Connect with us

Tip & Trik

Memulai Urban Farming dari Awal, Berikut Hal-hal yang Wajib Disiapkan untuk Berkebun di Rumah

Published

on

Ilustrasi - Tips memulai urban farming. (Freepik/evening_tao)

JAYAKARTA NEWS – Di tengah semakin terbatasnya lahan perkotaan, tren urban farming atau pertanian kota semakin digemari masyarakat.

Tak hanya sebagai hobi, kegiatan ini juga menjadi solusi kreatif untuk memenuhi kebutuhan pangan mandiri, menjaga ketahanan pangan keluarga, sekaligus menambah keasrian lingkungan sekitar.

Pakar pertanian perkotaan menyebut urban farming dapat dilakukan siapa saja, bahkan dengan ruang terbatas.

Balkon, halaman sempit, hingga atap rumah bisa disulap menjadi kebun produktif.

Berikut beberapa tips praktis memulai urban farming di rumah:

1. Pilih Tanaman yang Mudah Dirawat

Sayuran hijau seperti kangkung, bayam, sawi, atau selada sangat cocok untuk pemula.

Selain perawatannya sederhana, masa panennya juga relatif singkat.

2 Manfaatkan Lahan Terbatas dengan Kreatif

Gunakan pot, polybag, atau sistem vertikultur (tanam bertingkat) agar lebih efisien.

Dinding atau pagar rumah pun bisa dijadikan media tanam dengan konsep vertical garden.

3. Gunakan Media Tanam yang Tepat

Campuran tanah, kompos, dan sekam bakar bisa menjadi pilihan ideal.

Bagi yang ingin lebih praktis, sistem hidroponik juga dapat menjadi alternatif tanpa perlu tanah

4. Atur Pencahayaan dan Penyiraman

Sebagian besar tanaman membutuhkan sinar matahari minimal 4–6 jam sehari.

Pastikan juga penyiraman dilakukan secara rutin, namun tidak berlebihan agar akar tidak membusuk.

5. Olahraga dan Hemat Sekaligus

Urban farming bukan hanya menghasilkan sayuran segar, tetapi juga memberi manfaat kesehatan melalui aktivitas fisik ringan.

Selain itu, keluarga bisa berhemat dengan mengurangi belanja sayur harian.

Urban farming kini bahkan berkembang menjadi peluang bisnis.

Banyak komunitas perkotaan yang memanfaatkan hasil kebun rumahan untuk dijual ke pasar lokal, kafe, atau melalui platform digital.

Dengan kreativitas dan ketekunan, urban farming bukan sekadar tren, melainkan gaya hidup ramah lingkungan yang menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan di tengah hiruk-pikuk kota.***/mel

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement