Pameran Seni Rupa We are Still Artists After Pandemic

 Pameran Seni Rupa We are Still Artists After Pandemic

Pameran seni rupa “We are Still Artists After Pandemic” di Bellevue Art Space, Mall Bellevue Cinere, Depok. (foto: frigi)

Waktu: 19 April -10 Mei 2022
Tempat: Bellevue Art Space
Cinere Bellevue Mall
Jl Merawan, Pangkalan Jati. Cinere, Depok

JAYAKARTA NEWS – Melalui pameran ini, sebagai cara untuk memperlihatkan kreativitas sekaligus pernyataan bahwa seniman tetap seniman setelah pandemi, juga seniman masih bekerja di kala pandemi, mewujudkan karya dalam berbagai keterdesakan pribadi. Bahkan mendapat isolasi atau kondisi tertentu. Tetapi berkarya tetap, sebagai proses menghidupkan nilai seni tetap dijalankan.

Mereka menjadikan konstruksi estetis sebagai cara mengungkap tentang warna sebagai ekspresi dalam lukisannya, yang didukung dengan garis. Seperti ekspresi warna pada lukisan: Andra Semesta, Arkantoro, Donald Saluling, Jeffrey Sumampouw, Nurdin Yusuf, dan Sohieb Toyaroja, mewakili bagaimana warna sebagai bagian dari fragmentasi karya.

Bahkan warna yang mendasari bagaimana bentuk-bentuk muncul dalam idiom yang dikerjakan dengan bantuan digital seperti fotografi Ve Dhanito. Kekuatan warna hitam merupakan kekuatan keseluruhan dari cara melihat bentuk yang tersembunyi dalam bahan lentikueler.

Sedangkan seniman-seniman lain terlihat mengadaptasi bagaimana bentuk menjadi sesuatu yang fragmentatif dengan ilia komprehensif dari lukisan yang mereka ciptakan. Kekuatan bentuk menjadi keseluruhan dari karya yang mereka ciptakan. Penyajian ekspresi bentuk yang ditorehkan: Bambang Asrini Wijanarko, Zamrud Satya Negara, Seno Purwanto, Pongky Hary Purnomo, Rindy Atmoko,Saiful Bahri, MS. Untung, Nasya Patrini, Ulil Gama, Hagung Sihag, Afriani, Aidil Usman, Chandra Maulana, Jerry Thunggaltirta, Kana Fuddy Prakoso.

Lain lagi dengan ekspresi yang menampilkan dimensi ala Irawan Karseno dan patung Lenny Ratnasari, apa yang mereka sajikan justru mengambil representasi nyata dari bentuk yang ada dalam pandangan sekejap mata. Lenny lebih memperlihatkan fabric industrial yang dikerjakan dengan resin. Memperlihatkan pangannya nyata dalam bahwa bentuk menjadi kekuatan ekspresif yang meruang.

“Estetika merupakan gubahan personal yang dapat disajikan dalam kenyataan secara luas. Melalui karya seni sebagai representasi dari estitika, memperlihatkan bagaimana pernyataan dapat dilantunkan bersama dalam ruang terbatas,” pungkas Frigidanto Agung, kurator pameran. (pr)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.