan dan efisiensi tetap menjadi prioritas utama. Bio-pertanian, beriringan dengan agtech, muncul sebagai solusi bagi masalah kesehatan tanah dan tanaman.

Tripathi menekankan pentingnya inovasi, memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), nanoteknologi, GPS, robotika, dan Internet of Things (IoT) dalam pertanian. Dia menegaskan bahwa inovasi dapat mencakup menciptakan solusi baru dan menerapkan konsep dan teknologi yang sudah ada dengan cara yang inovatif—sebuah konsep yang dia sebut “Praktik Pertanian Berkelanjutan Terpadu.”

Komitmen Perusahaan

Tripathi mencatat bahwa perusahaan-perusahaan besar di sektor pertanian, seperti Syngenta, Corteva, UPL, dan Bayer, telah menyadari urgensi beralih ke bio-pertanian. Investasi dan minat yang semakin meningkat dalam sektor ini, bersama dengan berbagai merger dan akuisisi, menggarisbawahi komitmen korporat yang meningkat terhadap penelitian dan pengembangan bio-pertanian.

Global BioAg Linkages memainkan peran penting dalam mempromosikan kerjasama antara pemangku kepentingan kunci dalam bio-pertanian melalui BioAgTech World Congress, menyatukan pemangku kepentingan untuk membangun komunitas bio-pertanian yang kuat.

Melihat ke masa depan, Tripathi mengidentifikasi Brasil sebagai pemain kunci dalam pertanian global dan pusat inovasi bio-pertanian. Keunggulan geografis dan iklim Brasil, keanekaragaman hayati yang kaya, serta kebijakan pertanian yang mendukung, menjadikan Brasil sebagai pusat perkembangan revolusioner dalam bio-pertanian.

Tripathi merenungkan kesuksesan BioAgTech World Congress yang diselenggarakan di Brasil, dengan menekankan peran penting Amerika Latin dalam pertanian dan kepemimpinan Brasil dalam konsolidasi dan merger dalam industri tersebut.

Teknologi Menarik dalam Bio-Pertanian

Membahas perkembangan menarik dalam bio-pertanian, Tripathi menyoroti penerapan teknologi canggih, termasuk AI, GPS, robotika, dan drone, untuk meningkatkan efisiensi pertanian. Dia menekankan kekuatan transformatif teknologi dalam mengatasi masalah pertanian yang mendesak.

Tripathi sangat antusias tentang kolaborasi melalui merger dan akuisisi, yang memperkuat infrastruktur industri dan jangkauan global. Dia meyakini bahwa masa depan pertanian terletak pada maksimalisasi nilai sambil meremajakan tanah dan lingkungan, dengan teknologi ini sebagai awal yang menjanjikan.

Startup dalam Inovasi Bio-Pertanian

Tripathi memuji masuknya banyak startup ke dalam sektor bio-pertanian, menekankan pentingnya minat generasi mendatang dalam pertanian berkelanjutan. Meskipun banyak startup menjelajahi lanskap ini dengan produk atau perspektif baru, dia mengakui tantangan yang mereka hadapi dalam memperbesar dan memasarkan inovasi mereka.

Tripathi menyarankan agar startup menjaga keseimbangan antara pengumpulan dana dan pengeluaran, untuk mempertahankan visi mereka daripada ego, dan untuk mencari kolaborasi dengan mitra sejalan untuk area di mana mereka kurang berpengalaman. Dia mengapresiasi komitmen dan keterampilan yang ditunjukkan oleh banyak startup, mengakui bahwa upaya mereka bersama akan mendefinisikan ulang pertanian berkelanjutan.

Di dunia yang sedang berjuang dengan kebutuhan mendesak akan pertanian berkelanjutan, bio-pertanian muncul sebagai cahaya harapan, yang mempromosikan inovasi, kolaborasi, dan praktik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Seperti yang diungkapkan oleh Roger Tripathi dengan tepat, “Waktunya untuk bio-pertanian adalah sekarang, dan masa depan pertanian berada di tangan kita.” [sm]

Gubernur Khofifah Belajar Membuat Pupuk Organik “Biosaka”

BLITAR, JAYAKARTA NEWS– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa panen raya padi varietas Inpari 32 di Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar pada Sabtu (27/5). Yang menarik, varietas Inpari 32 yang ditanam di lahan terasering seluas 50 hektar ini memiliki luas hamparan panen 30 Ha dengan produktivitass 7- 8 ton/hektar.

Variestas inpari 32 ini memiliki keunggulan sebagai tanaman yang dapat dipanen dengan umur tanam 120 hari setelah semai dengan tinggi tanaman 97 cm. Tidak hanya itu, panen padi kali ini juga menjadi spesial karena Inpari 32 tumbuh subur berkat Pupuk Organik Biosaka yang dibuat oleh para petani Poktan Gardu Rukun II Gandusari Blitar sendiri.

Inovasi pupuk organik para petani Gandusari Blitar ini diapresiasi khusus oleh Gubernur Khofifah.

“Biosaka ini menjadi referensi yang luar biasa bagaimana kita selamatkan dan kembali ke alam. Pupuk organik ini menjadi simbol pemulihan alam, mengingat pupuk kimia selalu digunakan di pertanian kita selama puluhan bahkan ratusan tahun. Apalagi hasil penggunaan Biosaka ini multi fungsi luar biasa sekali,” ungkap Khofifah.

Dijelaskan oleh Gubernur Jatim itu, penggunaan Biosaka di Blitar ini sudah dimulai sejak tahun 2019 dan saat ini sudah diterapkan pada lebih dari 11.000 Ha lahan. Bukan untuk padi saja, Biosaka bisa digunakan untuk berbagai sayur dan buah-buahan.

Pupuk ramuan Biosaka ini diciptakan oleh petani asal Blitar bernama Muhamad Ansar yang sudah tercatat di Kemenhumkam Nomor 000399067. Biosaka merupakan singkatan dari kata Bio simbol tumbuhan, dan SAKA atau “Selamatkan Alam Kembali ke Alam.”

“Ini adalah bentuk upaya revitalisasi media tanam lahan pertanian. Dan menjadi referensi yang sangat bagus untuk bagaimana produksi pertanian bisa tetap terjaga, ketahanan padi terhadap serangan hama makin bagus, tapi revitalisasi lahan juga terbangun dengan pupuk non-kimiawi yang makin masif,” ujarnya.

Usai panen padi, Gubernur Khofifah bersama Bupati Kab. Blitar Rini Syarifah belajar membuat pupuk organik Biosaka bersama Poktan Gardu Rukun II.

Rupanya, “Ramuan Biosaka” terbuat dari gabungan minimal 5 jenis rumput dan daun-daunan muda seberat 2,5 ons yang direndam dalam air 4-5 liter. Rendaman tersebut lalu diremas hingga layu agar sari dan enzimnya keluar.

Apabila sudah menghasilkan buih dan minyak, maka Biosaka bisa digunakan. Sebagai tambahan, 1,7 liter Biosaka bisa digunakan untuk 1 hektar lahan, dan menghasilkan 7-8 ton padi.

“Dalam membuatnya kita tidak boleh mbatin yang buruk, harus berpikir positif. Sesederhana itu pembuatannya, cukuph direndam dan diputar searah jarum jam tapi manfaatnya sebesar itu. Ini menjadi potensi yang sangat kuat untuk bisa terus dikembangkan,” ujar Khofifah.

Orang nomor satu di Jatim itu pun optimis bahwa Biosaka ini dapat menjadi alternatif yang lebih ampuh dan murah dari pupuk organik.

“Kita tahu dunia sedang mengalami masalah pupuk sebab imbas perang Rusia Ukraina. Fosfat yang diimpor untuk pupuk kimia menjadi mahal. Maka ini menjadi kebutuhan mendasar bagaimana kita menciptakan pupuk non-kimiawi sendiri,” terangnya.

Dilansir dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, penggunaan Biosaka mengurangi pupuk kimia hingga 50%, 70%, bahkan 90%. Biaya produksi menggunakan pupuk kimia per hektar sebelumnya dapat mencapai Rp. 10.410.000,- sedangkan dengan Biosaka hanya Rp. 7.000.000 – 8.200.000,- per hektar.

Penanaman padi menggunaan Biosaka menekan pupuk kimia menjadi hanya 200 kg/ha Urea, dan 100 kg/ha Phonska. Sebelumnya tanpa Biosaka, digunakan Urea sebanyak 500 kg/ha dan Phonska sebanyak 200 kg/ha.

Di akhir, Mantan Mensos RI ini menyampaikan pesan yang bisa diambil dari pembuatan dan penggunaan Biosaka. Yaitu, mengambil dari alam tetapi juga merawatnya dengan hal-hal yang alami pula.

“Ikhtiar untuk bagaimana kita menyelamatkan alam dan kembali ke alam ini bukan hanya mulia di dunia, tapi juga mulia di akhirat. Cintai yang ada di Bumi dan yang di Langit akan mencintaimu,” tegasnya.

Di akhir, Gubernur Jatim itu pun mengapresiasi Poktan Gardu Rukun II Gandusari atas kiat mereka dalam berinovasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan produksi padi melalui hal-hal alami. Ia pun mendukung sosialisasi penggunaan Biosaka di pertanian Jawa Timur.

“Aneka pupuk organik yang digagas petani dari Jatim cukup banyak tapi yang paling luar biasa adalah Biosaka dari Blitar. Mari terus kita sosialisasikan dan penggunaannya lebih meningkat dar menjadi lebih banyak di seluruh Jatim bahkan Provinsi lain,” demikian Khofifah. (poedji)

La Nina Mengancam, Sultan Minta Pemda Pastikan Petani Tercover Asuransi Pertanian

JAYAKARTA NEWS— Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin meminta Pemerintah untuk mewaspadai ancaman fenomena iklim La Nina terhadap musim panen Raya petani di daerah saat ini dengan memastikan petani tercover program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Menurut prediksi pakar klimatologi di BMKG, La Nina yang terjadi sejak dua tahun terakhir baru akan netral sekitar bulan Maret-April 2023. Hal ini tentu sedikit banyak akan mengganggu pesta panen Raya petani di bulan Maret ini.

“Kami minta Pemerintah dan BMKG terus memantau perkembangan anomali iklim khususnya La Nina yang bisa saja unpredictable. Dan segera mengantisipasi gagal panen, karena ancaman Puso padi sudah terjadi di beberapa wilayah yang siap panen awal bulan ini”, ungkap Sultan melalui keterangan resminya pada Rabu (01/03).

Pada periode Januari hingga 20 Februari 2023 misalnya, kata Sultan, terdapat 2.101 hektare sawah yang ditanam padi di Jawa Timur terdampak banjir. Sehingga Pemerintah daerah harus memastikan agar petani memberikan perhatian pada upaya mitigasi atas ancaman bencana pada lahan pertaniannya melalui program asuransi pertanian.

“Sejauh ini kami belum mendapatkan data yang pasti terkait jangkauan program asuransi pertanian. Tapi Kita semua tentu berharap khusus bagi petani yang sedang menantikan masa panen pada awal Maret ini sudah terdaftar sebagai peserta asuransi pertanian”, harap mantan Ketua HIPMI Bengkulu itu.

Luasan panen Raya padi sawah tahun ini cukup besar. Karenanya Kita perlu mengantisipasi semua kemungkinan yang akan terjadi. Data Kerangka Sampling Area (KSA) yang dihimpun Badan Pusat Statistik, prognosa panen padi Februari 2023 seluas 1,0 juta hektar dan Maret seluas 1,9 juta Hektar.

“DPD RI, secara kelembagaan akan terus memantau perkembangan realisasi program AUTP di daerah. Kami mengapresiasi Pemprov Jateng di bawah komando Gubernur Ganjar Pranowo, yang telah memberikan klaim ganti rugi kepada petani yang sawahnya mengalami kerusakan tanaman atau gagal panen, sesuai ketentuan pada Januari yang lalu”, tutup mantan wakil gubernur Bengkulu ini.

Program AUTP ini dilaksanakan Kementan berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Di dalam Pasal 37, terdapat amanah kepada pemerintah dan pemerintah daerah  untuk melindungi usaha petani dalam bentuk asuransi pertanian.***/din