‘Bluebell’ Kisah Cinta Dibalut Keindahan Alam Pulau Dewata

 ‘Bluebell’ Kisah Cinta Dibalut Keindahan Alam Pulau Dewata

Di tengah maraknya film televisi (FTV) bertema cinta di layar kaca, Cinta, cowok galau, cewek tangguh, pantai, surfing, dan lanskap Bali adalah sederet  hal yang membuat penonton mafhum ketika menonton FTV. Claudia Stefanus adalah prosedur film Bluebell. Dia mengaku tetap optimistis mengangkat kisah cinta ke layar lebar, meskipun dengan hal-hal yang lumrah seperti dalam FTV.

“Tidak takut, karena balik lagi ketika membaca sinopsis awal, saya tertarik dengan tokoh Bluebell. Bukan cuma Bluebell, tokoh Mario yang jatuh cinta dengan Bluebell juga punya pesan yang lebih dari sekadar cinta yaitu keiklasan, perjuangan, dan pertaruhan,” ujar Claudia.

Dikisahkan, Bluebell adalah seorang cewek yang jago surfing dan piawai bermusik. Claudia menggambarkan Bluebell sebagai perempuan yang mandiri. Ia menjadi sosok yang menyenangkan dan memberi warna hidup bagi orang-orang terdekatnya. Sebagian pengambilan gambar dilakukan di Bali dan beberapa scene diambil di Kyoto, Jepang.

“Ini nggak biasa. Pengambilan gambarnya juga penuh kejutan. Seperti yang saya katakan, saya optimistis karena Pak Yusuf (sutradara) juga bilang akan penuh surprise. Film drama, tapi dengan jalan cerita yang tidak tertebak,” imbuhnya.

Sementara itu, Muhammad Yusuf selaku sutradara mengatakan, penggunaan nama Bluebell sebagai judul film karena terinspirasi kalimat ‘save by the bell’. Orang-orang yang jatuh cinta, kata dia, identik dengan warna biru. Jadilah bluebell. “Belakangan saya tahu, ternyata bluebell itu nama bunga abadi. Cocok jadi metafora dalam film ini,” ujar Yusuf.

Sutradara Film “Bluebell” Muhammad Yusuf saat jumpa pers di Kuta, Bali, Sabtu, mengatakan film tersebut saat ini masih sedang digarap dengan melakukan syuting di sejumlah objek wisata di Pulau Dewata. Lokasi syuting di Bali tersebut lebih banyak mengeksplorasi keindahan alamnya. Bukan dari seni dan budayanya.

“Dalam pengambilan gambar film tersebut di Bali lebih banyak mengetengahkan keindahan alamnya. Karena kisah film ini lebih banyak menonjolkan kisah cinta penuh romatis. Namun dalam setiap adegan juga ada kisah yang memilukan,” ujarnya. Ia mengatakan dalam film yang dibintangi, antara lain Regina Rengganis, Qausar Harta Yudana, Ncess Nabati, Rafael Tan, Gibran Marten dan Steffi Samora. “Sisi menarik dalam pengambilan gambar film ini adalah di Bali, dan sebagian syutingnya di Kyota, Jepang,” ucapnya.

Yusuf mengaku cukup tertantang menggarap film cinta karena karya-karyanya dominan tentang horror. Itulah yang menyebabkan, dalam Bluebell akan terdapat banyak kejutan dari awal hingga akhir film. “Semua scene akan beraura cinta,” ujarnya.

Film ini rencananya akan dirilis April 2018. Sebelum nampang di layar lebar, tim film juga akan mengeluarkan novel Bluebell bulan Desember mendatang. Agar penonton yang juga pembaca tidak kecewa, Claudia memastikan apa yang ada di film dengan isi novel bisa benar-benar sejalan.***

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *