Parade Film Malang 2018

 Parade Film Malang 2018

SETELAH sukses digelar di tahun 2016 dan 2017, tahun ini Parade Film Malang kembali hadir. Parade Film Malang sendiri merupakan agenda event tahunan yang digagas secara kolektif oleh pegiat seni di Kota Malang dalam rangka merayakan Bulan Film Nasional yang diperingati tiap bulan Maret.

Kegiatan ini sendiri bersifat kolektif dan berangkat dari pemahaman bahwa film tidak hanya untuk kalangan terbatas dan melibatkan berbagai elemen yang berhubungan. Dengan berkolaborasi dengan berbagai komunitas dan penggiat seni di Malang, kegiatan kolektif ini diharapkan bisa menjadi wadah bertemunya para pembuat film, penikmat film dan juga masyarakat pada umumnya untuk mengadakan acara bersama-sama.

Agenda acara yang rutin digelar tiap tahun adalah pemutaran dan launching film pendek karya sineas muda Kota Malang, pemutaran dan diskusi animasi, pemutaran dan diskusi video musik, serta tak ketinggalan juga tradisi nonton layar tancepan yang diadakan dari kampung ke kampung.

Untuk penggiat musik, akan digelar pertunjukan musik (gigs) di Legipait 2 yang membawakan lagu-lagu dari film-film Indonesia. Menariknya, Malang Subnoise akan merespons klip film Indonesia dengan mengeksplorasi bunyi noise sebagai ilustrasi musik secara live. Tak hanya pertunjukan musik, Komunitas Sound Malang juga akan mengadakan workshop umum yang membahas proses memproduksi audio dan sound untuk film.

Untuk gelaran tahun ketiga ini, Parade Film Malang menyuguhkan konsep yang berbeda tahun-tahun sebelumnya. “Yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kami akan membuat kompetisi, workshop, dan master class untuk penulisan script film pendek. Yang terpilih akan diwujudkan menjadi film pendek. Film pendek ini juga adalah produk pertama Parade Film Malang yang nantinya bisa didistribusikan secara nasional dan internasional,” ujar Astu Prasidya, inisiator Parade Film Malang.

Tujuan dari diadakannya workshop untuk mensinergikan dan mempertemukan elemen-elemen berbagai komunitas dan seni di Malang menjadi satu ekosistem industri kreatif yang hidup. Selain itu terdapat juga kompetisi film pendek yang pendaftarannya bisa langsung melalui tautan http://bit.ly/KompetisiPFM2018.
Selama sebulan penuh pada Maret 2018, Kota Malang akan penuh dengan berbagai agenda acara dalam memperingati Bulan Film Nasional ini.

Untuk mengetahui jadwalnya, simak langsung social media Parade Film Malang, di Instagram @paradefilmmlg dan Twitter @paradefilmmlg serta blog http://paradefilmmalang.blogspot.com. Hari Film Nasional (HFN) 2018 di Malang juga dirayakan Presiden Jokowi dan insan film dari Jakarta dan Malang. Presiden mengapresiasi dunia film dengan menyerahkab beberapa penghargaan bagi yang berdedikasi terhadap dunia sinema. “Ada 10 orang yang setia terhadap dunia film yang dipilih melalui reputasi mereka,” kata Maman Wijaya, Kepala Pusat Pengembangan Perfilmsn Kemendikbud RI kepada penulis.

“Salah satu dewan juri, Slamet Rahardjo menilai orang-orang yang berdedikasi tersebut. Bahkan, ada juga yang profesinya tidak masuk sineas, seperti mereka yang mengoleksi film zaman dulu,” ungkapnya. Penghargaan lain adalah 7 film yang masuk box office dari 7 produser. Juga, 6 film yang dapat penghargaan di festival film internasional yang diapresiasi seperti Marlina dan Istirahatlah Kata Kata,” tandasnya. Selain itu, juga ada 11 sertifikat untuk assesor profesi. “Presiden memberi contoh pada kita untuk mulai menonton film di bioskop dan mengapresiasi film Indonesia,” tutup Maman Wijaya. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *