Markas Meriam Dipenuhi Kompor Gas

Hari itu ada yang ganjil di Markas Batalyon Arhanudse 11 BS Batrai Tempur Tanjung Anom, Kabupaten Deli Serdang. Tidak ada parade, tidak ada upacara, tapi hari itu semua peralatan batalyon dikeluarkan dari kandangnya.

Tampak antara lain rudal RBS-70, Meriam Bofors L/70 40mm, Meriam S-60 57mm, Rheinmetal 20mm, DShK kaliber 12,7mm, Giant Bow 23mm, dijajarkan di halaman markas batalyon. Sementara, “garasi” meriam justru disulap menjadi dapur umum serta keperluan pengungsi korban banjir yang ada di sekitar markas.

Jadilah kompor-kompor gas berjajar-jajar dengan tumpangan wajan penggoreng ayam, panci penanak nasi, dan wajah pengolah sayur buncis. Begitulah. Kalau keadaan darurat, apa pun bisa terjadi. Garasi meriam pun mendadak jadi dapur. Di “dapur”, sejumlah prajurit dibantu ibu-ibu Persit tengah menyiapkan menu makan siang.

Ada sayur sawi, tahu, ayam goreng, dan lain-lain. Dengan semangat dan ceria, mereka melakukan semua pekerjaan pemenuhan logistik bagi para korban banjir. Sesuai porsinya, sesuai pula gizinya.

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *