Mensos: Warga yang Sudah Terima Bansos Sebaiknya tidak Diberikan Lagi

 Mensos:  Warga yang Sudah Terima Bansos Sebaiknya tidak Diberikan Lagi

Menteri Sosial Juliari P Batubara memberikan bansos sembako Presiden di Jakarta—foto instagram kemensos

JAYAKARTA NEWS— Menteri Sosial Juliari P Batubara mengimbau agar warga tidak mempersoalkan masalah data dan mengajak warga bergotong royong dalam hal distribusi sembako, hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar bahu membahu melawan covid 19.

“Saya kira kita ngga usah ribut-ribut soal data, semuanya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, secara gotong royong, kita ini masyarakat yang karakternya gotong royong”, kata Juliari saat meninjau proses distribusi sembako di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Demikian keterangan pers Humas Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI

Mensos berharap agar semua warga mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah secara merata.  “Jadi, saya sampaikan kepada warga atau keluarga yang sudah menerima bansos dari Pemprov ataupun dari siapapun, ya sebaiknya tidak diberikan lagi, tapi diinformasikan, dan diberikan kepada keluarga lain yang belum menerima sembako apa-apa”, terangnya kembali.

Hal tersebut dilakukan lantaran adanya keterbatasan dari jumlah mengingat tidak semua warga di wilayah DKI Jakarta bisa diberikan sembako, sehingga dengan demikian, pendistribusian sembako merata di seluruh wilayah.

“Tidak mungkin semua kita berikan, saya kira tadi bisa dilihat sendiri, dari RT/RW menyanggupi agar diatur dengan rapi sehingga tidak ada lagi yang merasa dirugikan, yang merasa tidak dipedulikan, saya kira begitu”, Juliari menekankan.

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sembako kepada 1,3 keluarga di DKI Jakarta dan 600 ribu keluarga di Bodetabek dengan nilai bantuan 600 ribu rupiah per  bulan selama tiga bulan, yaitu April sampai Juni.

Mensos bersama Dirjen. Perlindungan dan Jaminan Sosial dan Inspektur Jenderal Kemensos Dadang Iskandar meninjau sejumlah lokasi untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai dengan rencana.

Jika masyarakat menemukan permasalahan Bantuan Sosial dari Kemensos yang salah sasaran, terjadi penyelewengan, atau pungutan liar, bisa langsung adukan ke Nomor Hotline Bantuan Sosial Kemensos di 0811 1022 210. Atau bisa juga melalui email di bansoscovid19@kemsos.go.id. Hotline ini bukan hotline untuk pendaftaran penerima bantuan sosial.

Ketua RW 01 Kelurahan Bidara Cina, Oktavianus, lantas merespon positif arahan Mensos terkait penyaluran sembako. Ia menganggap kebijakan tersebut lebih efektif diterapkan untuk distribusi sembako di wilayahnya.

“Alhamdulillah, saya juga baru dengar dari Pak Menteri langsung kalau pembagian dipukul rata seperti itu, mungkin lebih efektif ya untuk warga kami”, katanya.

Selanjutnya, ia mengaku akan memberi pemahaman pada warganya sebelum menyalurkan sebanyak 133 paket sembako ke rumah – rumah warga.

“Nanti akan kami sampaikan ke warga (yang sebelumnya sudah menerima), mudah-mudahan mereka mengerti, bagi mereka yang sudah dapat, seperti Pak Menteri bilang, ngga perlu lagi dapat, jadi udah ngga masalah lagi, alhamdulillah”, ujarnya bahagia lantaran mendapat solusi.

Sementara itu, penyaluran 342 paket sembako di RW 05 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara dihadiri oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pepen Nazaruddin.

“Kita memastikan bantuan sembako untuk wilayah DKI Jakarta, sampai kepada yang berhak menerima, sehingga tadi kami cek semuanya, isinya, maupun distribusinya lancar, tidak ada kendala. Semua kelurahan di DKI Jakarta akan mendapat seperti ini”, ujar Pepen di Koja, Jakarta Utara (2 Mei).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan saat ini bansos Covid-19 masih dalam tahap pertama. Sedangkan untuk luar DKI Jakarta, terdapat bansos tunai yang sudah diluncurkan untuk seluruh daerah di Indonesia.***/sm

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *