Kolom
Makanan dan Minuman Rasulullah ﷺ Saat Berbuka dan Sahur
Oleh : Heri Mulyono
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, meneladani pola makan Rasulullah ﷺ bukan sekadar mengikuti sunnah, melainkan menemukan kearifan ilmiah yang terbukti menjaga kesehatan dan keberkahan hidup umat Islam.
Setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan pasti berhadapan dengan dua momen penting: berbuka dan sahur. Namun, tahukah kita bahwa Rasulullah ﷺ telah mewariskan panduan lengkap tentang apa yang seharusnya dikonsumsi pada kedua waktu itu? Bukan hanya tuntunan spiritual, tetapi juga panduan gizi yang kini diakui ilmu kedokteran modern.
Dari lembaran-lembaran hadis shahih, tergambar sosok Nabi Muhammad ﷺ sebagai pribadi yang hidup sederhana namun penuh keberkahan dalam urusan makan dan minum. Beliau tidak berlebihan, tidak memilih-milih, namun selalu memilih yang terbaik dan terberkahi. Inilah warisan kuliner spiritual yang tak ternilai.
✦ ✦ ✦
HIDANGAN BERBUKA: SUNNAH YANG MENYEHATKAN
1. Kurma: Buka Puasa Paling Utama
Kurma adalah makanan pertama yang dianjurkan Rasulullah ﷺ saat berbuka puasa. Anjuran ini bukan sekadar kebiasaan budaya Arab, melainkan didukung oleh nilai gizi yang luar biasa tinggi.
إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلْيُفْطِرْ عَلَى التَّمْرِ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَعَلَى الْمَاءِ فَإِنَّهُ طَهُورٌ
Idzā kāna aḥadukum shā’iman falyufṭir ‘alā al-tamri, fa’in lam yajid fa’alā al-mā’i fa’innahu ṭahūr.
“Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka berbukalah dengan kurma. Jika tidak menemukan kurma, maka berbukalah dengan air, karena air itu menyucikan.”
— HR. Abu Dawud No. 2355, At-Tirmidzi No. 694 — Shahih
Kurma mengandung glukosa dan fruktosa alami yang langsung diserap tubuh, memulihkan energi secara cepat setelah belasan jam berpuasa. Penelitian modern membuktikan kurma juga kaya serat, kalium, magnesium, dan antioksidan flavonoid yang melindungi sel dari kerusakan.
Rasulullah ﷺ biasanya memakan kurma dalam jumlah ganjil: satu, tiga, atau tujuh butir. Tradisi bilangan ganjil ini mengandung hikmah yang dalam, karena mengajarkan kesederhanaan dan tidak berlebihan dalam makan.
2. Air Putih: Minuman Pembuka yang Suci
Jika kurma tidak tersedia, Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya untuk berbuka dengan air putih. Air adalah pemulih terbaik setelah tubuh mengalami dehidrasi ringan sepanjang hari berpuasa.
Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ kadang berbuka dengan seteguk air sebelum shalat Maghrib, lalu setelah shalat barulah menyantap makanan. Pola ini memberikan jeda bagi organ pencernaan untuk mempersiapkan diri menerima makanan.
3. Ruthab: Kurma Muda yang Menyegarkan
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ
Kāna Rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama yufṭiru ‘alā ruṭabātin qabla an yuṣalliya.
“Rasulullah ﷺ biasa berbuka puasa dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat. Jika tidak ada ruthab, maka dengan tamr (kurma kering). Jika tidak ada tamr, maka beberapa teguk air.”
— HR. Abu Dawud No. 2356 — Hasan
Ruthab adalah kurma yang belum sepenuhnya matang dan masih lunak. Kandungan airnya lebih tinggi dibanding kurma kering (tamr), sehingga sangat baik untuk mengatasi dehidrasi. Rasulullah ﷺ menunjukkan hierarki yang bijak: ruthab, lalu tamr, lalu air — sebuah panduan nutrisi yang sempurna.
4. Susu: Minuman Berbuka yang Disukai Rasulullah ﷺ
Susu kambing dan susu unta adalah minuman yang disukai Rasulullah ﷺ. Beliau pernah menyebut susu sebagai salah satu minuman terbaik karena menggabungkan manfaat makanan dan minuman sekaligus.
مَا أَشْبَعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ اللَّبَنِ
Mā asyba’a Rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama mina al-labani.
“Tidak pernah kenyang Rasulullah ﷺ dari minum susu — yakni beliau selalu menikmati susu dengan penuh syukur.”
— HR. Ibnu Majah — dari berbagai riwayat tentang minuman Nabi
✦ ✦ ✦
HIDANGAN SAHUR: ENERGI UNTUK BERIBADAH
1. Anjuran Sahur dan Keberkahannya
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
Tasaḥḥarū fa’inna fī al-saḥūri barakatan.
“Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.”
— HR. Bukhari No. 1923, Muslim No. 1095 — Shahih
Hadis ini menegaskan bahwa sahur bukan sekadar urusan perut, melainkan ibadah yang mengandung keberkahan. Para ulama menjelaskan bahwa keberkahan sahur mencakup: kekuatan untuk beribadah sepanjang hari, kesehatan jasmani, dan mendapat shalawat dari Allah dan malaikat pada waktu sahur.
2. Kurma: Menu Sahur Terbaik
نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ
Ni’ma saḥūru al-mu’mini al-tamru.
“Sebaik-baik sahur bagi orang mukmin adalah kurma.”
— HR. Abu Dawud No. 2345, Ibnu Hibban — Shahih
Kurma kembali menjadi pilihan utama, kali ini untuk sahur. Secara ilmiah, kurma memiliki indeks glikemik yang moderat — artinya gula darah naik perlahan dan stabil, memberikan energi tahan lama sepanjang hari puasa. Ini jauh lebih unggul dibanding makanan bergula tinggi yang menyebabkan lonjakan lalu kejatuhan energi secara drastis.
3. Talbinah: Bubur Gandum Rasulullah ﷺ
Talbinah adalah salah satu makanan sahur yang paling dianjurkan dalam hadis dan memiliki nilai gizi yang kini dibuktikan sains modern. Kata ‘talbinah’ berasal dari ‘laban’ (susu), karena teksturnya yang lembut dan warnanya yang putih menyerupai susu.
عَلَيْكُمْ بِالتَّلْبِينَةِ فَإِنَّهَا مُجِمَّةٌ لِفُؤَادِ الْمَرِيضِ، تُذْهِبُ بَعْضَ الْحُزْنِ
‘Alaykum bi al-talbinati fa’innahā mujimmatan li fu’ādi al-marīḍi, tudzhibu ba’ḍa al-ḥuzni.
“Hendaklah kalian mengonsumsi talbinah, karena ia menyegarkan hati orang yang sakit dan menghilangkan sebagian kesedihan.”
— HR. Bukhari No. 5417, Muslim No. 2216 — Shahih

🌾 CARA MEMBUAT TALBINAH (Bubur Gandum Rasulullah ﷺ) |
| 📋 Bahan-bahan: |
| • 3 sendok makan tepung gandum utuh (whole wheat flour) |
| • 250 ml susu murni (sapi atau kambing) |
| • 250 ml air |
| • 1 sendok makan madu asli |
| • Kurma secukupnya untuk pelengkap |
| 🍳 Cara Membuat: |
| 1. Campurkan tepung gandum dengan air dingin, aduk rata hingga tidak bergerindil. |
| 2. Masak di atas api sedang sambil terus diaduk agar tidak menggumpal. |
| 3. Setelah mulai mengental, tuangkan susu murni perlahan sambil terus diaduk. |
| 4. Masak selama 10-15 menit dengan api kecil hingga menjadi bubur lembut. |
| 5. Angkat dari api, biarkan sedikit dingin, lalu teteskan madu asli. |
| 6. Sajikan hangat dengan potongan kurma di atasnya. |
| 💡 Khasiat Modern: Talbinah kaya beta-glucan yang menurunkan kolesterol, |
| serat larut yang menstabilkan gula darah, dan tryptophan yang |
| meningkatkan serotonin (hormon kebahagiaan). |
4. Habbatus Sauda (Jintan Hitam): Obat Segala Penyakit
إِنَّ هَذِهِ الْحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا السَّامَ
Inna hādzihi al-ḥabbata al-sawdā’a syifā’un min kulli dā’in illā al-sāma.
“Sesungguhnya habbatus sauda ini adalah obat dari segala penyakit, kecuali kematian.”
— HR. Bukhari No. 5688, Muslim No. 2215 — Shahih
Habbatus sauda atau jintan hitam (Nigella sativa) kini telah diteliti secara ekstensif oleh para ilmuwan. Kandungan thymoquinone-nya terbukti memiliki efek antiinflamasi, antikanker, dan imunomodulator. Mengonsumsinya saat sahur — dicampur madu atau ditelan langsung — memberikan perlindungan imun sepanjang hari.
| 🖤 CARA MENGONSUMSI HABBATUS SAUDA SAAT SAHUR |
| Cara 1 (Paling Mudah): |
| • Telan 7 biji jintan hitam dengan segelas air hangat |
| • Lakukan sebelum makan sahur lainnya |
| Cara 2 (Campuran Madu): |
| • 1 sendok teh biji jintan hitam yang telah ditumbuk halus |
| • 1 sendok makan madu asli |
| • Aduk rata, konsumsi langsung |
| Cara 3 (Minyak Jintan Hitam): |
| • 1/2 sendok teh minyak habbatus sauda |
| • Campur dalam segelas susu hangat |
| • Minum sebelum atau sesudah sahur |
5. Madu: Minuman Kesehatan dari Surga
وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ… يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ
Wa awḥā rabbuka ilā al-naḥli… yakhruju min buṭūnihā syarābun mukhtalifun alwānuhu fīhi syifā’un li al-nāsi.
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah… keluarlah dari perutnya minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.”
— QS. An-Nahl: 68-69
Rasulullah ﷺ sangat menyukai madu dan menganjurkannya sebagai minuman sahur maupun berbuka. Beliau biasa meminum air madu (madu dicampur air) sebagai minuman pagi hari. Madu mengandung lebih dari 200 senyawa aktif termasuk enzim, asam amino, mineral, dan antioksidan polyphenol.
| 🍯 MINUMAN MADU RASULULLAH ﷺ (Air Madu Murni) |
| Bahan: |
| • 1-2 sendok makan madu asli (lebih baik madu Sidr atau Tualang) |
| • 200 ml air hangat (bukan air mendidih — suhu max 40°C) |
| • Opsional: perasan setengah lemon |
| Cara Membuat: |
| 1. Pastikan air hangat, bukan panas (air mendidih merusak enzim madu). |
| 2. Larutkan madu dalam air hangat, aduk perlahan. |
| 3. Tambahkan perasan lemon jika diinginkan. |
| 4. Minum saat sahur, diutamakan sebelum makan. |
| ⚠️ Jangan gunakan air mendidih — akan merusak kandungan enzim dan antioksidan madu. |
✦ ✦ ✦
HIKMAH DAN PELAJARAN
Menelaah makanan dan minuman Rasulullah ﷺ saat berbuka dan sahur mengajarkan kita tiga prinsip agung yang saling melengkapi.
Pertama, kesederhanaan adalah kunci. Rasulullah ﷺ tidak pernah memerintahkan hidangan mewah atau berlebihan. Kurma, air, susu, bubur gandum — semuanya adalah makanan rakyat biasa yang mudah didapat dan terjangkau. Ini mengajarkan bahwa keberkahan tidak terletak pada kemewahan, tetapi pada keikhlasan dan keteladanan.
Kedua, kesehatan adalah ibadah. Setiap makanan yang dianjurkan Rasulullah ﷺ kini terbukti secara ilmiah memiliki nilai gizi tinggi. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memuliakan tubuh manusia. Menjaga kesehatan dengan meneladani pola makan Nabi adalah bentuk syukur atas nikmat jasmani yang Allah berikan.
Ketiga, niat adalah ruh dari setiap suapan. Ketika seorang Muslim memakan kurma saat berbuka dengan niat mengikuti sunnah, maka ia mendapat pahala ibadah. Inilah keindahan Islam — bahkan kegiatan makan pun bisa menjadi ladang pahala yang tak terbatas jika diniatkan karena Allah dan diteladankan dari Rasul-Nya ﷺ.
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Kullu ‘amali ibni Ādama lahu illā al-ṣiyāma fa’innahu lī wa anā ajzī bihi.
“Setiap amal perbuatan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa — sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
— HR. Bukhari No. 1904, Muslim No. 1151 — Shahih (Hadis Qudsi)
Semoga kita dapat meneladani Rasulullah ﷺ dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam apa yang kita santap saat berbuka dan sahur. Karena dalam setiap sunnah yang kita ikuti, tersimpan keberkahan yang tak ternilai dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
● Referensi: HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban | QS. An-Nahl: 68-69 ●
