Connect with us

Kabar

Minamas Plantation Gelar Trauma Healing Anak di Aceh Tamiang

Published

on

JAYAKARTA NEWS — Minamas Plantation melalui anak usahanya, PT Padang Palma Permai (PT PPP) menggelar program trauma healing bagi anak-anak terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.

Program trauma healing, PT PPP yang juga terdampak Banjir Bandang di Kab.Tamiang, bekerja sama dengan Indonesia Heritage Foundation (IHF) Jakarta.

Area Controller Aceh PT Padang Palma Permai, MS Pasaribu mengatakan, program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam merespons kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, khususnya kelompok rentan pascabencana.

“Melalui program trauma healing ini, kami berharap anak-anak Aceh Tamiang dapat kembali menjalani proses tumbuh kembang dan pendidikan dengan lebih baik,” ujar MS Pasaribu dalam keterangannya, Sabtu (03/01/2026).

Menurut MS Pasaribu, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan bantuan fisik. Anak-anak membutuhkan ruang aman untuk mengekspresikan perasaan, memulihkan kepercayaan diri, dan kembali tersenyum.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Supiyanto, mengapresiasi program yang diselenggarakan PT PPP, saat menerima kunjungan CSR Manager PT PPP, Agustiono.

Menurut Supiyanti, dukungan pemulihan psikososial menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak di masa pemulihan pascabencana.

Sementara itu, Regional CEO Riau Utara dan Aceh Minamas Plantation, Tomi Parakesit, mengungkapkan, pemulihan pascabencana harus menyentuh aspek fisik sekaligus mental dan emosional. “Anak-anak adalah kelompok paling rentan sekaligus penentu masa depan,” katanya.

Menurut Tomi, dalam situasi pascabencana, memastikan mereka pulih secara psikologis dan tetap terhubung dengan proses belajar merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami percaya, pemulihan psikososial yang tepat akan membantu anak-anak bangkit lebih kuat dan kembali menatap masa depan dengan optimisme,” ujar Tomi.

Santi, salah seorang orang tua peserta, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya program tersebut.

Santi mengaku, setelah banjir anaknya sering terlihat murung dan bosan karena tidak sekolah. Setelah ikut kegiatan ini, dia jadi lebih ceria dan semangat lagi.

“Kami sebagai orang tua sangat bersyukur dan berterima kasih karena anak-anak diperhatikan, bukan hanya fisiknya tapi juga perasaannya,” ujar Santi.

Program taruma healing PT PPP difokuskan pada pemulihan psikososial anak pascabencana sekaligus mendukung keberlanjutan pendidikan di wilayah terdampak.

Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut sempat mengganggu aktivitas belajar mengajar, menyusul tidak dapat digunakannya sejumlah fasilitas pendidikan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah.

Kegiatan trauma healing dilaksanakan selama lima hari dan diikuti 178 anak, yang tersebar di tiga lokasi pelaksanaan, yakni Bukit Meja, Batang Ara, dan Pondok Anggrung.

Anak-anak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif yang dirancang untuk membantu pemulihan emosi, membangun kembali rasa aman, serta menumbuhkan semangat belajar.

Minamas Plantation melalui PT PPP juga menyalurkan bantuan alat tulis dan buku sekolah kepada sejumlah sekolah terdampak di sekitar wilayah operasional perusahaan guna mendukung keberlanjutan proses belajar mengajar, bantuan sembako untuk masyarakat sekitar terus diberikan.

Minamas Plantation menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program kepedulian yang berorientasi pada pemulihan berkelanjutan, penguatan pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional perusahaan. (yog)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement