Pameran In Memoriam: Seremoni untuk Sahabat

 Pameran In Memoriam: Seremoni untuk Sahabat

Rindi Atmoko (kiri), salah satu peserta pameran “In Memoriam” di Balai Budaya, Jakarta. (ist)

JAYAKARTA NEWS – Persahabatan mempunyai waktu yang panjang, meninggalkan bekas-bekas yang tidak terpisahkan dalam memori. Berbagai kenangan baik suka dan duka akan selalu menempel dalam ingatan. Oleh sebab itulah kawan yang masih hidup dan mengenang yang sudah meninggal selalu membuka diri untuk kenangan yang telah berlalu.

Pameran yang terselenggara dengan banyak peserta, untuk mendukung persahabatan diantara mereka, juga mengenang yang telah meninggal, yakni: Aisul Yanto, seniman yang punya banyak aktivitas di Balai Budaya Jakarta, serta Andi Suandi, Ketua Pelukis Jakarta Raya, keduanya meninggal tahun 2022. Pameran yang mengambil judul “In Memoriam” ini menggugah banyak seniman untuk turut serta. Diantara seniman tersebut:  

Akbar Linggaprana l Afriani l Ambarsari Sulistyawati l Andra Semesta l Antoni Comvoor l A.R Soedarto l Ale Rumah Seni 2B l Bambang Winaryo l Budi Karmanto l Chryshnanda Dwi Laksana l Cak Kandar l Carsilah l Dick Syahrir l Eddy Kamal l Edo Abdullah l Eko Banding l Gogor Purwoko l Ika Ismurdiyahwati l Ireng Halimun l Jan Praba l Joko Kisworo l Kembang Sepatu l Maria Tiwi l Marjo Jack l Mahmuhdien l Maspadhik l M. Hadi Santoso l M. Solech l Munadi l Nadia Iskandar l Novandi l Nuryanah l Puguh Warudju l Paul Hendro l Revoluta S l Rindy Atmoko l RB. Ali l  Sri Warso Wahono l  Syahnagra Ismail l Syafril Cotto l Sanja Pawarto l Sugiarto l Sulan Lim l S. Wito l Tato Kastareja l Tommy Faisal Alim l Yohana Mulyo l Yunthi Ars l Wawan Setiadi l Wayan Sudana l Yudi Sugiarto

Pameran yang dibuka pada hari : Sabtu 14 Januari 2023, Pukul : 16:00 WIB, Tempat : Balai Budaya, Jl. Gereja Theresia 47, Menteng, Jakarta Pusat. Pameran dibuka oleh Pustanto (Kepala Galeri Nasional Indonesia).

Peserta pameran “In Memoriam” di Balai Budaya Jakarta. (ist)

Meninggalkan keriuhan dan kehangatan persahabatan diantara peserta dengan cerita-cerita memori dari kedua sahabat yang sudah tiada itu. Sehingga catatan tentang kenangan merupakan akumulasi dari pengalaman seseorang selama hidup, banyak ditorehkan oleh sahabat-sahabat yang mengenal Aisul dan Andi dalam katalog pameran. Ada hal baik dan buruk, susah senang, sakit sehat, kadang sendiri atau bersama-sama adalah bagian yang tak bisa dielakkan dalam hidup. Pameran ini salah satu upaya untuk mengenang kedua almarhum dalam perspektif persahabatan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan.

“Kepergian mereka meninggalkan kenangan kebersamaan. Terlalu banyak cerita dan kejadian ang kami alami saat kebersamaan dengan mas Aisul dan mas Andi, hingga sulit untuk memilih satu cerita terbaik. Selamat jalan sahabatku,” tulis Rindy Atmoko, koordinator pameran dalam katalog kata sambutan pembukaan. (pr)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.